Doyoung tersenyum ketika lift terbuka dan menampilkan sosok Jinhye berdiri di depannya. Ia sedikit bergeser saat Jinhye masuk ke dalam lift kemudian melirik perempuan itu sekilas. Ia membuka mulutnya untuk menyapa, tetapi kembali mengatupkannya saat ada orang lain yang masuk ke dalam lift.
Mereka tidak saling meyapa hingga keduanya berjalan menuju basemant untuk pergi ke kampus dengan mobil masing-masing.
"Hati-hati."
Jinhye yang akan masuk ke dalam mobil pun menoleh pada Doyoung yang tengah menatapnya. "Ya. Kau juga," ucapnya kemudian masuk ke dalam mobil.
Jinhye melajukan mobilnya lebih dulu dari Doyoung dan pria itu mengikutinya dari belakang.
Awalnya Jinhye merasa tidak peduli, tetapi lama kelamaan ia merasa risi saat melihat dari spion ketika mobil Doyoung terus berjalan di belakangnya. Padahal lelaki itu bisa saja membalapnya dan melajukan mobilnya lebih dulu. Tapi kenapa Doyoung seolah ingin terus melaju di belakang Jinhye?
Jinhye menghela napas panjang kemudian menambah kecepatan mobilnya saat jalan di depannya kosong.
🌱🌱🌱
"Kau sudah dengar? Kemarin ada yang melihat Doyoung Sunbae pulang bersama seorang perempuan."
Fokus Jinhye teralihkan saat mendengar ucapan Yoora barusan. Ia menajamkan pendengarannya dengan pandangan tertuju pada buku.
"Benarkah? Siapa? Sejeong Sunbae?" tanya Mina.
"Bukan. Ini perempuan yang berbeda."
"Siapa? Dari fakultas mana?"
"Tidak ada yang tahu perempuan itu dari fakultas mana."
"Apakah wajahnya tidak terlihat?"
"Iya. Orang yang melihatnya hanya melihat perempuan itu masuk ke dalam mobil Doyoung."
"Sayang sekali. Padahal aku ingin tahu siapa orang yang beruntung diajak pulang bersama oleh Doyoung Sunbae," seru Mina kecewa.
Diam-diam Jinhye menghela napas lega saat mendengar ucapan Yoora. Ia tahu betul siapa perempuan yang dimaksud dalam pembicaraan mereka. Perempuan itu adalah dirinya. Dan Jinhye akan memarahi Doyoung ketika mereka bertemu nanti. Lihat kan, gara-gara sikap ceroboh pria itu, jadi saja ada yang memergoki mereka.
"Kenapa kau serius sekali mencatat?" Yoora menyikut punggung Jinhye.
"Karena aku sedang rajin," sahut Jinhye kembali melanjutkan kegiatannya.
"Apa karena kau ingin terlihat pintar di depan Taeyong Sunbae?"
Jinhye mengalihkan pandangannya dan menatap Yoora dengan sebelah alis terangkat. "Kenapa tiba-tiba membicarakan Taeyong Sunbae?"
"Dia berdiri di depan kelas kita," ucap Mina menatap ke arah pintu kelas, di mana Taeyong berada.
Jinhye mengikuti arah pandangan temannya itu kemudian mengerjap pelan saat melihat Taeyong melambaikan tangan padanya. Setelah terdiam beberapa saat Jinhye tersenyum pada lelaki itu.
"Mencatatnya dilanjutkan nanti saja. Ayo kita pergi istirahat."
Jinhye menoleh pada Yoora begitu mendengar ucapan temannya itu kemudian membereskan barang-barang miliknya.
Jinhye, Yoora, dan Mina berjalan keluar kelas. Dan pandangan Jinhye tidak lepas dari Taeyong yang juga terus menatapnya.
"Kalau begitu kita pergi duluan,"ucap Yoora menarik pergelangan tangan Mina dan meninggalkan Jinhye yang berdiri di samping Taeyong.
KAMU SEDANG MEMBACA
UNEXPECTED ✔
Fanfiction"Apa yang kau lihat?" "Menurutmu?" "Jangan terus menatapku seperti itu." "Ini mataku. Terserahku mau menatap siapa." __________________ Kim Doyoung dan Park Jinhye terpaksa harus menuruti keinginan kedua orang tua mereka yang menyuruh keduanya untuk...
