Apa jadinya jika mantan seorang pembuli melarikan diri dari masalalunya. Satu kejadian fatal yang membuat Sihyeon terpaksa meninggalkan semua tentang masalalunya hingga akhirnya dirinya bertemu Sungchan yang mempunyai segala sesuatu yang berketerbal...
"Tumben bawa mobil ke sekolah" tanya Sihyeon yang melihat Sungchan keluar dari mobilnya dan langsung menghampirinya.
"Mulai sekarang berangkat sama pulang bareng aku" titah Sungchan.
"Mama kamu gapapa ?" Selidik Sihyeon, karena aneh saja mama Sungchan yang terkenal strict tiba-tiba longgar seperti ini.
Sungchan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal tak berniat menjawab, ia lalu membukakan pintu untuk Sihyeon.
Sihyeon menatap Sungchan masih dengan tatapan herannya namun tak mau berfikir panjang langsung memasuki pintu yang telah dibukakan oleh Sungchan.
Mereka keluar dari pekarangan apartemen Sihyeon menuju ke sekolah.
*Flashback on*
"Mah, aku mau bawa mobil" pinta Sungchan
"Kenapa tiba tiba ?" Yoona menutup bukunya lalu beralih memandang anak bungsunya ini,
"Udah SMA mah"
"Jangan macam-macam Sungchan, kamu sudah mulai mau coba bolos les ?" Tanya Yoona penuh curiga, dirinya sudah memperbolehkan anaknya untuk berpacaran dengan syarat harus lebih rajin untuk les dan sekarang dirinya tak akan memberikan celah untuk anaknya bolos les karena mau pacaran.
"Nggak nyambung, les ya tetep les mah" bantah Sungchan
"Bener ?" Tanya Yoona lagi
"Iya" jawab Sungchan mantap
"Sampek mamah tau kamu bolos, kamu gaboleh bawa-bawa mobil lagi" ancam Yoona
"Iya mamah"
*flashback off*
Semua pasang mata melihat kejadian langka, Sihyeon berangkat bersama Sungchan. Mereka memang telah lama pacaran, namun untuk berangkat sekolah bersama di satu kendaraan, tentu ini adalah yang pertama bagi mereka.
Sungchan meraih tangan Sihyeon seperti biasa untuk ia gandeng sepanjang koridor.
✨✨✨
"Pulang sekolah ngemall yuk" ajak Lia
"Gue sama Sungchan" jawab Sihyeon
"Ih bucin" Lia mengerucutkan bibirnya.
"Lagian lo kan ada latihan"
"Sore Sihyeon. Pekan olimpiade gini kita pulang pagi. Nganggur dong gue" Lia dengan nada yang masih mengkode agar Sihyeon mau pergi ke mall bersamanya
"Olahraga. Lo kan disuruh diet sama nenek sihir" Sihyeon mengingatkan
Lia menabok jidatnya sendiri. Dia hampir lupa. Wajah Lia mendadak sedih.
Sihyeon hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan sahabatnya ini.
Sihyeon mengedarkan pandangannya kepenjuru kelas. Tak nampak Jeno-nya. Ia lalu merogoh ponsel gengam miliknya di dalam kantung roknya.
Jeno
Bolos ?
Latihan basket
Ooo
Kangen ?
Ga
Kalo kangen bilang aja Aku otw
Tak berniat membalas Sihyeon kembali memasukkan ponselnya di dalam kantung roknya.
✨✨✨
"Mau makan dulu atau langsung pulang ?" Tawar Sungchan
Mobil Sungchan berbelok pada sebuah resto cepat saji bertuliskan SUBWAY.
"Tunggu sini aku pesenin" perintah Sungchan
Sihyeon mengangguk lalu menurunkan senderan pada bangku penumpang agar dirinya bisa rebahan. Ia menilik mobil Sungchan. Rapi dan bersih, karena Sungchan memang bersihan atau memang karena jarang dipakai, entahlah. Ia membuka-buka dasbor milik Sungchan. Ia menemukan scrunchienya yang lama ia tinggalkan. Ia juga menemukan lipglossnya. Tidak ada yang menarik selain itu.
Beberapa menit berlalu Sungchan kembali dengan dua bungkus sandwich dan dua gelas softdrink.
"Nih" Sungchan memberikan satu pada Sihyeon lalu mengambil tissue di bangku belakang, jaga jaga jika Sihyeon tangannya terkena saus.