Part 14

34.8K 3.1K 308
                                    


Semua menoleh ke arah pintu. Terdapat seorang pemuda tinggi berkulit putih dengan rambut sedikit berantakan. Jangan lupa kaca mata andalannya.

Ya, yang menempati warung kokoh saat ini adalah anggota dan inti dari Wolves and the Rose's. Karena anak dari pemilik warung itu adalah salah satu anggota WATR.

"lah kok pada sunyi sih?"

"Andra kok lo diam?"

"Fano tumben kalem?"

Fano menoleh ke orang tersebut, ia memberi isyarat agar tetap diam.

"kenapa?" tanya pemuda itu lagi, namun tak ada jawaban dari Fano. Ia melihat sekeliling lalu terhenti saat melihat seseorang yang menggunakan vape biru.

"alhamdulillah baby bos ku, akhirnya gak jadi es batu lagi" pekik orang itu sambil mengangkat tangannya lalu mengusapkan kewajahnya.

"Reno lo bisa diam gak sih?" ujar Fano karena kesal, temannya yang satu ini tidak bisa diam. (jika kalian lupa Reno adalah teman sekelas Lea yang terkenal culun) ia memang tampak seperti anak culun disekolah karena ia sangat taat peraturan di tambah kacamatanya. Sebenarnya matanya tidak bermasalah, ia menggunakan kacamata untuk model saja. Tapi siapa sangka saat di kelas 10 ia malah di ejek culun. Bukannya marah, ia malah senang karena jika penampilan seperti itu resiko mendapatkan masalah sedikit. Kecuali saat perkelahiannya dengan Ray, ia sangat marah saat itu karena mengetahui bahwa Ray telah memukul Lea.

Reno pun terdiam, lalu berjalan ke arah salah satu temannya yang lain.
"kenapa tuh" bisik Reno pada Kevin yang duduk disebelahnya.

"Lea habis kelai sama Anggara" jawab Kevin dengan nada suara yang lumayan pelan.

"kenapa bisa kelai?" bisik Reno lagi.

"gara-gara Lea pacaran sama ketua Phoenix" jawab Kevin.

"WHAT!!" Pekik Reno. Ia menjadi sorotan untuk kedua kalinya.

"kenapa?"
"bagus dong"
"tenang Ray gak bakal tau"
"kalau di sekolah baby bos kaya es batu"
Ujar Reno, ia mengerti kenapa Anggara marah pada Lea.

"Gar, kalo Ray macam-macam sama baby bos gue langsung turun tangan" Ucap Reno sambil mengangkat tangannya dan memamerkan otot di tangannya.

"kenapa masih pada diam?"
"gak percaya sama gue?"

"percaya" ujar Anggara.
"awas sampai Lea di apa-apain sama Ray, gue tinjak lo" lanjutnya.

"siap" Reno mengangkat tangannya seperti sedang hormat.

Kenapa hanya Reno? Karena cuma Reno yang satu sekolah dengan Lea, yang lainnya bersekolah di SMA Agitama.
Hampir 98% anggota WATR  di SMA Agitama. Sisanya di SMA Bintang dan SMA Harapan.

Setelah berdamai mereka kembali bercanda ria sambil bertukar cerita.

"Ren, maksud lo bilang kalo baby bos kaya es batu tadi apa?" tanya Andra yang sedari tidak mengerti maksud dari Reno.

~baby bos: panggilan yang Andra buat untuk Lea karena tubuh yang ia miliki pendek dan kecil. Karena sering mendengar Andra menyebutkan panggilan itu, Reno mulai ikut-ikutan. Hanya mereka berdua yang berani memanggil Lea dengan sebutan baby bos.
Lea sempat kesal dengan panggilan itu tapi sekarang ia sudah terbiasa dan tidak kesal lagi kecuali kalau dia disebut kecil, ia benci sebutan itu.

Reno bangkit dari duduknya lalu berdiri di samping Lea yang sibuk mengisap vapenya.
"karena kalo di sekolah baby bos jarang bicara, bukan jarang tapi sangat jarang" jawab Reno dengan heboh.
"yakan baby bos" lanjutnya sambil melirik Lea.

"diam lo"

"kalau di sekolah baby bos cuma tidur, trus kalau ngomong cuma iya,hm,gak" ucap Reno yang mendapat jitakan dari Lea.
"baby bos kayak cewe gue kalau lagi ngambek" lanjutnya sambil mengusap kepalanya yang kesakitan.

"sudah?" tanya Lea.

"sudah baby bos" jawab Reno lalu pindah ketempatnya semula.

"bicara sana" Lea menyenggol pelan lengan Anggara.

Anggara pun mengangguk lalu berdiri dari duduknya.
"ehm, perhatian"

Semua anggota WART menghentikan kegiatan mereka lalu menoleh ke arah asal suara.

"gue Anggara Desta Alexander sebagai Beta 1 mau ngucapin makasih buat kalian yang sudah setia sama Wolves and The Rose's, gue harap kalian semua selalu seperti ini.
Ingat janji kalian waktu pertama kali masuk?"

"ingat" jawab semua anggota dengan serentak.

"apa?" tanya Anggara

"happy times have to share. when sad should encourage each other. when winning must be grateful. when falling must rise together"  jawab seluruh anggota dengan serentak.

"bagus"
"itu aja, makasih"  Anggara kembali duduk.

Saat melihat Anggara telah duduk, Fano dan Andra pun langsung berdiri.

"kalian semua pasti sudah kenal gue, Stefano Bactiar sebagai Beta 2. Kata kata gue juga sama kayak Anggara. Makasih"

"gue Deandra Cristian, walaupun gue bobrok gue anggota inti yaitu Sigma.
Kami bertiga anggota inti dari WARS. Untuk yang sudah jaga anggota baru, walaupun kita bertiga sudah satu sekolah dengan kalian, tugas kalian harus tetap terlaksana. Ngerti?"

"ngerti"

"kalian sebagai anggota baru juga harus hormati mereka"

"siap kak"

Andra dan Fano duduk kembali.

"psst"
"psst"
"Lea bangun" bisik Anggara pada Lea yang sedang tertidur.

Lea terkaget "sudah?" tanya Lea yang di angguki Anggara.

"ehm, Gue Azalea Quinn Alister. Gue sebagai Alpha lebih tepatnya Ketua dari Wolves and the Rose's"

Semua anggota berdecak kagum, walaupun dari mereka merupakan anggota lama, mereka tidak tahu bahwa ketua dari geng motor besar yang terkenal di Bandung dan sudah hampir tersebar di Jakarta adalah seorang perempuan. Karena saat di seleksi mereka hanya bertemu Anggara,Andra dan Fano saja.

"Kalian kira Alpha kalian tuh Anggara kan?" tebak Lea tepat sasaran.
"gue udah tau, pas pertemuan sebelumnya, kalian ngira gue pacar Anggara ketua kalian karena gue ada terus kalau kalian ngumpul"

"gue udah megang tanggung jawab ini selama 3 tahun,dan tepat hari ini tanggal 18 Maret 2019 adalah 3 tahun gue jadi Alpha".

Mereka semua betepuk tangan dengan rasa bangga.

"harapan gue, kita tetap maju, jangan pantang mundur. Selalu bersama".
"dan terakhir, jangan beritahu mengenai Alpha atau gue ke siapapun. Atau kalian akan terima akibatnya" ujar Lea dengan Wajah serius. Yang mendengar ucapan Lea tampak ketakutan walapun suaranya agak pelah tapi terdengar sangat menyeramkan.

Melihat anggota lainnya tampak ketakutan Andra pun mulai angkat bicara. "oke kita lanjut makannya, bos yang teraktir" ujar Andra untuk mencairkan suasana.

AZALEA Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang