"Apa yang terjadi, kenapa kau dan Eomma kemari malam-malam begini?" kata Siwon kepada sang adik.
"Kau bertanya kepadaku?"
"memang disini ada siapa selain dirimu?"
"Oppa, seharusnya yang kau tarik kemari itu Eomma bukan aku, jika kau menarik ku kemari hanya ingin tau alasan mengapa aku malam – malam berkunjung, kau tidak akan mendapatkan jawaban apapun dariku."
"Maksudmu?"
"Tidak ada maksud apa-apa, sudah ya aku mau masuk, boleh kan, aku benar-benar lelah dan mengantuk." Kata Jiwon kepada Siwon.
"Ji, apakah ini ada sangkut pautnya dengan masalah tanah itu?"
"Mwo, tanah, maksudmu masalah sengketa tanah yang tidak pernah usai sampai sekarang itu?"
"Ya, lantas jika bukan itu lalu apa?"
"Oppa, aku tidak tau, yang aku tau mereka itu tadi ribut hebat, namun aku tidak tau apa yang mereka bahas, dan tunggu dulu memangnya ada yang kau tau mengenai sengketa tanah itu?"
"Eughh...aku itu bertanya kepadamu malah kau balik bertanya kepadaku." Kata Siwon dengan memukul kecil kepala Jiwon sang adik.
"Yak...sakit Oppa."
"Ya habis, malah menanyakan apa yang ku tanyakan kepadamu."
"Ya karena aku saja tidak tau makanya aku tanya lagi kepadamu."
"Ah, sudahlah malah melantur kemana-mana, sudah sana pergi tidur, dasar muka bantal."
"Kaunya saja tidak pernah pengertian pada adik sendiri dasar."
"Yak kau...." sebelum Siwon memukul kepala Jiwon, Jiwon telah berlari lebih dulu.
Keesokkan paginya saat mentari masih malu-malu untuk menampilkan dirinya, seorang namja tampan sudah sibuk dengan berbagai document dihadapannya.
"enghhhhh...." terdengar erangan dari seorang namja manis yang tengah berbaring di ranjang tak jauh dari namja tampan yang masih disibukkan dengan pekerjaannya.
"Hyung..."
"Hmm..."
"Apa yang tengah kau lakukan?"
"Aku memeriksa beberapa berkas sayang, wae?"
"Jam berapa kau bangun?"
"Hmm, mungkin jam 2 ah tidak jam stengah 3, ya sekitaran itu."
"Kau tidak bisa tidur?"
"Hmm, aku harus ke kantor pagi sayang, jadi aku harus mempersiapkan semuanya agar tidak ada yang tertinggal."
"Lalu sekarang kau sudah selesai menyiapkan segalanya?"
"Sudah, aku akan mandi dulu ne." Kata Siwon yang kemudian membereskan semua document yang sudah selesai ia cek kemudian ia masukkan kedalam tas kerjannya lalu ia mengambil handuk dan masuk kedalam kamar mandi.
"Huhhhh kalau sudah bangun begini jadi malas lagi untuk tidur kembali kan." Kata Kyuhyun yang kemudian ia memutuskan untuk turun dari atas kasur, lalu keluar kamar dirinya bersama Siwon.
Ckhlek...
"Masih sepi ternyata, ah benar juga ini masih jam lima pagi, pantas saja belum ada yang bangun, lebih baik aku pergi ke dapur untuk membuatkan makanan untuk Siwonie." Monolog Kyuhyun kemudian ia berjalan menuju dapur dan membuka kulkas melihat bahan makanan yang sekiranya bisa ia buat untuk sarapan sang suami.
KAMU SEDANG MEMBACA
Disturbances (End)
Hayran KurguHari demi hari, Aku menyeka air mataku lagi Aku hidup dengan menghapus kamu dalam hatiku Walaupun jika aku memberikan hatiku, itu tidak cukup untuk cinta ini Tenggorokanku terasa tersendat karena tidak bisa memanggilmu lagi Luka dalam hatiku semakin...
