Hari demi hari, Aku menyeka air mataku lagi
Aku hidup dengan menghapus kamu dalam hatiku
Walaupun jika aku memberikan hatiku, itu tidak cukup untuk cinta ini
Tenggorokanku terasa tersendat karena tidak bisa memanggilmu lagi
Luka dalam hatiku semakin...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Didepan sebuah gedung pengadilan seorang namja tampan tengah berdiri menghadap gedung megah tersebut dengan perasaan penuh keyakinan, yakin bahwa ini adalah akhirnya, yakin bahwa dia akan menang kembali seperti ia pertama menginjakkan kakinya untuk datang ke gedung ini.
Flashback...
"Jaksa Choi kau sudah siap untuk memenangkan kasus?!" kata salah seorang rekannya kepada dirinya.
"Tentu saja, aku siap, aku sudah memiliki bukti-bukti simpanan sehingga terdakwa tidak dapat berkelit lagi."
"Kau benar-benar menakutkan Siwon, kau diam, tapi ternyata kau mengamati diam-diam, jadi kau selama ini hanya pura-pura bodoh?"
"Tentu tidak hyung, selama ini aku harus hati-hati, biar aku tidak dijatuhkan dan dipermalukan didepan umum."
Flashback off
"Siwonie, kau kemari untuk sidang putusan akhir?" tanya seorang rekannya yang dulu pernah menjadi rivalnya di pengadilan.
"Hmm, aku sudah tidak sabar menanti hari ini."
"Jadi kau memutuskan untuk menyerang mereka?"
"Hmm, aku sudah cukup lama untuk berdiam diri, aku sudah tidak bisa jika diriku diinjak-injak terus, aku begitu sangat lelah akan masalah ini."
"Itulah kenapa kau memilih untuk berhenti menjadi seorang jaksa dan lebih mau meneruskan sekolahmu menjadi seorang perancang bangunan?"
"Dari pada menjadi pegawai negeri, yang lelah membela keadilan namun bayaran tak seberapa, masih saja dimanfaatkan banyak orang, aku lebih suka menghasilkan banyak uang dan membahagiakan orang-orang disekitarku, namun aku tidak menyesal pernah terjun pada bidang hukum, setidaknya aku bisa meringkus orang-orang tak tau diri itu ke balik jeruji kan."
"Baiklah, kita lihat saja nanti ya, dan setelah sidang ini selesai, kita harus minum bersama, bagaimana?"
"Tentu saja aku mau." Kata Siwon penuh keyakinan.
@Ruang Sidang
"Melihat bukti-bukti dan mendengar dari para saksi, maka diputuskan bahwa sengketa tanah ini dimenangkan oleh saudara Choi Siwon, dengan ini maka saudara Lee tidak dapat kembali menggugat, bahkan setelah saudara Choi Siwon wafat, tanah ini langsung akan diwariskan kepada ahli waris terakhir milik keluarga Choi."
"Brengsek kau Choi, jadi maksud mu kau akan memberikan tanah tak seberapa itu kepada cucumu nanti, cih....dasar licik." Monolognya dengan memandang dingin kearah Siwon yang duduk disamping pengacaranya.
"Untuk itu Sidang kami tutup sampai disini, Tok...tok...tok...."
Setelah putusan dari ketua hakim, Siwonpun berdiri dan memeluk pengacara pribadinya.
"Gumawo, atas bantuanmu hyung."
"Ini sudah menjadi tugasku sebagai pengacara Siwon, keputusanmu ini adalah keputusan yang terbaik, dengan begini, tak ada lagi yang bisa mengutak –atik tanah itu."