24

56 7 10
                                        

✨✨✨
*Flashback*

Eunha POV

Setelah keluar dari panti asuhan, sekarang dirinya harus berjuang untuk hidupnya sendiri. Dirinya harus pergi kesekolah dari pagi hingga siang dan bekerja paruh waktu di sore hingga malam hari.

Ini hari pertamaku menginjakkan kaki di sekolah baru. Dulunya ketika diriku masih dibiayai oleh panti, aku sekolah di dekat pantiku. Sekarang aku menguji peruntungan ke kota untuk sekolah sekaligus bekerja.

Sudah nyaris telat, aku berlari hingga tak sadar lampu lalu lintas sudah berubah warna.

Tiinnnn

Aku memejamkan mataku hingga tak sadar seseorang menarikku kebelakang. Aku membuka mataku 'Tuhan, apa ini di surga ?' Aku melihat lelaki yang sangat sangat sangat tampan 'oh dia memakai seragam sepertiku'.

"Lo gapapa ?" Tanya lelaki itu

Aku menggeleng, belum sempat aku berterimakasih lelaki itu sudah berlari memasuki gerbang sekolah. Aku melihatnya berlari hingga punggungnya hilang di balik pilar gedung.

✨✨✨

"Selamat pagi anak-anak, hari ini ibu perkenalkan murid baru pindahan dari Daegu. Ayo Eunha perkenalkan dirimu"

"Hai, aku Eunha. Senang bertemu kalian" aku tersenyum. Namun suasana kelas nampak hening seperti tak tertarik sama sekali. Aku mengedarkan pandanganku hingga terhenti di satu titik.

Deg

'Lelaki tadi' seulas senyum terbit di bibirku.

"Eunha kamu duduk di bangku kosong itu" tunjuk bu Seulgi

Aku mengangguk lalu berjalan menuju bangku kosong yang di maksud bu Seulgi.

Aku hendak menyapa namun lelaki itu sudah terlebih dahulu menyandarkan kepalanya pada meja menghadap jendela luar.

✨✨✨

Kring kring kriingg

Bel istirahat berbunyi, aku buru-buru mengemasi barangku agar dapat berbicara dengan lelaki itu. Lelaki itu berjalan keluar kelas hingga mau tak mau aku harus cepat beranjak dan berlari.

Jantungku berdetak begitu cepat, membayangkan berbicara dengannya pun sudah membuatku gugup.

Jarak kita sudah dekat, tanganku terulur untuk menyentuh bahunya hingga

"Laperrr, ayok cepet" omel manja perempuan yang berlari dari depan lelaki itu dan langsung meraih lengan lelaki itu. Disusul empat orang lain yang nampaknya satu circle dengannya.

Aku mengikuti mereka dari belakang. Di kantin aku berusaha duduk di dekat mereka agar dapat mendengar apa yang mereka bicarakan. Mungkin akan asik jika aku dapat mengerti dan bergabung nantinya.

✨✨✨

Setiap pulang sekolah aku selalu tak segaja melihat gang mereka di cafe samping sekolah. Aku memberanikan diri menghampiri mereka.

"Eee hai" mereka menatapku dengan penuh tanda tanya.

"Kenalin aku Eunha, temen kelas dia" aku menunjuk lelaki itu.

"Jeno ?" Salah satu dari mereka bertanya.

Aku tersenyum 'oh namanya Jeno' lalu aku mengangguk.

Mereka hanya ber-oh ria dan saling menampilkan expresi tak tertarik. Sedangkan Jeno tetap menampilkan ekspresi dinginnya.

Aku masih setia berdiri di samping mereka hingga beberapa menit.

"Lo ga capek berdiri terus ?" Tanya salah satu dari mereka.

Aku hendak duduk di samping Jeno

"Eeett ngapain ?"

"Duduk ?" Tanyaku bingung

"Maksud gue, pergi" ucapnya dengan tatapan yang tak bersahabat.

Kenapa mereka tega sekali. Aku hanya ingin punya teman. Mau tidak mau aku harus pulang dan pergi ke tempat kerja paruh waktuku.

✨✨✨

Hari demi hari berlalu, aku masih tak bisa dekat dengan Jeno. Menurut informasi, Jeno sudah punya pacar. Tapi cuma sebatas pacar bukan. Pacar bisa putus, jadi apa salahnya aku coba.

Klingg

Bunyi lonceng pintu masuk cafe tempatku berkerja.

"Selamat datang" aku membungkuk lalu mengadahkan kelapaku, aku terkejut karena yang datang Jeno dan kelima temannya, termasuk yang di sebut pacarnya.

'Apa yang harus kulakukan untuk memisahkan mereka'

✨✨✨

Penutupan semester kelas kami mengadakan studytour ke Jeju.

Ini sudah malam, sekelibat aku melihat Jeno dan teman-temannya keluar dari penginapan. Aku mengikuti mereka hingga terhenti di depan club malam. 'Bagaimana mereka bisa masuk ?' Aku tak bisa menyusul mereka hingga ke dalam karena belum cukup umur. Alhasil aku harus menunggu mereka keluar hingga muncul ide brilian di otakku. Buru-buru aku kembali ke penginapan.

Aku menukar tag nama di pintu kamar hotel karena setiap ruangan sudah di tetapkan siapa-siapa saja yang tidur sekamar melalui tag nama di depan pintu. Aku menukar tag nama Yeji dengan Hyunjin. Agar ketika mereka bangun akan ada bencana besar dan Jeno akan membenci Sihyeon lalu memutuskan Sihyeon.

"Lo ngapain ?" Ucap seseorang di belakangku.

Deg

Aku menoleh, "S-somi"

Sial. Sejak saat itu aku jadi bahan buli an gang mereka.

Sihyeon, ini semua salahnya. Seharusnya aku bisa bersama Jeno jika tak ada dirinya di bumi ini. Aku hanya ingin sedikit berbahagia. Sihyeon punya semuanya, dia kaya dengan keluarganya yang utuh, dia punya teman yang setia dan pacar yang sempurna. Sungguh berbanding terbalik denganku. Aku hanya ingin satu, Jeno Lee.

*Flashback off*

✨✨✨
Sihyeon terengah engah menggedor apartemen Jeno,

Tiittt ceklek,

Jeno membuka pintu apartemennya dan kelihatan dirinya juga baru pulang dengan jaket kulit hitam dan topi kesayangannya yang masih ia kenakan serta map kertas di genggamannya.

"Hyeon," panggil Jeno dengan tatapan yang serius menatap Sihyeon









































"Itu Sungchan"

✨✨✨

Misfit ✔️ [Jung Sungchan]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang