Bel pulang sekolah telah berbunyi sejak beberapa menit yang lalu. Murid kelas Sihyeon sudah banyak yang berhamburan keluar dari kelasnya.
"Sihyeon" panggil Sungchan tersenyum dengan melambaikan tangannya,
Sihyeon menolehkan pandangannya pada Sungchan yang sudah ada di depan kelasnya, ia bangkit dari tempat duduknya lalu berjalan menghampiri Sungchan.
"Kukira langsung pulang buat les" ucap Sihyeon ketika sudah tepat berada di samping Sungchan.
"Pengen liat kamu dulu" ucap Sungchan, "mukamu kenapa ? Kok pucet gitu"
"Hah, masa sih" jawab Sihyeon dengan memegangi wajahnya
Sungchan mengangguk, "sakit ?"
"Enggak sakit" jawab Sihyeon lalu pergi berjalan untuk pulang,
"Mau beli tteokbeokki depan sekolah dulu nggak ?" Tawar Sungchan.
"Boleh" jawab Sihyeon menganggukkan kepalanya,
Sungchan meraih tangan Sihyeon untuk digandengnya.
Ditengah perjalanan menuju gerbang terlihat samar sudah ada Pak Kyungsoo yang stay untuk menjemput Sungchan.
Sihyeon menoleh pada Sungchan lalu mengangguk, Sungchan menghela nafasnya.
Sihyeon memanyunkan bibirnya,
"Gapapa, Chan" ucap Sihyeon lalu tersenyum.
Sungchan menatap Sihyeon dengan pandangan tak relanya lalu berjalan menjauh untuk menghampiri supirnya.
"Selingkuhan ya" ucap Jeno berdecih sembari berjalan melewati Sihyeon.
Sihyeon membeku di tempatnya.
✨✨✨
"Mau pesen apa ?" Tanya Lia
Sihyeon masih setia melamun,
"Sihyeon !"
"Ha ? A-apa ? Kenapa ?" Tanya Sihyeon,
"Mau pesen apa ?" Tanya Lia kembali,
"Vanilla, apa aja" jawab Sihyeon dengan pandangan yang tak teratur dan bibirnya yang tak henti mengigiti kukunya,
"Ha ? Yang jelas. Vanilla banyak kalik, yang mana ?" Tanya Lia kembali,
"Milkshake milkshake" jawab Sihyeon.
Lia mengangguk lalu mengangkat tangannya untuk memanggil waitress dan membuat pesanan.
Lia mengerutkan keningnya, "ngelamunin apa sih ? Sungchan ?"
"Ha ? Enggak," jawab Sihyeon sekenanya.
Lia menggelengkan kepalanya lalu beralih pada ponsel genggamnya.
Saat ini mereka sedang berada di cafe untuk sekedar nongkrong.
"Eh eh liat deh, Heejin nge post foto" Lia menyodorkan ponselnya pada Sihyeon agar gadis itu melihat.
Sihyeon hanya melihat sekilas lalu mengangguk,
"Sok cantik banget sih" ucap Lia nyinyir.
"Iya" Sihyeon kembali mengangguk.
"Iya ? Iya doang ? Serius lagi mikirin apa sih, aneh deh lo" ucap Lia jengkel karena sahabatnya ini sungguh mengacuhkannya.
✨✨✨
Sihyeon lelah. Ia merebahkan tubuhnya pada kasur apartemennya.
Sihyeon melihat langit-langit kamarnya. Ia tak berhenti menggigiti kukunya.
Jantungnya berdegup tak karuan. Ia mencari ponselnya. Dilihatnya satu persatu kontak hingga berhenti pada satu nama. Jeno.
Ia memang memblokir semua kontak teman SMPnya namun ia masih menyimpannya, tidak menghapusnya.
Sihyeon membuka blokir kontak Jeno.
Ia masih menggigit-gigit kuku tangannya.
Hingga beberapa menit berlalu. Akhirnya ia memutuskan untuk menekan tombol hijau.
Tutt tutt tutt
"Halo"
Deg
"Jangan diem, aku di ..." suara di sebrang telefon itu memberi tahu alamat dirinya tinggal saat ini.
Sihyeon mematikan panggilan telefonnya lalu beranjak pergi menyambar tasnya.
✨✨✨
Sihyeon menggigit bibir bawahnya,
Ia masih ragu untuk memencet bel pada unit apartemen di depannya ini.
Ia kembali menggigiti kukunya,
Dengan berbagai pertimbangan ia akhirnya memencet tombol di depannya.
Tak lama,
Tiiit ceklek,
"Masuk" ucap Jeno.
Sihyeon mengangguk lalu berjalan masuk,
Jeno menengok kedepan pintu apartemennya ke kiri dan ke kanan, di rasa tak ada orang ia langsung menutupnya lalu berbalik.
Sihyeon menghentikan langkahnya lalu berbalik menatap Jeno,
"Why ?" Tanya Sihyeon.
Jeno tak menjawab, ia berjalan ke pantri memngambil minum untuk Sihyeon.
Sihyeon masih berdiam di tempatnya bediri, Jeno menghampiri lalu mengulurkan gelas pada Sihyeon. Gelas itu di tapis oleh Sihyeon hingga terlempar ke lantai.
Sihyeon menatap Jeno dengan tatapan ketakutannya, ia menggiti kukunya.
Jeno menghela nafasnya "Semua udah berakhir"
"Ga" Sihyeon menggeleng, "Ga, belom, ga ga" dengan nafas yang tidak teratur.
Jeno meraup wajahnya dengan telapak tangannya lalu menghela nafas kembali. Ia beranjak mendekat pada Sihyeon.
"Sihyeon denger, I'm here. So, it's okay" Jeno memegang pundak Sihyeon yang gemetar.
"Engga" Sihyeon menggelengkan kepalanya keras lalu tubuhnya merosot kebawah, keringat di pelipisnya tak henti berjatuhan.
"Ssst, it's okay" Jeno ikut terduduk lalu memeluk tubuh Sihyeon.
✨✨✨
"Minum dulu" Jeno mengulurkan gelas yang ada di tangannya.
Sihyeon menerima uluran dari Jeno dan mulai menegaknya hingga tandas.
"Lo banyak berubah" ucap Jeno,
Sihyeon beralih menatap Jeno tajam, "gila kalo lo ga berubah"
"Itu bukan salah lo" ucap Jeno,
Tatapan Sihyeon berubah menjadi tatapan tak percaya,
"Itu kecelakaan" lanjut Jeno.
Sihyeon menggelengkan kepalanya lalu menyenderkan punggungnya meniliki langit-langit apartemen Jeno dengan mengigiti kukunya.
"Lo," ucapan Sihyeon menggantung. "Kenapa setelah satu tahun baru nyari gue".
Jeno diam tak berniat menjawab.
Sihyeon berdecih. "Gue udah ada pacar"
"Terus ?" Tanya Jeno
Pandangan Sihyeon beralih pada Jeno dengan pandangan penuh tanda tanya,
"Kita ga pernah putus" lanjut Jeno,
Sihyeon berdecih,
"Berarti lo selingkuh" ucap Jeno. "Gue maafin"
✨✨✨
KAMU SEDANG MEMBACA
Misfit ✔️ [Jung Sungchan]
FanfictionApa jadinya jika mantan seorang pembuli melarikan diri dari masalalunya. Satu kejadian fatal yang membuat Sihyeon terpaksa meninggalkan semua tentang masalalunya hingga akhirnya dirinya bertemu Sungchan yang mempunyai segala sesuatu yang berketerbal...
![Misfit ✔️ [Jung Sungchan]](https://img.wattpad.com/cover/231171883-64-k342640.jpg)