✨✨✨
"Chan" sapa Lia
Sungchan hanya melewati keduanya dengan wajah yang masih sedingin kemarin.
"Kalian marahan ?"
Sihyeon tak menjawab lalu melanjutkan jalannya menuju kantin.
Lia kebingungan lalu berlari kecil menyusul langkah Sihyeon.
✨✨✨
Sihyeon berjalan menuju ruang guru membawa tumpukan buku tugas murid kelasnya.
Hingga sampai di tangga kedua,
Brakk
Sihyeon menabrak sesuatu hingga semua buku di dekapannya berserakan. Ia langsung menunduk membereskan buku-buku di lantai hingga tatapannya terhenti pada kaki yang sedari tadi tak beranjak di depannya dan mungkin itu sosok yang ia tabrak tadi. Sihyeon mengadahkan kepalanya,
"Sungchan ?"
Sungchan hanya menatapnya datar lalu melangkahi buku di depan kakinya dan lanjut menaiki tangga.
Hari demi hari berlalu dan Sungchan masih terus menghindari Sihyeon
✨✨✨
"Sungchan kita perlu ngomong" teriak Sihyeon di koridor dengan berlari kecil menyusul Sungchan yang sedang berjalan menuju perpustakaan bersama Heejin.
Sungchan hanya menatap datar Sihyeon.
"Kalian marahan ?" Ucap Heejin dengan tertawa kecil, 'ce pet pu tus ya' Heejin menggerakkan mulutnya pada Sihyeon tanpa bersuara.
Sihyeon menatap sinis Heejin sekilas lalu beralih pada Sungchan kembali.
"Sunchan"
Sungchan menghela nafas lalu mengode Heejin agar pergi terlebih dahulu.
Heejin merotasikan matanya lalu melenggang pergi meninggalkan keduanya.
"Chan ?"
Sungchan hanya melihat Sihyeon dengan tatapan datarnya.
"Eunha udah bilang apa aja ke kamu ?"
Sungchan mengerutkan dahinya lalu berdecih.
"Sunchan, yang dia katakan ga sepenuhnya bener"
Sungchan kembali berdecih, "Yang mana yang ga bener ? Yang udah jadiin aku selingkuhan ? Atau yang buat dia koma setahun"
Sihyeon membeku, ia mencengkeram kencang roknya.
"Aku ga maksud"
"Ga maksud gimana, udah jelas kejadian"
"Dia koma itu karena kecelakaan"
"Ga bakal kecelakaan kalo kalian ga buli"
Mata Sihyeon memerah menahan emosi, "itu juga karena dia yang salah"
"Salah gimana, siapa yang mau playing victim sekarang"
"Sungchan !"
Sungchan kembali berdecih
"Soal Jeno, aku kira hubungan kita udah berakhir"
"Sihyeon denger,"
Sihyeon menatap tepat di mata Sungchan
"Lo kayak gitu, lo udah nyakitin Jeno juga" lanjut Sungchan.
Skak.
Sungchan berjalan pergi meninggalkan Sihyeon yang membeku di tempatnya.
✨✨✨
Sihyeon berjalan dengan tatapan kosong di trotoar arah apartemennya. Dirinya sengaja tak naik kendaraan apapun. Dirinya hanya ingin berjalan menggunakan kakinya hingga sampai dirinya di perempatan kota.
Tiinnnn
Srett
Sebuah tangan menggenggam erat lengannya hingga menepi.
"Gila lo, dikit lagi astaga"
Sihyeon melebarkan matanya, "Somi ?" Air mata Sihyeon menetes lalu menangis sesengguk an memeluk Somi.
"Ssstt nanti dulu nangisnya, di tengah kota Hyeon sstt" Somi menepuk-nepuk bahu Sihyeon pelan menenangkan.
Orang-orang yang berlalu lalang di jalan melihati mereka dengan tatapan aneh.
"Gausah di liatin atau gue congkel mata lo" ucap Somi membuat orang yang mendengarnya bergidik lalu berlari kecil menjauh.
✨✨✨
Kini mereka telah duduk pada ayunan di taman depan apartemen Sihyeon.
"Gue udah denger semuanya dari Jeno" ucap Somi
Sihyeon masih menunduk mengangguk.
"Mau gue bantu jelasin ?"
Sihyeon menggeleng, "percuma"
"Ya at least beban kesalahan lo berkurang"
"Sialan" kekeh Sihyeon miris.
"Gimana ?" Tawar Somi sekali lagi,
"Entahlah" Sihyeon menaikkan kedua bahunya.
"Gue yakin dia udah ngelebih-lebihin cerita ke cowo lo. Kayak dulu"
Jadi dulu ketika Somi menangkap basah perbuatan Eunha, Eunha tak lantas minta maaf. Dirinya malah playing victim membalikkan fakta pada Jeno. Bedanya Jeno tak lantas percaya dan langsung mengecek CCTV dan benar saja kalau semua itu perbuatan Eunha.
"Som ?"
"Apa ?"
"Sorry"
Somi terkekeh sekilas, "jangan salahin diri lo lagi, kalo lo masi mau balik ke kita, kita masih di tempat yang sama, kita masih selalu buka pintu buat lo"
Maya Sihyeon berkaca, dirinya hendak menangis kembali
"Eett udah jangan nangis nanti mata lo linu"
Sihyeon terkekeh lalu bangkit berdiri memeluk Somi.
✨✨✨
Tit tit tiit
Ceklek
Sihyeon membuka apartemennya dah ke empat sahabatnya telah memporak porandakan isi kulkasnya.
Sihyeon tersenyum sekilas lalu menghampiri Jeno dan duduk di sebelahnya.
Sihyeon meraih tangan Jeno,
"Jen, sorry"
"Hmm ?" Jeno mengerutkan dahinya.
"Selama ini aku udah bikin lo sakit. Lo ga pernah bilang. Gue egois" Sihyeon meneteskan air matanya.
Ke empat temannya melihat keduanya dalam diam.
"Sst nggak papa" Jeno meraih punggung Sihyeon lalu mendekapnya.
"Jen aku harus gimana ?"
"Sst udah tenangin dulu, nanti kalo pikiranmu udah dingin. Kamu pikirin baik-baik, jangan ambil keputusan waktu emosi gini"
Sihyeon mengangguk dalam dekapan Jeno.
Beberapa menit berlalu, Sihyeon tak lagi menangis. Kini ia menyenderkan kepalanya pada dada Jeno ikut menonton film yang diputar teman-temannya di depannya. Sesekali Sihyeon ikut tertawa walaupun masih belom bisa selepas biasanya.
✨✨✨
KAMU SEDANG MEMBACA
Misfit ✔️ [Jung Sungchan]
FanfictionApa jadinya jika mantan seorang pembuli melarikan diri dari masalalunya. Satu kejadian fatal yang membuat Sihyeon terpaksa meninggalkan semua tentang masalalunya hingga akhirnya dirinya bertemu Sungchan yang mempunyai segala sesuatu yang berketerbal...
![Misfit ✔️ [Jung Sungchan]](https://img.wattpad.com/cover/231171883-64-k342640.jpg)