Apa jadinya jika mantan seorang pembuli melarikan diri dari masalalunya. Satu kejadian fatal yang membuat Sihyeon terpaksa meninggalkan semua tentang masalalunya hingga akhirnya dirinya bertemu Sungchan yang mempunyai segala sesuatu yang berketerbal...
"Lo ?" Raut muka Sihyeon nampak tak bersahabat. Dirinya langsung merebut ponsel di depan wastafel Lia.
"Sihyeon, ada apa ?" Tanya Lia bingung
Saat Sihyeon membuka lockscreen ponsel Lia terpampang notif booking meni pedi accepted.
Sihyeon menghela nafas kasar lalu mengembalikan ponsel Lia.
"Lo kenapa sih ? Aneh tau."
"Lo ngapain kesini"
"Dih, tega lo ninggalin neng Lia di kelas. Ngantuk tau. Jadi gue nyusul kesini sekalian chat mau nail art, mau juga ?"
Sihyeon menggeleng lalu menyandarkan punggungnya pada tepi wastafel.
"Hyeon"
"Ya ?"
"Lo kalo ada apa-apa cerita ya"
Sihyeon hanya menatap Lia,
"Lo aneh tau ga" ucap Lia,
✨✨✨
Ting
Ponsel Sihyeon berbunyi, buru-buru ia merogoh dan melihat notif, ternyata dari Sungchan.
JungSungchan❣️
Kamu bisa pulang sendiri ? Aku ada les
Iya sayang
Sihyeon kembali memasukkan ponselnya di saku almamaternya.
"Li, abis nyalin langsung kumpulin ke pak Yuta. Awas lo" wejangan Junkyu pada Lia yang sibuk menyalin catatannya di bangku samping Sihyeon.
"Iyee cerewet lo" jawab Lia tanpa mengalihkan perhatiannya dalam menyalin
"Issh" pasrah Jungkyu lalu melenggang kembali ke bangkunya.
Sihyeon hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat kelakuan teman sebangkunya ini.
Bruk
Sebuah coklat dengan sticky notes diatasnya mendarat tepat di atas meja depan Sihyeon.
Sihyeon mendongak, dilihatnya Jeno yang baru saja meletakkan benda tersebut tanpa basa-basi langsung melenggang pergi.
Sihyeon meraih sticky notes di atas coklat itu lalu membaca catatan dengan hand writing yang kacau, iya Jeno memang tak bagus dalam menulis.
'Makan coklatnya, biar mukamu balik manis. Dari tadi tegang mulu'
Sihyeon berdecih, ia lalu membuka coklatnya dan langsung memakannya. Dirinya tersenyum, Jeno masih ingat coklat kesukaannya.
✨✨✨
Jeno mengantarkan Sihyeon hingga depan apartemennya,
"Aku langsung pulang, ada urusan" Jeno meraih belakang kepala Sihyeon agar mendekatkannya untuk mengecup kening Sihyeon.
Sihyeon memejamkan mata sejenak lalu mengangguk.
Dirinya tak lantas masuk ke dalam gedung apartemennya melainkan memilih berjalan menuju taman.
Sihyeon duduk di ayunan depan apartemennya dengan masih mengigiti kukunya. Ia membuka kolom chat sang peneror yang masih sama seperti tadi siang, tak ada balasan.
Sihyeon menarik nafasnya lalu kembali mengetikkan sesuatu.
Unknown
Kalo lo cuma mau main-main, serius ini ga lucu.
Detik demi detik berlalu. Tak tetap tak ada balasan.
Sihyeon beranjak dari duduknya memasuki apartemennya.
Sesampainya di kamarnya ia langsung merebahkan badannya. Hatinya masih tak tenang, ia terus menggigiti kukunya.
Ting
Ponsel Sihyeon kembali berbunyi menampakkan pesan dari unknown yang meresahkan.
Unknown sent a pic
Sihyeon membelalakan matanya, apa lagi ini. Dengan helaan nafas dirinya memberanikan diri membuka pesan itu.
Unknown
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.