29 : I'm Here

3K 465 45
                                        

Suara musik mengalun memenuhi kamar dengan cahaya yang temaram. Sang pemilik terlihat menghentakkan kakinya, menikmati lagu yang diputar lewat ponsel miliknya dengan volume yang tidak terlalu besar. Sementara jemarinya sibuk bergerak di atas keyboard laptop, mengetik laporan yang seharusnya sudah selesai kemarin tapi baru ia kerjakan hari ini.

Setelah beberapa lama berkutat dengan laptopnya, Jinhye berhenti mengetik dan mengalihkan pandangan ke arah ponselnya saat musik yang diputarnya berhenti dan berganti dengan nada panggilan masuk.

Jinhye mengerutkan dahinya saat melihat nama yang tertera di layar ponselnya.

Lee Taeyong Sunbae

Setelah terdiam beberapa saat, Jinhye menjawab panggilan tersebut dan menempelkan ponselnya ke telinga. "Halo?"

"Halo. Kau di apartemen?"

"Iya. Ada apa, Sunbae?"

"Apartemenmu lantai berapa?"

"Kenapa?" tanya Jinhye bingung.

Dua hari sudah berlalu sejak hubungannya dan Doyoung tersebar, dan dia sama sekali tidak pernah bertemu dengan Taeyong setelah hari itu. Pertemuan terakhir mereka saat Taeyong memberikan sandwich pada Jinhye. Dan setelahnya Taeyong seolah menghilang. Doyoung memberitahu Jinhye bahwa Taeyong tidak masuk kuliah dan tidak bisa dihubungi. Tapi sekarang Taeyong tiba-tiba menghubungi Jinhye dan menanyakan alamat apartemennya. Kenapa? Ada apa?

"Ada yang ingin kukatakan padamu."

"Apakah harus sekarang?" tanya Jinhye dengan kerutan di dahinya.

"Iya. Katakan saja lantai berapa dan nomor berapa."

Jinhye menggigit bibir bawahnya dan mendesah pelan. "Sunbae bisa menungguku di lobi, aku akan turun."

"Tidak. Aku ingin bertemu di apartemenmu."

Jinhye menjauhkan ponselnya dan menatap nama yang tertera di layar ponselnya. Benar. Orang yang sedang berbicara dengannya adalah Lee Taeyong. Tapi kenapa Jinhye merasa sikap Taeyong aneh?

"Tunggu sebentar. Aku akan turun ke bawah."

"Lantai tiga, nomor dua belas."

Jinhye menghentikan langkahnya saat mendengar Taeyong menyebutkan alamat apartemennya. "D-dari mana Sunbae tahu?"

"Temanmu memberitahuku," jawab Taeyong. "Aku akan ke sana."

"T-tapi Sunbae--" Jinye tidak melanjutkan ucapannya saat mendengar nada sambungan telepon terputus.

Jinhye melihat ke arah ponselnya dengan bingung.
"Apa yang harus kulakukan sekarang?" tanya Jinhye pada dirinya sendiri. Ia terus mengginggit bibir bawahnya dan berjalan mondar-mandir sembari menggenggam erat ponselnya.

Ting tong ....

Jinhye bergeming di tempatnya saat mendengar bel apartemennya berbunyi.

Taeyong Sunbae? Kenapa cepat sekali?

Jinhye berjalan keluar kamar dan behenti di depan pintu apartemennya dengan ragu. Ia merasa ada sesuatu yang tidak beres, tapi ia tidak tahu itu apa. Jinhye sedikit terlonjak saat ponselnya berbunyi.

"Kenapa tidak dibuka?"

Suara Taeyong langsung memenuhi telinganya begitu ia menjawab panggilan tersebut. "S-sebentar Sunbae."

Jinhye mengulurkan tangannya dengan ragu kemudian menekan kenop pintu dan menariknya hingga pintu terbuka.

Jinhye melihat Taeyong tersenyum lebar padanya dengan sebelah tangan memegang ponsel yang menempel di telinga karena telepon mereka masih terhubung.

UNEXPECTED ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang