Apa jadinya jika mantan seorang pembuli melarikan diri dari masalalunya. Satu kejadian fatal yang membuat Sihyeon terpaksa meninggalkan semua tentang masalalunya hingga akhirnya dirinya bertemu Sungchan yang mempunyai segala sesuatu yang berketerbal...
"Tumben pakek hoodie, kamu sakit ?" Khawatir Sungchan ketika melihat Sihyeon duduk di kursi penumpang mengenakan Hoodie kuning yang sangat tebal.
'Lee Jeno, awas lo' gerutu Sihyeon dalam hari. "Nggak, lagi mood aja"
"Nggak panas ? Ini summer sayang"
"Nggak kok" jawab Sihyeon sekenanya.
Sungchan hanya mengangguk lalu melajukan mobilnya menuju sekolah.
✨✨✨
"Asahoy! Jangan lari-lari. Gue gabisa konsen nyalin nih" teriak Lia pada Asahi yang sibuk lari ala ninja mengelilingi kelas.
Lari Asahi terhenti "ya ngapain diliatin dih. Lagian gue lari sama Haruto kenapa cuma gue doang yang kena omel"
"Berenti nggak ?!" Ancam Lia
Asahi dan Haruto lanjut berlari tanya memperdulikan Lia.
Lia menghela nafas kasar dengan memutar bola matanya.
Mata Lia teralih pada Sihyeon yang memasuki kelas. "Tumben lo pakek hoodie"
"Lagi mood aja"
Lia masih menilik intens, "nggak lagi sakit kan ?"
"Enggak, Lia"
Lia menganggukkan kepalanya tanpa mau berfikir yang iya-iya lalu lanjut menyalin peernya yang sempat tertunda.
Sudut mata Sihyeon melirik Jeno yang duduk di bangkunya yang sedari tadi menampilkan smirknya.
✨✨✨
"Bu, izin ke toilet" pinta Sihyeon dengan mengangkat tangannya
Sandara mengangguk lalu melanjutkan mengajarnya.
Sihyeon beranjak dari tempat duduknya lalu berjalan melewati koridor sepi. Iya karena memang kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung.
Dirinya memasuki salah satu bilik toilet lalu menguncinya.
Tak lama ketika dirinya ingin keluar, Sihyeon mengurungkan niatnya. Terdengar beberapa siswi di depan biliknya sedang membicarakan dirinya.
"Kemaren Sihyeon jahat banget ga sih"
"Eh iya, kelewatan si sampek gituin Heejin"
"Kasian Heejin"
"Btw gue dari lama udah mikir sih, Sihyeon pasti buat sesuatu sampek Sungchan lebih milih dirinya dari pada Heejin yang udah baik, cantik, pinter lagi"
"Eh samaaa. Gue juga ngebatin kayak gitu"
"Kok bisa ya"
"Kan, ga cuma gue yang mikir gitu"
"Ck ck ck"
Dari dalam bilik Sihyeon mencengkeram roknya kuat. Ia mencoba menahan emosinya. Sungguh menyebalkan. Dirinya datang kesini karena ingin menghindar dari onar karena dulunya ia pembuat onar. Namun kenapa menjadi baik begitu menyebalkan. Sial.
Sihyeon mengatur nafasnya hingga emosinya stabil lalu keluar bilik. Dua orang siswa yang membicarakannya nampak terkejut. Namun Sihyeon tak berniat menegur. Ia mencuci tangannya di wastafel lalu mengambil tissue dan keluar. Ia berusaha sesantai mungkin.
✨✨✨
"Sungchan, nanti malam ikut mama ke acara tante Irene. Mama udah taroh tuxedo di kamarmu" ucap Yoona tak terbantahkan. Dah ya, Irene adalah mama dari Heejin.
"Iya" jawab Sungchan singkat lalu menaiki tangga ke kamarnya.
Ia merebahkan punggungnya di sofa samping tempat tidurnya. Ia merogoh ponsel dari saku celananya. Sungchan membuka lockscreen ponselnya yang menunjukkan foto gadis yang sangat ia sayang. Gadis yang ia cintai pada pandangan pertama, sungguh lucu. Sungchan tersenyum simpul.
✨✨✨
"Aduuuh jeeng, nunggu lama ya ? Maaf tadi macet" ucap Yoona tak enak karena telah telat selama lebih kurang tiga puluh menitan.
"Nggak papa, biasa jam pulang kerja jeng" Jawab Irene dengan senyumnya yang sangat manis.
Sungchan duduk tak berniat membuka obrolan apapun dengan gadis disampingnya, iya itu Heejin.
"Sungchan" panggil Heejin dengan senyum cerahnya
Sungchan melirik sekilas lalu tersenyum sekenanya, ia melihat sekeliling.
Nuansa classic sungguh kental. Alunan biola yang di bawakan seorang violinis. Sungchan mahir memainkannya juga. Tapi bukan berarti ia menyukainya. Itu hanya keinginan mamanya.
"Si sulung kok nggak ikut jeng ?" Tanya Irene
"Biasa jeng, lagi ada shift"
"Oalaah, gimana Sungchan mau ikut jejak kakaknya atau dokter umum aja ?"
"Gatau ni, katanya mau bedah umum kayak papanya"
"Bagus bagus. Yang semangat sekolahnya Chan" ucap Irene
"Iya tante" jawab Sungchan sekenanya,
"Kalau Heejin ? Jadi mau lanjut designers ?" Tanya Yoona pada Heejin
"Iya tante, Heejin suka banget ngedesign. Biar nanti Heejin juga bisa bikinin baju buat calon suami Heejin" Heejin tersenyum manis menolehkan kepalanya pada Sungchan.
Sungchan mengeriyitkan dahinya pura-pura sibuk mendengar permainan violin di panggung di depan meja mereka.
Yoona tersenyum kikuk. Tau jika anaknya sudah punya pacar namun disisi lain dirinya sedikit ingin Heejin saja yang jadi menantunya. Sudah cantik, baik hati, cerdas pula. Dan sepertinya Heejin sangat tulus menyukai Sungchan.
✨✨✨ BTW mulai chapter ini konflik-konflik yang sesungguhnya bakal di mulai gangs. So vote ya biar aku makin semangat nulis 😗 luv luv
Sungchan
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Heejin
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.