Part 5

45.6K 3.7K 69
                                    

Rumah besar yang biasanya seperti rumah tidak berpenghuni kini tampak ramai karena suara tawaan beberapa orang.

"Tadi malam si Raya ngorok nyaring amat anjirrr" ujar Alvin.

"Enak aja, lo yang ngorok sampai tuh kaki lo tuh yang bekuridak nempel di muka gue" kesal Raya sambil menunjuk mukanya.

"Harum kan kaki gue" Alvin melirik Raya dengan genit.

"Pake banget" ucap Raya.

Alvin tersenyum bangga saat mendengar ucapan Raya.

"Kakinya bau kaya TPA kampung sebelah" ujar Raya sambil membisik ke teman temannya. Mereka langsung tertawa terbahak bahak. Alvin yang mendengar itu tampak malu dan memukul punggung Raya agak keras.

"Bangke lo" Raya membalas pukulan Alvin.

"Kalo mau kelai di depan rumah aja" ucap bi Ika yang datang dari dapur sambil membawa beberapa cemilan.

Mereka pun kembali tertawa. Terkecuali Lea ia tampak mengantuk saat ini, hampir 5 kali ia menguap karena rasa kantuknya.

"Lea kami pamit ya" ujar Tia sambil melambaikan tangannya.

Lea hanya mengangguk lalu tersenyum tipis.

Setelah teman temannya pergi rumah besar itu kembali sepi seperti biasa.

Huh

Lea berjalan menuju kamarnya lalu merebahkan badannya di atas tempat tidur dan tanpa sadar ia langsung terlelap.

••••

Sebuah warung yang saat ini tampak ramai di penuhi para lelaki berjaket hitam yang sedang bersantai, ada yang bernyanyi, merokok dan bercanda tawa.

"Liat hp gue ga?" Tanya Alvin yang sedang memeriksa kantong celananya satu persatu.

"Gak"

"Ga liat"

"Dalam tas lo?"

"Udah gue cari tapi gak ada" Alvin mengambil tasnya lalu membongkarnya lagi.

"Ketinggalan kali"

"Nah bisa jadi"

"Anjir, gue ke rumah Lea dulu" Alvin mengambil kunci motornya yang ada di meja.

"Gue ikut" ujar seorang lelaki yang ada di pojok kursi mereka.

"Ray? Mau ngapain?" Tanya Alvin.

"Dasi gue juga ketinggalan" ujar Ray yang beranjak dari tempat duduknya.

"Ayo" ajak Ray.

Saat tiba di kompleks rumah Lea tiba-tiba mereka melihat sebuah mobil berjalan dengan kecepatan yang cukup tinggi.

"Kejar"

Alvin yang saat ini mengendarai motor pun langsung menancap gasnya mengejar mobil bermerek lamborghini itu.

Kini motor mereka terhenti saat melihat mobil itu berhenti di sebuah kafe.Mereka sempat menunggu beberapa menit, lalu orang itu keluar dari mobilnya. Orang itu tampak memakai pakaian tertutup serba hitam.

"kayak mau melayat aja pake hitam-hitam" ujar Alvin.

"Sstt"

Mereka terus menatap orang itu, sampai orang itu duduk di kursi pojok kafe tersebut.

"Untung masi keliatan" ujar Alvin lagi.

Saat menunggu beberapa menit, mereka tercengang saat melihat seorang pria menggunakan motor ninja hitam serta jaket bergambar kalajengking.

AZALEA Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang