Gadis berambut coklat gelombang sepinggang, berkulit putih. Berjalan menyusuri koridor sekolah sesekali ia tebar pesona menyunggungingkan seyumanan menampilkan lesung pipitnya membuat kaum adam terpanah.
Senja memasuki kelasnya yang bertuliskan XII-IIS 5, melangkah menuju tempat duduknya.
"Tumben dateng pagi ja" celetuk Karina sahabat Senja sedari ingusan.
"hm alaram gue berisik pengeng pala gue" ucap Senja sambil melempar tasnya ke bangkunya.
"Program revolusi ke depan ya Ja." ujar Karina lalu terkekeh.
"Kagak bakal bertahan lama" sahut Senja sambil merebahkan tubuhnya di atas meja dengan tangan bantalan kepalanya.
Karina yang melihat itu hanya dapat menggelengkan kepalanya sahabatnya ini memang selalu seperti itu semacam bunglon suka berubah-rubah.
Bel masuk berbunyi.
Guru berseragam dinas melangkah memasuki kelas.
"Selamat pagi anak-anak" sapa bu
Ratna sambil memincingkan matanya menatap murid-muridnya.
"Pagi bu" Seru anak murid serempak.
"Senja kamu kenapa tidur?" tanya bu Ratna melihat Senja tertidur di atas meja.
"Sutt ja, lo di panggil bu Ratna tuh" Karina menyenggol lengan senja.
"Udah biarin aja males gue" balas Senja melanjutkan tidurnya.
"Senja kamu keluar sekarangg!!!!!!, berjemurr di lapangann selama pelajaran jam saya!!! cepatt!!!!!" omel bu Ratna emosi.
Senja mengerjapkan matanya. Menatap sekelilingnya beranjak dari tempat duduknya melangkah keluar dengan senang hati.
Memang ini yang dia inginkan!.
Dengan senyuman yang terpatri di wajahnya Senja berjalan menyusuri koridor menuju lapangan.
"Senja" teriak anak cowo berkulit putih, tinggi bernama Raka sambil berjalan menghampiri Senja.
"Kenapa?" tanya Senja menoleh ke arah Raka.
"Lo kenapa keluar jam pelajaran gini?" tanya Raka, temannya saat masuk kelas 10.
Raka yang terlebih dahulu menyapa Senja saat mos. Senja dengan terbuka membalas sapaan Raka hingga sampai saat ini mereka berteman walau saat kelas 12 ini mereka tak sekelas.
"Biasa" Jawab Senja santai.
"Astaga ja lo kapan berubahnya sih. coba lo berubah ja sedikit aja." ucap Raka.
"Jangan ngatur-ngatur gue. Gue ga suka di atur dan lo bukan siapa-siapa gue." ujar Senja pedas lalu melangkah pergi meninggalkan Raka menuju kantin.
jleb!.
Seperti ribuan duri menusuk jantung Raka, memang benar dirinya bukan siapa-siapa Senja. Tapi Raka hanya ingin Senja berubah untuk kebaikan dirinya apakah Salah?.
Semua itu percuma Senja tak akan pernah melakukannya.
Senja memasuki kantin dengan tatapan senggol bacok. Senja melangkah menuju kedai di kantin memesan semangkuk bakso. kemudian melangkah menuju meja pojok kantin.
Senja menyantap baksonya dengan nikmat dan lahap karena ia sangat lapar.
"Hai ja gue boleh duduk sini" ucap lelaki tinggi, tampan, berkulit putih bernama Vito, ketua ekskul basket di sekolah SMA cakrawala ini.
"Duduk aja" ujar Senja, welcome.
"Lo laper banget ya ga di kasih makan berapa tahun?" Tanya Vito lalu terkekeh.
KAMU SEDANG MEMBACA
BAD GIRL ( END)
Teen FictionNamanya Senja, seperti itu juga sifatnya perempuan yang bisa memiliki apa saja yang ia inginkan. Karena parasnya yang cantik, contohnya pria. Namun meninggalkannya begitu saja tanpa ada dosa. Menyakiti hati setiap orang itu hobinya!. Terdengar an...
