Azifa pulang dengan keadaan lelah, dia beristirahat sejenak di sofa ruang tamu.
"Fa, kalo lo nggak kuat nggak usah dipaksain. Ntar lo malah tambah sakit gue juga yang repot!" ujar Aldzi yang duduk disampingnya.
"Sejak kapan lo jadi perhatian gini?" Tanya Azifa heran sambil menegerutkan keningnya.
"Gue juga nggak tau, udah lah. Kembali ketopik awal" balas Aldzi.
"Gue nggak apa-apa kok, gue kuat, sangat-sangat kuat" jawab Azifa dengan lantang.
"Beneran?" Tanya Aldzi yang masih khawatir akan kondisi Azifa.
"Iya Al, santai aja. Gue kan juga udah janji sama mereka kalo mau traktir. Gue itu bukan tipe orang yang suka ingkar janji" Jawab Azifa menyombongkan dirinya sendiri.
"Dih sombong amat" Aldzi menjitak kepala Azifa.
"Dihh sakit anjir!" Azifa tak mau kalah lalu membalas dengan memukul lengan Aldzi.
"Dasar sombong" ketus Aldzi.
"Biarin wwlee" timpal Azifa meledek sambil menjulurkan lidah nya pada Aldzi. Kemudian Azifa berlalu pergi kekamarnya.
"Dih songong lu ya sekarang" teriak Aldzi dari ruang tamu.
"Bodooo amatttt" teriak Azifa kembali.
***
Malam hari pun tiba, mereka semua sudahberkumpul di cafe yang tak jauh dari Apartemen Aldzi dan Azifa tinggali. semuanya sangat rapi dan keren. Mereka semua tertawa bahagia dan saling berbagi cerita satu sama lain.
"Btw, kita sekarang kok bisa akrab gini ya?" Tanya Felya.
"Hah? akrab? Siapa juga yang mau akrab ama lo" balas Davi meledek Felya.
"Dih, gue juga ogah kali akrab sama lo,nggak level banget iiyeeuh" ujar Felya tambah meledek.
"songong banget lu jadi cewek, awas ntar naksir lu ama gue" balas Davi senyum meneyeringai.
"Apa? Naksir sama lu? Hah, mimpi kali lu.Jangan harap, muka lu aja kayak onta arab mana ada yang suka sama lo" timpal Felya tak mau kalah dari Davi.
"Dih, gue juga ogah kali sama lu, dasar nenek lampir, mending sama Azifa aja" balas Davi kembali mengejek Felya.
mereka hanya menggeleng kepala mendengar perdebatan Davi dan Felya.
"Udah-udah kok kalian malah berantem,ntar kalo kalian berjodoh gimana?" Tanya Ikbal menghentikan pertengkaran mereka.
"Apa? Jodoh?, ogah banget gue kalo sama si onta" balas Felya.
"Dih, amit-amit dah kalo gue berjodoh sama nenek lampir" timpal Davi tak mau kalah.
"Takdir nggak ada yang tau, kalo awal nya kalian sering berantem, bisa jadi ntar kalian itu berjodoh dan kemudian saling sayang" ujar Aldzi ikut nimbrung sesekali menatap ke arah Azifa.
"Nggak mungkin!" jawab Davi dan Felya secara bersamaan.
"Ciee kompaknya" ujar Ayrin meledek mereka berdua.
"Udah lah, cari topik yang lain napa?" timpal Felya berdecak sebal.
"Duh kalian ini serasi deh" ujar Azifa bersemangat.
"Jangan gitu dong cantik, aku kan sukanya Cuma sama kamu, mana mungkin aku suka sama nenek lampir kek dia" balas Davi merengek seperti anak kecil.
"Lo tu yah,rese banget jadi cowok"ujar Felya sambil menabok bahu Davi.
"Aww sakit, dasar nenek lampir nggak punya hati" kesal Davi yang mengusap bahunya yang sedikit perih.
"Lu tuh onta rese" Felya tambah kesal lalu menyilangkan kedua tangan di dadanya.
Tak lama kemudian makanan yang dipesan diantarkan oleh pelayan ke meja tempatmereka duduk. "selamat menikmati" ujar pelayan cafe tersebut sambil tersenyum ramah.
"Iya, makasih" jawab Azifa membalas senyumannya.
mereka semua menyantap makanan nya dengan lahap, hanya dentingan sendok yang terdengar dipiring mereka. Suasana kembali hening. Seketika Ikbal membuka suara.
"Guys" ujar Ikbal menatap le arah sahabatnya yang sedang makan.
"Apaan?" Tanya Aldzi yang merasa terganggu dengan waktu makannya.
"Gue mau ngomong ke kalian" balas Ikbal dengan raut wajah yang serius.
"Udah ngomong aja langsung, repot banget dah" timpal Felya.
"Gue sama Ayrin pacaran" ujar Ikbal dengan wajah serius.
"A-apa? Lo bilang apa barusan? Gue nggak salah denger?" Tanya Azifa kaget dengan tersedak.
"Pa-pacaran?" Tanya Davi juga ikut kaget.
"Kok bisa?" Tanya Aldzi juga tak kalah kagetnya ketika mendengar bahwa sahabatnya pacaran.
"Iya, kita berdua pacaran, sekarang masuk hari ke 5" timpal Ayrin yang menghentikan Aktivitas makan mereka.
"Anjirr, kalian kenapa baru bilang sih?" Tanya Aldzi.
"Soalnya, kami mau ngasih surprise biar kalian kaget" jawab Ikbal santai.
"Sok ngasih surpsegala, kenapa kalian bisa pacaran? Gimana ceritanya?" Tanya Azifa semakin penasaran.
"Pertama kami ketemu itu pas ada acara keluarga, terus ngobrol-ngobrol tukar no hp. Kemudian kami saling dekat, ya sekarang gini deh" jawab Ayrin disertai senyuman.
"Aah, Al tinggal kita berdua nih yang jomblo" ujar Davi memelas.
"Kita? Lo aja kali" balas Aldzi mengejek Davi.
"Oiya, lu kan punya banyak pacar,bagi-bagi dong Al" balas Davi.
"Enak aja, ogah" ketus Aldzi.
"Lo tu ya, nggak bisa banget setia sama satu cewek. Gimana kalo lo udah nikah nanti, pasti istri lo nggak betah hidup sama lo,ntar istri lo malah minggat. Hahah" ujar Davi meledek.
"Ishh, kalo mau ngomong mulut tu disaring dulu Dav" balas Aldzi kesal.
"lah emang nyata nya gitu kok" balas Davi meledek.
"omongan gue nggak salah kan cantik?" Tanya Davi pada Azifa yang hanya terdiam.
"Iya, omongan lo bener kok" balas Azifa tersenyum kecil.
Aldzi hanya diam dan terpaku ditempat, dia mencoba merenungi bagaimana jika dia yang berada diposisi Azifa, pasti rasanya sakit. Setelah selesai, Mereka akhirnya pulang kerumah masing-masing.Kini Azifa hanya terdiam di mobil. dia hanya menatap keluar jendela. sesekali Aldzi menoleh ke arah Azifa yang sedang termenung.
"Lo mikirin apa sih?" Tanya Aldzi penasaran
"Nggak ada" balas Azifa seadanya.
"Yakin?" Tanya Aldzi kembali.
"Iya" balas Azifa cuek.
"Kapan kita mau ngasih tau soal pernikahan kita ke teman-teman?" Tanya Aldzi.
"Terserah" balas Azifa kembali cuek.
"Mmm"
***
SEMANGAT YA BUAT YANG LAGI BACA.
Aku tak henti-henti nya mengingatkan kepada kalian buat vote dan follow :v
KAMU SEDANG MEMBACA
Aldzi & Azifa | Perjodohan (SUDAH TERBIT)
Teen Fiction(FOLLOW AKUN OUTHOR SEBELUM BACA DEMI KENYAMANAN BERSAMA)👌 "Apa?! Nikah? Mama sama Papa udah gila? Ini 'kan zaman modern. Sekarang bukan lagi zamannya Siti Nurbaya yang seenaknya aja dijodohin." -Aldzi "Ma, please. Azifa enggak mau nikah! Azifa ng...
