kriiinnggg....
ketika mendengar suara itu semua murid bersorak bahagia, karena jam pulang pun akhir nya tiba, semua murid berhamburan keluar kelas untuk pulang, tidak semua nya yang pulang, ada sebagian murid yang main-main terlebih dahulu sebelum pulang.
Azifa pamit pulang duluan pada teman-teman nya karena ia mau mengurus persiapan olimpiade. Sebelum pulang Azifa mampir di super market karena ia butuh cemilan untuk menemani belajar nya. Ketika Azifa ingin pulang dari kejauhan ia melihat sosok laki-laki yang sepertinya dia kenal, Azifa pun melihat lebih dekat lagi ternyata itu adalah Aldzi yang sedang menolong nenek-nenek menyebrang jalan.
Azifa pov
"Wahhh, dibalik sifat nya yang bad boy sekaligus rese ternyata dia juga punya sifat baik yang tidak orang ketahui" ujar gue dalam hati sembari melihat Aldzi dengan penuh kagum.
"Eh ngapain gue mikirin cowok kek gitu, tapi kan dia suami gue, apa? suami? Anjirr gue lupa ternyata dia suami gue" teriak gue dalam hati." ada yang salah nih sama hati gue, dah lah mending pulang aja" ujar gue dalam hati sambil menaiki mobil dan berlalu pergi ke apartemen. Setelah beberapa menit berlalu gue sampai di apartemen, gue langsung menuju kamar dan merebahkan diri dikasur.
"Ahh enak banget kasur nya" ujar gue.
tanpa disadari gue tertidur, ketika gue bangun ternyata jam menunjukkan pukul 05 sore.
gue bergegas untuk mandi. Setelah selesai mandi gue berniat untuk masak didapur, gue kaget melihat banyak makanan yang terletak diatas meja makan.
"Ini pasti Aldzi yang beli" ujar gue merasa jengkel. "Tapi dia nya kemana ya?" gue pergi ke kamar nya, ternyata dia tidak ada. Gue memutuskan nggak jadi masak karena banyak makanan diatas meja gue langsung memakan nya karena gue juga lapar.
setelah selesai gue memutuskan untuk belajar diruang tamu karena gue mau ikut olimpiade fisika. Gue terus belajar tanpa disadari akhirnya terlelap, dan gue ngerasa ada yang gendong gue kekamar dan gue terus tertidur pulas.
Aldzi pov
Setelah selesai mabar sama Ikbal dan Davi, gue pulang ke apartemen.
"Kok sepi banget ya? Azifa kemana? Apa dia belum pulang?" ujar gue dalam hati.
gue mengecek kekamar nya ternyata dia sadang tidur. Gue berniat membangunkan nya tapi nggak jadi, mungkin dia kecapean. Gue memutuskan untuk memesan makanan, mungkin dia belum makan, kasian dia harus masak dan mengurus apartemen sendirian.
"Lah kok gue jadi peduli banget sama dia? Ngapain juga gue ngasianin dia?" ujar gue dalam hati, "Tapi ga papa lah bantuin dia skali-kali" setelah makanan nya datang gue menaruh diatas meja makan. Jam menununjukkan pukul 05 sore gue pergi keluar untuk mengajak Amanda pacar gue jalan-jalan. Dan gue pulang ke apartemen pada jam 09 malam, gue lihat Azifa tertidur diruang tamu dengan tumpukan buku, pasti dia kelelahan belajar, gue berniat memindahkan nya dikamar, sesampai dikamar gue membaringkannya diranjang, gue perhatikan ternyata Azifa cantik juga ya. "Eh gue ngomong apa sih?, mana mungkin gue suka sama cewek nyebelin kayak dia" ujar gue dalam hati dan berlalu pergi kekamar.
***
Semoga kalian sehat selalu.
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
Aldzi & Azifa | Perjodohan (SUDAH TERBIT)
Teen Fiction(FOLLOW AKUN OUTHOR SEBELUM BACA DEMI KENYAMANAN BERSAMA)👌 "Apa?! Nikah? Mama sama Papa udah gila? Ini 'kan zaman modern. Sekarang bukan lagi zamannya Siti Nurbaya yang seenaknya aja dijodohin." -Aldzi "Ma, please. Azifa enggak mau nikah! Azifa ng...
