Apa jadinya jika mantan seorang pembuli melarikan diri dari masalalunya. Satu kejadian fatal yang membuat Sihyeon terpaksa meninggalkan semua tentang masalalunya hingga akhirnya dirinya bertemu Sungchan yang mempunyai segala sesuatu yang berketerbal...
Sungchan menoleh dari meja belajarnya, "Hyung, tumben kau kemari"
"Ada yang hyung harus katakan padamu"
"Tentang Sihyeon ?"
Jaehyun mengangguk
"Aku udah tau"
Jaehyun mengangkat sebelah alisnya,
"Rumit" Sungchan berdecih.
*flashback on* Sungchan POV
Ketika hendak menjenguk Eunha, Sungchan mendengar keributan dari kamar Eunha. Dirinya melihat Sihyeon sedang berdiri di depan kursi roda Eunha dengan banyak hal yang ia katakan. Awalnya Sungchan ingin melerai namun semua hal yang di ucapkan Sihyeon adalah puzzle piece yang selama ini ia rasa aneh dalam penjelasan Eunha padanya.
Ia mendengarkan dari balik pintu hingga,
Plakk
Sungchan nyaris membuka knok pintu hingga Sihyeon ternyata dapat mengatasinya dengan baik.
Hingga satu kalimat terakhir, "Oya satu kali lagi. For your information aja gue tulus ke Sungchan so don't touch him"
Sungchan membalikkan badan ketika Sihyeon keluar dari pintu lalu membantingnya dan berjalan keluar rumah sakit.
Dirinya nampak berfikir, dari awal pun yang memang berniat menerima apa adanya Sihyeon tanpa peduli latar belakang Sihyeon adalah dirinya. Dan mungkin memang ini waktunya untuk mengembalikan Sihyeon pada Jeno.
Sungchan membuka knok pintu ruangan Eunha, dilihatnya raut muka Eunha yang panik.
"S-sungchan"
"Gue udah denger semuanya" Sungchan merogoh kantongnya untuk mengambil dompeynya. Ia mengeluarkan check satu juta won 10 lembar. "Nanti kurangnya aku transfer ke rekening lo, itu cukup buat sampek lo bisa cari kerja. Jangan ganggu hidup Sihyeon lagi"
Sungchan membalikkan badannya lalu berjalan keluar ruangan meninggalkan Eunha yang termenung di tempatnya.
*flashback off*
✨✨✨
"Terus mau kamu sekarang ?" Tanya Jaehyun
Sungchan mengangkat kedua bahunya lalu menyandarkan punggungnya pada senderan kursi belajarnya. Ia merotasikan kursinya menghadap meja belajarnya kembali.
"ga mau coba buat Sihyeon pilih kamu gitu ?"
Sungchan menggeleng,
"Why ?"
Sungchan kembali mengangkat bahunya tanpa membalikkan tubuhnya.
"Kalo kamu beneran sayang ke Sihyeon. Coba pikirin lagi" Jaehyun beranjak lalu mengusap pelan kepala Sungchan.
"Apapun keputusanmu, selesaikan secepatnya. Dengan baik baik tentunya" lanjutnya.
Sungchan mengangguk lalu kembali terfokus pada buku didepannya. Tidak, dia tidak benar-benar fokus, pikirannya berkutat pada Sihyeon sekarang.
Untunglah beberapa hari kedepan dirinya mengikuti pekan olimpiade nasional di Mapo. Jadi ada alasan untuk tidak bertemu dengan Sihyeon. Jujur saja hatinya belum siap. Dan at least bisa mengalihkan dirinya dari masalah tentang Sihyeon. Jujur saja beberapa hari lalu setelah dirinya mengetahui segala fakta yang sebenarnya, dirinya ingin memahami Sihyeon dan mendengarkanya baik-baik. Namun entah setiap melihat Sihyeon emosinya masih belum stabil, mungkin karena rasa terhianati. Mungkin beberapa hari lagi ketika kepalanya sudah dingin dirinya lebih bisa mengambil keputusan yang tepat.
✨✨✨
"Udah bangun ?" Tanya Jeno yang bermain ponsel menyandarkan punggungnya di kepala ranjang Sihyeon.
Sihyeon mengangguk lalu mendekatkan dirinya untuk memeluk perut Jeno. "Anak-anak mana ?"
"Udah pulang dari satu jam setelah kamu tidur" jawab Jeno
Sihyeon mengangguk, "Jen"
"Hmm ?"
"Apasi yang kamu suka dari aku"
"Ummmm" Jeno nampak berfikir lalu beberapa detik kemudan mengangkat kedua bahunya.
"Hmm ?"
"Gatau Sihyeon sayang" Jeno meletakkan ponselnya pada nakas samping ranjang Sihyeon lalu merebahkan tubuhnya memeluk Sihyeon.
Sihyeon mendekatkan kepalanya pada dada Jeno. Entah memang yang dia tau, dia dan Jeno tau tau bersama dan sejak kapan mereka saling bergantung, dirinya sudah lupa.
"Hyeon,"
"Hmm ?"
"Gimana keputusanmu"
"Gatau" Sihyeon mengeratkan pelukannya pada perut Jeno sambil membenamkan kepalanya pada dada Jeno.
"Jangan gatau"
Sihyeon menghela nafas, "yang pasti aku harus minta maaf"
"Kamu masih mau balik ke Sungchan ?"
Sihyeon menggeleng, "aku udah ga layak buat dia, dia deserve dapet yang lebih baik dari aku"
Jeno mengerutkan dahinya, "lah, terus aku dapet buruknya kamu gitu ?"
Sihyeon sadar akan ucapannya lalu terkekeh pelan.
"Nyebelin" Jeno mencubit pelan hidung Sihyeon
"Jen,"
"Hmm ?"
"Kenapa kamu baik banget"
Jeno mengangkat salah satu aslisnya, "aku ? Baik ? Ga salah ngomong kamu ?" Jeno terkekeh
"Harus banget ya nanti kamu lanjutin usaha papa Donghae ?"
"Ummm," Jeno nampak berfikir "ga sepenuhnya si, selama ini juga udah banyak di handle sama Taeyong hyung. Kenapa ?"
Sihyeon menggeleng, "takut"
Jeno tersenyum sekilas lalu menepuk-nepuk pelan punggung Sihyeon.
"Cukup kamu tau aja, ga ada yang berhak sentuh kehidupan kita" Jeno mengecup kening Sihyeon.
✨✨✨
Jeno
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.