12

71 7 7
                                        

Video 👆🏻no offense sama sekali. Cuma kalo mau ikut halu dikit pas nanti kalian baca part agak bawah lumayan nyambung si. Aku suka lagunya. Kalian bisa sambil puter or just skip it. It's up to you gangs!!
Happy reading 😗

✨✨✨

Jam sudah menunjukkan pukul enam sore. Sihyeon masih berjaga di kasir resto miliknya.

Ting

Suara notif ponsel Sihyeon

Sihyeon merogok kantung celemeknya mengambil ponselnya. Terlihat notif dari Jeno.

Jeno

RS Hallym 7 Keunjaebong-gil, Dongtan 1(il)-dong, Hwaseong-si, Gyeonggi-do lantai 10 ruang 1004

Maksudnya ?

Dateng aja kalo penasaran

Perasaan Sihyeon memburuk, segala pikiran negatif menghantuinya. Tak mau membuang waktu, Sihyeon langsung melepas celemeknya, meraih tas selempangnya lalu pergi ke halte untuk naik bus ke alamat yang di berikan Jeno.

✨✨✨

Tubuh Sihyeon membeku. Ia melihat gadis yang selama ini menjadi titik penyesalannya terbaring diatas kasur dengan berbagai selang yang menancap di tubuhnya.

Sihyeon memundurkan beberapa langkahnya. Tubuhnya kembali bergetar. Ia takut. Sungguh takut. Ia kembali merasa menjadi orang yang begitu jahat.

Sihyeon membalikkan tubuhnya dan berjalan menjauh. Kakinya gontain namun ia paksakan berdiri tegak. Ia memasuki lift menekan tombol lantai dasar.

Dirinya terus berjalan tak berniat menaiki kendaraan apapun. Dirinya hanya ingin berjalan dengan kakinya.

Tatapannya kosong. Yang dipikirkannya saat ini, ia takut. Ada monster didalam dirinya. Kenapa ia begitu jahat.

Kakinya terhenti saat melihat sosok yang ia kenal keluar dari sebuah restoran bintang lima dengan mengenakan tuxedonya. Kenapa timingnya tepat sekali. Kenapa dirinya harus melihat kekasihnya saat ini.

Pandangannya teralih pada sosok gadis yang akan memasuki mobilnya. Sihyeon tersenyum miris.

Tak lama mobil Sungchan berjalan melewati dirinya, Sihyeon memalingkan badan agar Sungchan tak melihatnya. Sihyeon kembali menatap mobil Sungchan hingga menghilang dari pandanganya.

Sihyeon mengadahkan pandangannya ke langit. Sungguh, kenapa dirinya di besarkan di keluarga yang salah. Ia kembali melangkahkan kakinya. Satu jam berlalu, ia sampai didepan rumah sakit. Kali ini bukan rumah sakit sebelumnya. Namun rumah sakit tempat dirinya menghabiskan waktu satu tahun lalu.

Ia memasuki rumah sakit itu. Dirinya tak berniat membuat janji atau reservasi apapun. Sihyeon langsung masuk di ruang kerja dokter yang selama ini menolongnya.

"Sihyeon ?" Sapa dokter Jung. Jung Jaehyun, dokter yang selama ini menangani depresi yang Sihyeon alami. Wajah Jaehyun nampak kebingungan karena tampilan Sihyeon saat ini begitu menyedihkan, sama seperti saat Sihyeon datang satu tahun yang lalu.

"Berikan aku penenang lagi dok" pinta Sihyeon dengan tatapannya yang masih kosong.

"Ada apa Sihyeon ?" Tanya Jaehyun pada mantan pasiennya ini.

"Aku baru menemuinya dok" tatapan Sihyeon bergetar menatap Jaehyun

"Siapa yang kamu maksud Sihyeon ?"

"Eunha, aku baru menemuinya" air mata Sihyeon mengalir begitu saja.

Jaehyun menatap Sihyeon sejenak lalu berjalan mendekati Sihyeon. Ia duduk di meja di depan Sihyeon lalu merain punggung Sihyeon yang nampak bergetar karena menangis lalu menepuknya pelan bermaksud menenangkan.

Misfit ✔️ [Jung Sungchan]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang