4

91 7 3
                                        

Hope you like it my beloved readers!!😗

✨✨✨

Sihyeon turun dari bus dan berjalan menuju gerbang sekolahnya,

Bel masih beberapa menit lagi berbunyi.

Yang ia lakukan hanya berjalan santai karena memang bel masuk masih 10 menit lagi.

Terlihat di depan gerbang sudah ada Sungchan menunggunya melambaikan tangan ketika melihat Sihyeon. Sihyeon membalasnya dengan senyuman.

"Seneng ? yang di tungguin selingkuhan" interupsi Jeno yang berjalan dari belakang Sihyeon dengan suara sedikit berbisik dan melewatinya begitu saja.

Sihyeon menghentikan langkahnya lalu menghela nafas dalam dan melanjutkan kembali jalannya.

Kini ia telah sampai tepat di depan Sungchan. Sungchan meraih tangan Sihyeon. Lalu mengajaknya berjalan santai bersebelahan.

"Anak baru ?" Tanya Sungchan.

Sihyeon hanya mengangguk sebagai jawaban.

"Kenapa pindah ?" Tanya Sungchan,

Sihyeon hanya mengangkat kedua bahunya,

Sungchan menoleh sekilas lalu mengangguk-anggukkan kepalanya.

"Nanti istirahat aku ada kumpul olim" ucap Sungchan,

Sihyeon hanya mengangguk,

"Kamu kenapa sih ? Aneh tau diem terus" ucap Sungchan,

"Nggak papa, nanti aku istirahat sama Lia" ucap Sihyeon, "duluan ya" Sihyeon melepaskan kaitan tangan Sungchan lalu berlari menuju kelasnya.

Sungchan melihat tangannya, ada rasa aneh yang ia rasakan.

✨✨✨

"Gue boleh gabung ?" Tanya Jeno pada dua gadis di depannya.

"duduk aja kalik" jawab Lia, ia tersenyum. Lelaki pindahan di depannya ini sungguh sangat tampan.

Sihyeon hanya menghela nafas.

"Mau pesen apa ? Biar sekalian" tawar Lia

"Samain deh" jawab Jeno,

Lia mengangguk, "lo Hyeon ?"

"Samain" jawab Sihyeon dengan pandangan lurus ke Jeno.

Lia merasa ada yang aneh namun berusaha sepositif mungkin lalu beranjak ke mang Jongin untuk memesan batagor favoritenya.

Sihyeon masi memandangi Jeno dengan tatapan dinginnya,

"Udah jangan di liatin" ucap Jeno,

"Jen, kita putus"

Jeno mengubah mimik mukanya, wajahnya memerah menahan marah. Ia sungguh ingin melempar meja didepannya saat ini.

Jeno menarik nafasnya dalam untuk menetralkan emosinya, "pulang sekolah bareng aku" setelah mengucapkan kalimat yang tak terbantahkan Jeno beranjak dari tempat duduknya meninggalkan Sihyeon.

Sihyeon menghela nafas berat. Ia tau hubungannya dengan Jeno tak sesepele yang orang kira. Terlalu banyak hal yang mereka lalui bersama sebelumnya.

Lia datang dengan membawa nampan berisi 3 porsi batagor dan 3 gelas teh anget. "Lah Jeno mana ?"

Sihyeon tak memperdulikan pertanyaan Lia lalu beranjak meninggalkan Lia sendiri yang masih kebingungan. "Lah lah ini gimana"

"O-okay makan 3 porsi" Lia bermonolog.

✨✨✨

Sihyeon berjalan menyusuri koridor sekolahnya dengan tatapan kosong,

Brukkk

"Aw" suara mengaduh gadis yang familiar di telinganya

Sihyeon menoleh dan ya, itu Heejin.

Suasana hati Sihyeon sedang tidak baik, dan kenapa pula harus Heejin yang ia tabrak. Firasatnya mengatakan , hal ini tidak akan berhenti sesimple bilang maaf.

Dan benar saja Heejin semakin mendramatisir rintihannya. Kenapa ? Karena ada Sungchan di sebelahnya. Iya, Heejin terkadang ikut ketika di adakan rapat siswa berprestasi sekolah. Sekedar ingin jadi pajangan saja atau bisa jadi moderator.

"Kamu nggak papa ?" Tanya Sungchan, bukan ke Heejin tapi ke Sihyeon.

"O-oh nggak" jawab Sihyeon.

"A-Aaaw AW!" Heejin memegangi pundaknya,

"Sorry, tadi aku ga focus jalan" ucap Sihyeon.

"Kayaknya aku butuh ke UKS deh, Chanie anterin" pinta Heejin manja

Sihyeon memutar bola matanya malas.

Belum sempat Sungchan mengangguk, Sihyeon sudah melilitkan tangannya pada pergelangan Heejin untuk memapahnya ke UKS "gua aja".

Sungchan menahan senyumnya, sadar jika pacarnya ini sedang dalam mode posesif.

"Aku lanjut ke hall dulu kalo gitu" pamit Sungchan. Sungchan menyentuh bahu Sihyeon sejenak lalu pergi berjalan meninggalkan mereka, Sihyeon dan Heejin.

Sepeninggalan Sungchan. Heejin menghentakkan tangannya agar terlepas dari lilitan tangan Sihyeon. "Dah ga usah, dah sembuh" lalu menghentak-hentakkan kakinya meninggalkan Sihyeon.

"Cih dasar" Sihyeon berdecih sinis lalu melanjutkan langkahnya ke kelas.

Sesampainya di kelas, matanya terhenti pada Jeno yang tertidur di meja menelungkupkan tangannya. Duduk di tepi jendela membuat sinar matahari yang begitu terik tepat di atas kepala Jeno. Panas ? Pasti.

Sihyeon tau, Jeno tidak tidur. Jeno tidak bisa tidur jika terkena panas seperti itu. Sihyeon menghampiri jendela samping Jeno dan menutupnya, ia juga menutup tirainya.

Merasa atas kepalanya tidak panas lagi, Jeno mengadahkan kepalanya. Matanya bertemu dengan Sihyeon. Wajah Jeno memerah kembali. Sadar tak tahan menatap Sihyeon, Jeno kembali merebahkan kepalanya di atas meja.

✨✨✨

Janji adalah janji. Sihyeon menunggu Jeno mengambil motornya.

Deru motor Jeno bergema tepat di samping Sihyeon berdiri, "naik"

Sihyeon menaiki motor Jeno, seluruh pasang mata melihat adegan tersebut dengan pandangan yang penuh tanda tanya.

Jeno mulai menjalankan motornya meninggalkan area sekolah.

Motor yang sama, punggung yang sama yang selalu untuk Sihyeon setahun yang lalu. Sedikit rindu. Sihyeon memegangi seragam Jeno, karena takut jatuh namun tak berniat memeluk.

"Mau kemana ?" Tanya Sihyeon

Jeno tak menjawab namun malah menambah kecepatan motornya sehingga mau tidak mau Sihyeon harus memeluk punggung Jeno jika tak mau jatuh terpental.

Misfit ✔️ [Jung Sungchan]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang