"Aw!" Heejin berteriak membuat seluruh penjuru kantin memusatkan perhatian terhadapnya.
"Lo sengaja kan nabrak gue" bentak Heejin pada Sihyeon.
Sihyeon tak bermaksud menabraknya, hanya saja Heejin lewat ketika Sihyeon hendak beranjak dari duduknya. Alhasil kuah batagor di tangan Sihyeon tumpah tepat di kemeja Heejin.
Lia mengeriyitkan dahinya masih mencerna apa yang terjadi.
Sungchan datang bersama Yedam dan Soobin hendak memasuki kantin terpaksa terhenti tepat di ambang pintu menyaksikan kejadian yang menyeret pacarnya itu.
"Sorry, ga sengaja" ucap Sihyeon dengan nada datarnya. Sihyeon sungguh benci menjadi pusat perhatian seperti ini. Ia berusaha menahan kejengkelannya.
"Niat kayak gitu minta maafnya ? Makanya mata di pake. Gue yakin lo sengaja kan" Heejin emosi melihat seragamnya sudah tak berupa lagi.
Heejin menyadari keberadaan Sungchan. Nadanya melembut namun terkesan masih menekankan bahwa itu salah Sihyeon.
"Aku tau lo gasuka kan kalo aku selalu deket pacar kamu ? Tapi ga gini Sihyeon" aku-kamu ? Kenapa jadi gini, Sihyeon mencium keanehan. Lalu matanya mengedar dan benar saja ada Sungchan dibelakangnya.
"Gue udah bilang. Gue ga sengaja" ucap Sihyeon tidak mau disalahkan. 'Jangan meledak Sihyeon jangan meledak' ucap Sihyeon dalam hati
"Terus jadi aku gitu yang jalannya ga bener ?"
Sihyeon tak menjawab dan memilih diam. Karena memang tak ada gunanya di jawab.
"KAMU SENGAJA SIHYEON!" Teriak Heejin menggema keseluruh penjuru kantin
Suasana semakin tegang. Heejin mengangkat tangannya hendak menampar Sihyeon. Jeno yang menyaksikan dari jauh sudah akan beranjak dari duduknya. Namun tiba-tiba Sungchan datang mengulurkan saputangan kepada Heejin lalu meraih tangan Sihyeon untuk keluar dari kantin.
Sungchan menuntun Sihyeon untuk berjalan menuju taman belakang sekolah.
Sesampainya di taman Sihyeon masih menunduk tak mau bersuara. Sungchan menatap gadisnya itu.
"Aku ga gitu" muka Sihyeon memerah menahan tangis karena jengkelnya,
Sihyeon memang begitu, ia selalu menangis ketika menahan kejekelannya
Sungchan mengangkat dagu Sihyeon menggunakan telunjuknya mendekatkan kepalanya lalu melumat bibir Sihyeon lembut. Sungchan melumatnya lagi dan lagi hingga lumatan itu semakin dalam. Sihyeon membalas lumatan Sungchan, tangannya terangkat untuk melingkar pada pinggang Sungchan. Tangan Sungchan meraih tengkuk Sihyeon agar lumatan bibir Sungchan semakin dalam.
Merasa Sihyeon sudah hampir kehabisan nafas, Sungchan melepas pautan mereka.
"Iya, aku tau" ucap Sungchan.
Sihyeon memeluk Sungchan dan menenggelamkan kepalanya pada dada bidang Sungchan.
✨✨✨
"Gila ya tu nenek lampir, bisa bisanya dia teriak teriak kayak gitu" omel Lia emosi
Sihyeon yang baru duduk di bangkunya lalu merebahkan kepalanya pada meja
"Udah pengen gue jambak tadi rambutnya" Lia memperagakan gaya ingin menjabaknya "mana sok jadi victim lagi"
"Oya, tau ga tadi sepeninggalan lo, Jeno dateng kasi dia seragam baru. Kebayang ga si malunya" Lanjut Lia. Memang letak kopsis (koperasi siswa) berada didalam kantin, jadi tidak jauh untuk sekedar membeli seragam.
Sihyeon menoleh pada bangku milik Jeno. Empunya sedang merebahkan kepalanya menghadap ke luar jendela. Sihyeon menghela nafasnya dalam.
✨✨✨
"Arrkkkkhhh" Teriak Heejin mendorong Nako sebagai sasaran amukannya.
Plaakkk
Ia menampar Nako membabi buta meluapkan kekesalannya.
"Heejin udah, nanti kalo dia kenapa-kenapa kita yang kena" Sian mengingatkan.
Heejin mengambil nafas dalam berusaha menetralkan emosinya, ia memundurkan langkahnya, mengangkat kepalanya menghadap cermin toilet sekolahnya. 'Apa kurangnya gue sih ? Apa perlu gue hancurin hidup lo biar cuma gue yang layak buat Sungchan' batin Heejin sembari memperhatikan wajahnya sendiri.
Pandangannya berpindah pada seragamnya yang masih kotor. Sungguh menyebalkan. Ia milirik seragam pemberian Jeno lalu mengambilnya kasar dan berjalan ke bilik untuk berganti.
"Beresin" perintah Heejin pada Miyeon dan Sian.
Kedua antek-anteknya ini sudah paham maksud dari Heejin adalah untuk menghilangkan segala jejak.
"Cuci muka lo" perintah Miyeon pada Nako.
✨✨✨
Sihyeon memasuki apartemennya. Ia kaget. Sudah ada Jeno yang duduk di sofa ruang tengah. Namun ia kembali menormalkan mimiknya. Memang sudah biasa Jeno seperti ini. Dulu ketika SMP Jeno sering datang ke apartemennya kapanpun sesuka hatinya.
"Jen ?" Panggil Sihyeon seolah bertanya kenapa Jeno-nya datang
"Kasi pelajaran ?" Tawar Jeno
"Gausah" jawab Sihyeon. Dirinya tau, itu tawaran yang tidak sepele. Yang di maksud Jeno dari sebuah kata 'pelajaran' tidak sesimpel mematahkan kaki Heejin. Bahkan bisa membuat keluarga Heejin jatuh miskin dalam sekejap.
"Satan has become an angel ? Hmm Menarik" decih Jeno.
Sihyeon menghela nafas berat lalu duduk tepat di sofa sebelah Jeno. Tangan Jeno terulur menyentuh pinggang ramping Sihyeon, membuka sedikit seragamnya lalu menyentuh kulit perut Sihyeon.
"Jen"
Jeno menulikan telinganya, ia semakin mendekatkan kepalanya pada kepala Sihyeon hingga nafas hangatnya menerpa wajah Sihyeon. Sihyeon memalingkan wajahnya. Jeno mengerutkan dahinya. Tak ambil pusing, Jeno turun mengecup leher jenjang Sihyeon, menyesapnya lumayan lama hingga timbul bekas kepemilikan.
"Ck Jeno!" Sihyeon melepaskan diri dari rengkuhan Jeno lalu beranjak pergi ke kamarnya dan langsung menutup pintunya.
Jeno tersenyum sinis.
✨✨✨
KAMU SEDANG MEMBACA
Misfit ✔️ [Jung Sungchan]
FanficApa jadinya jika mantan seorang pembuli melarikan diri dari masalalunya. Satu kejadian fatal yang membuat Sihyeon terpaksa meninggalkan semua tentang masalalunya hingga akhirnya dirinya bertemu Sungchan yang mempunyai segala sesuatu yang berketerbal...
![Misfit ✔️ [Jung Sungchan]](https://img.wattpad.com/cover/231171883-64-k342640.jpg)