24. Hari Pertama Pernikahan

3.8K 193 11
                                        

Senang rasanya ketika kamu bangun tidur yang pertama kamu lihat bukan diding kusam, bukan guling yang terdapat pulau, bukan juga jendela yang masih tertutup tirai melainkan bidadari bersurai hitam panjang disampingmu.

Senang rasanya ketika kamu harus sholat subuh namun tak lagi sendiri ada yang menemani.

Senang rasanya kini Rama menikmati itu semua, melihat rambut kucir kuda itu sedang kesana kemari memasak untuk mereka sarapan.

"Kirain kamu gk bisa masak, sayang" ucap Rama mesra yang telah mengganti panggilannya

"Bisa dong Mas, aku nikah karena aku sudah siap. Aku mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk suami ku kelak, dan kini suamiku adalah kamu" balas Isya tanpa mengalihkan perhatiannya dari kompor

"Aku juga gk keberatan kamu gak bisa masak, nanti aku aja yang masakin" ucap Rama tegas

"Ish, sekarang aja bilang gitu nanti kalo udah 10 tahun dari sekarang kamu pasti bilang.. Sayang, kamu belajar masak yahh.. " ejek Isya sambil menghidangkan nasi goreng dihadapan Rama

"Ciee.. Makanan pertama yang dimasakin istri, aku makan yah" ucap Rama bersemangat, setelah mengucap basmallah ia pun segera melahapnya

"Gimana mas?"

"Daebak..."

"Sok sok an korea ih" balas Isya sambil terkekeh pelan

"Habis ini kita mandi yah nant,-"

"Hah? Kita?" potong Isya kaget

"Iya, masing masing maksud aku.. Kamu mikir apa hayoohhh" goda Rama

"Ha? Enggak kok Mas.." jawab Isya gugup

"Yasudah ayo makan, kasian makanannya melihat ke uwu an kita" ucap Rama sambil terkekeh

"Aku kira mas gk alay ih" balas Isya

"Aku gini cuman keorang tertentu aja"

"Isya spesial dong"

"Kalau spesial adalah kata yang menurut kamu pantas menggambarkan seberapa pentingnya kamu untuk ku maka iya, kamu sangat spesial Isya"

"Jangan spesial eh"

"Terus?"

"Daebak.." balas Isya sambil mengacungkan kedua jempolnya, mereka berdua pun tertawa.

****

Isya dan Rama tinggal diperumahan yang isinya hampir semua tentara, namun perumahan ini bukan perumahan tentara. Perumahan ini dekat dengan kodim tempat para tentara bekerja, maka dari itu Rama membeli salah satu rumah disini untuk memudahkan mobilitas nya dalam bekerja.

Sore ini Isya dan Rama berpegangan tangan sambil mengeliling komplek perumahan.

"Enak yah meski dipusat kota tapi banyak pohon gitu, adem rasanya" ucap Isya spontan

"Alhamdulillah kalau kamu suka, aku beli ini 3 tahun lalu setelah pindah tugas kesini"

"Oh, baru dong belinya"

"Iya, jarang ditempatin juga aku seringnya tidur dirumah mamah lebih nyaman soalnya"

"Hmm.."

"Isya tidak menyesalkan menikah sama mas?"

"Eh? Kok gitu nanya nya? Yah nggak lah, Isya senang bisa menjadi pasangan hidup dari Mas Rama"

"Kata orang jika sepasang suami istri berhasil mempertahakan pernikahaan setelah 40 hari mereka menikah, maka pernikahan itu sudah mendekati kata berhasil. Kamu mau kan bertahan lebih dari 40 hari sama mas?"

Siap! Salah Jodoh?? (complete)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang