"Sihyeon!" Lia melambaikan tangannya berlari kecil menuju meja kasir tempat Sihyeon berdiri saat ini.
Sihyeon menunduk mengucapkan terimakasih sembari memberikan bon kepada salah satu pelanggan lalu menoleh ke asal suara, suara Lia tentunya.
"Bentar" ucap Sihyeon melepas celemeknya lalu mengangkat tangannya guna memanggil salah satu pelayan untuk mengantikannya.
Sihyeon bukan bekerja, ia hanya sedang bantu-bantu. Semenjak kepindahannya ia memilih untuk tinggal di dekat salah satu cabang restoran Korean Barbeque milik keluarganya. Alasannya simple, agar dirinya bisa belajar bekerja tentunya.
"Udah beli tiket online atau beli disana aja ?" Tanya Sihyeon.
"Udah kok" Lia merogoh ponsel pada tas mungilnya lalu menunjukkan barcode tiket mereka.
Sihyeon mengangguk lalu mereka berjalan ke halte bus terdekat.
Sesampainya di bioskop Lia meminta Sihyeon untuk menunggu di kursi tunggu, katanya ia ingin membeli minuman dan popcorn untuk mereka berdua.
Disela menunggu Sihyeon merasa ada yang memperhatikannya sedari tadi.
Bukan. Bahkan sejak dirinya naik bus tadi.
Sihyeon mengedarkan pandangannya ke penjuru bioskop namun tidak ada yang nampak mencurigakan, hanya sepasang pasangan yang sedang menunggu film yang akan tayang seperti dirinya.
Tak ingin lebih berfikiran negatif Sihyeon berusaha mencari kesibukan. Dari membaca sipnosis film didepannya hingga hanya mengetuk-ngetukkan kakinya.
Lia sungguh lama, film sudah mau di mulai. Karena bosan Sihyeon membuka lock ponselnya lalu mencari room chatnya dengan Sungchan.
Jung Sungchan❣️
Sayang
Katanya nonton ?
Iya ini, Lia lama beli popcorn
Hahaha sabar
Oh itu Lia udah
Ok, have a nice time sayang
Sihyeon mengunci kembali ponsel pintarnya lalu memasukkannya kembali ke kantung celananya.
"Lama" gerutu Sihyeon,
"Namanya juga antri Sihyeon cantik"
"Udah yuk, dah mau mulai" ajak Sihyeon,
Lia mengangguk lalu mengikuti langkah Sihyeon memasuki ruang teater.
✨✨✨
"Gimana kemaren ngedatenya sama Lia ?" Tanya Sungchan dengan senyumnya,
"Biasa aja si, filmnya suck"
"Suck gimana ?"
"Ya masa film misteri tapi ketebak banget"
"Kamu kepinteran si"
"Jangan sarkas" Sihyeon mengerucutkan bibirnya,
"Ih ga gitu" Sungchan tertawa lalu mengacak pucuk kepala Sihyeon pelan.
"Oya nanti les lagi ?" Tanya Sihyeon walaupun 98% jawabannya pasti iya.
Sungchan menarik nafasnya panjang lalu menahannya, ia mengangguk lalu menghembuskan nafasnya.
Sihyeon hanya mengangguk dengan beroh ria. Sungchan sungguh peka, pacarnya ini butuh waktu darinya. Selama satu tahun mereka pacaran, kencan yang mereka jalani bisa di hitung jari.
Sihyeon tersenyum lalu mempercepat sedikit langkahnya mendahului Sungchan dan berbalik "aku duluan, jam pertama olahraga aku perlu ganti baju" lalu melambaikan tangannya,
Sungchan mengangguk melihat pacarnya membalikkan badannya kembali lalu berlari kecil menjauh darinya. Ia memperhatikan punggung Sihyeon hingga hilang dari pandangannya.
✨✨✨
"Anak-anak sebelum balik ke kelas nanti kembalikan dulu bolanya di ruang olah raga" ujar pak Pak Hoony guru olah raga SMA Jamsil. Walaupun SMA Jamsil di fasilitasi tukang kebun dan CS (cleaning servis) yang jumlahnya banyak namun tetap harus menngajarkan norma kedisplinan untuk siswanya.
"Baik pak" ucap serempak murid XI IPA3.
"Junkyu, ambil bola yang kelempar di taman belakang dong" perintah Seungmin.
"Aaah malas" jawab Jungkyu yang memang selalu mager melakukan segala macam jenis aktivitas.
"Buru" perintah Seungmin sekali lagi,
"Iyaa" jawab Jungku beranjak setehah hati dari jongkoknya dengan perasaan yang dongkol.
"Dah beres kan, ke ruang ganti yuk" ajak Lia
Sihyeon mengangguk lalu mereka berjalan ke ruang ganti untuk berganti ke pakaian seragam mereka.
"Jam terakhir ga ada peer kan ?" Tanya Yuna
"Kagak dih" jawab Chaeryeong
"Alhamdullilah mau makan dengan damai di kantin" ucap Yuna.
Lia yang sedari tadi menguping pembicaraan keduanya ikut menghela nafas lega.
Sihyeon yang memperhatikan kelakuan sahabatnya itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
✨✨✨
Tok tok tok
Pak June mengetokkan rotannya pada blackboard depan ruang kelas XIA-3.
"Perhatian semuanya ! Bapak akan mengenalkan murid baru" ucap pak June.
Sihyeon menghentikan aktivitasnya lalu mengangkat kepalanya untuk melihat siapa murid baru yang singgah di kelasnya.
Deg
Tubuh Sihyeon membeku.
"Perkenalkan dirimu" ucap pak Hari,
"Lee Jeno," ucap lelaki itu,
Pak June menoleh menunggu kelanjutan, namun tidak ada. Terpaksa pak June harus memperkenalkan murid barunya ini. "Pindahan dari SMA Serim".
Seluruh kelas riuh, terutama kaum hawa. Paras Jeno memang tak perlu di pertanyakan kembali. Sudah melebihi layak untuk dijadikan teman bersanding hingga hari tua.
"Kamu bisa duduk di bangku kosong dekat jendela samping Bomin" ucap June, Bomin yang namanya disebut peka lalu mengakat tangannya agar Jeno tahu bangku mana yang di maksud pak June.
Jeno mengangguk lalu berjalan menuju bangkunya.
Langkah Jeno terhenti tepat di samping Sihyeon.
Mereka saling memandang. Namun dengan tatapan yang sulit di artikan.
✨✨✨
Semoga suka hehe😗
Kalo suka vote ya, kalo gasuka komen hujat juga gapapa wkaka :D
KAMU SEDANG MEMBACA
Misfit ✔️ [Jung Sungchan]
FanfictionApa jadinya jika mantan seorang pembuli melarikan diri dari masalalunya. Satu kejadian fatal yang membuat Sihyeon terpaksa meninggalkan semua tentang masalalunya hingga akhirnya dirinya bertemu Sungchan yang mempunyai segala sesuatu yang berketerbal...
![Misfit ✔️ [Jung Sungchan]](https://img.wattpad.com/cover/231171883-64-k342640.jpg)