19

51 8 5
                                        

✨✨✨

"Anak-anak kegiatan selanjutnya adalah jelajah alam. Kelompoknya bisa di lihat sendiri di papan pengumuman ya" ucap bu Hyorin lalu pergi mempersiapkan perlengkapan.

Sihyeon berjalan menuju papan pengumuman yang di maksud. Ia memutar bola matanya malas ketika tahu Heejin berada di satu team dengannya.

"Yaah kita nggak sekelompok" Lia cemberut,

"Perhatian-perhatian" seru bu Sandara, "kelompok satu diharap berbaris lalu berangkat dengan mengikuti petunjuk yang telah tertera di jalan. Ingat, perhatikan petunjuk baik-baik jangan terlalu banyak bercanda ya"

"BAIK BU" seru seluruh anggota kelompok satu.

"Gue berangkat duluan" ucap Lia lalu di angguki oleh Sihyeon.

"Yak kelompok dua mulai bersiap, 10 menit lagi kalian berangkat"

Sihyeon kembali merotasikan matanya malas jika harus satu kelompok dengan nenek sihir.

"Eh satu kelompok kita" ucap Heejin dengan Sian antek-antek setianya yang sialnya satu kelompok juga.

Sihyeon menghela nafas tak berniat menanggapi.

Heejin berdecih lalu melenggang ke barisan paling depan.

"Yak kelompok dua sudah bisa berangkat"

Sihyeon berjalan mengikuti barisannya. Dirinya memperhatikan tanda panah yang tertempel pada pohon-pohon di samping jalan.

"Gue di tengah" ucap Heejin tak mau kulitnya bersentuhan dengan ilalang-ialalang di sekeliling.

Sihyeon tak mau ikut campur, yang dirinya pikirkan saat ini yaitu bisa sampai tujuan dengan sehat wal afiat.

Di tengah perjalanan mereka harus melewati sungai dengan arus yang deras.

"Aaaaaaaa" teriak Heejin terpeleset hingga tak sengaja tangannya meraih tangan Sihyeon sehingga Sihyeon juga ikut terjatuh.

Badan Heejin cukup keras membentur batu hingga pinggangnya tergesek mengeluarkan darah. Sihyeon membelalak, 'd d darah' nafas Sihyeon tercekat. Seperti flashback, dirinya membeku, tak tau harus berbuat apa. Semua orang panik hingga kelompok tiga yang berada di belakang mereka sampai di dekat mereka.

Sungchan dan Jeno yang kebetulan bersama di kelompok tiga shock melihat pemandangan di depannya itu.

Jeno reflek berlari menghampiri Sihyeon di susul Sungchan. Jeno langsung membopong Sihyeon ala bridal style ke pinggir sunggai "yang mana yang lecet ? Sakit ? Kok bisa jatoh?" Tanya Jeno panik, Sihyeon menggeleng pelan lalu tatapannya beralih pada Heejin.

Ia melihat keadaan Heejin yang mengenaskan. Tangan lemas heejin meraih baju Sungchan yang kebetulan masih terpaku mengamati gerakan impulsive Jeno yang sungguh cepat. Ia tersadar lalu menoleh kearah Heejin. Ia menunduk untuk menggendong Heejin lalu menoleh pada Sihyeon sekilas dan lanjut bangkit berjalan membawa Heejin untuk kembali ke unit kesehatan.

Jeno membantu Sihyeon berdiri dan mengamati mimik Sihyeon yang masih terlihat ketakutan. Dirinya paham, Sihyeon masih tak bisa melihat darah seperti itu. Ketika Jeno hendak menggendong Sihyeon kembali, Sihyeon menghentikan "Aku masih bisa jalan", Jeno mengangguk lalu memapah Sihyeon untuk menjauh dari sungai dan kembali ke unit kesehatan juga.

Ketika mereka sampai sudah tidak ada Heejin dan Sihyeon. Dari yang di katakan petugas kesehatan, mereka telah di bawa ambulan untuk pergi ke rumah sakit.

Sihyeon duduk di bangkar dengan tatapan yang masih kosong menerawang kedepan. Jeno pergi sebentar untuk mengambil handuk lalu kembali ke Sihyeon untuk melilitkan handuk pada tubuh Sihyeon yang basah.

Misfit ✔️ [Jung Sungchan]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang