Part 3

51.7K 4.2K 771
                                    

Kini Lea telah berbaring di atas kasurnya sambil mendengar lagu menggunakan earphone nya.

Drrt Drrt

Lea terbangun sambil menekan tombol berwarna hijau di layar ponselnya.

"Hm?"

Setelah itu Lea hanya mendengarkan orang yang berbicara di seberang sana sambil memijat pelan pangkal hidungnya.

"Oke" ujarnya, lalu ia memutuskan panggilannya secara sepihak. Lea kembali merebahkan tubuhnya dan terdiam sejenak, hingga akhirnya ia tertidur.


•••

Pagi yang cerah, dengan sinar mentari yang masuk ke sebuah kamar besar bercat biru itu melalu celah jendela.

Sang pemilik kamar kini sudah bersiap-siap menuju ke sekolah.
Setelah menyelesaikan sarapannya, ia bergegas menuju ke garasi lalu menaiki mobil sport berwarna birunya dan berjalan ke arah gerbang utama.

Sesampainya di sekolah, koridor masih terlihat sangat sepi. Dan tiba-tiba terdengar suara langkah kaki.

"Leaaaa" suara cempreng yang menggema di seluruh koridor.

Merasa dirinya dipanggil, ia menoleh ke arah asal suara. Terdapat seorang gadis yang memiliki rambut sebahu berjalan ke arahnya.

"Kok sekolah masih sepi, biasanya udah rame kalau jam segini?" Ujar Tia sambil menoleh kekanan dan kekiri.
"Ini bukan hari libur kan?" Lanjutnya.

Lea menggeleng.

"Ray jangan mau kalah"
"Habisin aja tuh anak culun"
"Mampus lo haha"

Tia dan Lea saling bertukar pandang.

"Kenapa?" Tanya Lea bingung.

"Kelapangan" Tia menarik tangan Lea dengan raut muka yang masi kebingungan.

"Lo jangan cari masalah sama gue"
"Lo udah hebat hah?". Bentak Ray terhadap seseorang di hadapannya.
Orang itu hanya diam, padahal ia sudah dipukul dan didorong hingga tersungkur.

Pantas saja koridor sepi, ternyata seluruh murid tengah berkumpul di lapangan. Menyaksikan perkelahian antara Ray dan..

Reno?. Gumam Lea.

"Gila banget si Reno, cari masalah sama jagoan sekolah" ujar Tia yang masih menatap ke arah kelapangan.
(Reno: Teman sekelas Lea, Tia dan April. Di sekolah ini hampir semua murid mengenalnya, berwajah ganteng tapi sayangnya dia culun).

Kini bel pelajaran pertama telah berbunyi, seluruh murid yang tadi berkumpul kini telah berbubaran. Termasuk Ray beserta rombongannya.

Kini tersisa Reno yang masih terduduk di tengah lapangan dengan tatapan kosong. Lea yang melihat temannya itu merasa kasihan, walaupun mereka tidak terlalu akrab dikelas.

Lea menghampiri Reno, lalu memberikan sapu tangan berwarna biru ke Reno. Reno menerima itu dengan senang hati, lalu mengelap darah yang terdapat di ujung bibirnya.

"Lo gapapa?" Tanya Lea.

Reno hanya mengangguk.

"Kalo gitu gue tinggal ya, nanti gue izinin lo ke guru" ujar Lea lalu berlari meninggalkan Reno.

••••

Kini jam istirahat sudah akan berakhir, tetapi Lea beserta teman-temannya baru saja keluar kelas.

"Stres gue sama tuh guru" keluh Tia.
"Ya kali pas udah bel malah di kasi ulangan" lanjutnya.

"Kalo lo masih mau ngomel, kita tinggal" ujar April berjalan melawati Tia diikuti Grace dan Lea.

AZALEA Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang