Kringggg.....
Jam pulang akhirnya berlalu, semua murid berhamburan keluar kelas, sementara Azifa dan sahabatnya masih nongkrong di kelas.
"Guys, gue mau ngumpet dulu di kolong meja guru, ntar kalo Aldzi datang nyarin, bilangin gue udah pulang duluan, yah please." ujar Azifa sambil memohon pada sahabatnya.
"Lah kenapa emang nya?" tanya Felya penasaran.
"Yaa.... gue lagi gak pengen aja ketemu sama Aldzi" ujar Azifa.
"Alasan lo tu gak jelas banget tau nggak?" timpal Ayrin heran.
"Isshh, please tolongin gue kali ini aja" Azifa kembali memohon
"Kita nggak janji ya" ujar Felya.
"Tau ah, pokok nya kalian gak boleh bilang kalo gue lagi ngumpet" ujar Azifa.
"Iya-iya"
Sementara Azifa langsung menuju kolong meja guru untuk sembunyi.
5 menit kemudian Aldzi datang menghampiri kelas Azifa.
"Eh ada Aldzi" ujar Felya.
Azifa yang mendengar itu pun langsung gemetar dibawah meja.
"Azifa mana?" tanya Aldzi melirik seisi kelas.
"Azifa barusan pulang sama adeknya" balas Ayrin sambil menunjukkan jari tangan nya pada meja guru.
Seketika Aldzi langsung paham apa maksud dari Ayrin.
"Oh, udah pulang ya" ujar Aldzi sambil berjalan menuju meja guru.
Azifa yang berada di kolong meja merasa aman lalu mengelus dadanya.
Kedua sahabat Azifa hanya diam melihat nya.
"Baa!" suara Aldzi mengagetkan Azifa yang sedang berjongkok dengan gemetar.
"Ee anjayy!" balas Azifa kaget.
"Ee ada mas Aldzi toh?" ujar Azifa polos seolah tak terjadi apa-apa.
"Iya neng, ngapain disitu? sembunyi ya?" Tanya Aldzi lalu menarik Azifa keluar dari kolong meja.
"Mm enggak kok si-siapa yang se-sembunyi, gue cuma lagi cari jaringan kok" jawab Azifa gugup mencari alasan.
"Oh gitu ya? jauh bener cari jaringan nya sampe di kolong meja segala?" Tanya Aldzi.
"Disini tempatnya nyaman" ujar Azifa yang membersihkan seragam nya.
"Oh gitu, yaudah yuk pulang" Aldzi langsung menarik pergelangan tangan Azifa.
"Gue bisa pulang sendiri Al" Azifa melepas tangan nya.
"Nggak! gue butuh klarifikasi dari lo" tegas Aldzi.
"Klarifikasi apa?" Tanya Azifa pura-pura tidak tau.
"Soal tingkah lo dari pagi sampe sekarang, yuk pulang" Aldzi memegang erat tangan Azifa sambil keluar kelas.
"Awas kalian ya!" ancam Azifa pada sahabatnya.
"Hehe sorry Fa"
*****
Di kamar, Aldzi dan Azifa duduk berhadapan.
Azifa hanya tertunduk diam sambil memainkan jarinya.
"Fa, lo sebenarnya kenapa sih?" tanya Aldzi heran.
"Nggak kenapa-kenapa" jawab Azifa sembari mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Terus kenapa tingkah lo aneh gini?" Tanya Aldzi menatap Azifa.
"...."
"Jawab gue Fa! Dan tatap gue!" Ujar Aldzi memegang dagu Azifa.
"Gue malu" jawab Azifa sambil memainkan jarinya.
"Malu kenapa?" Tanya Aldzi heran sekaligus bingung.
"Gue malu ketemu elo, setiap lihat lo hati gue berdebar dan gugup" jawab Azifa sedikit gemetar.
"Ahahahah wkwkwk" Aldzi tertawa terbahak-bahak.
"Kok malah ketawa sih? kan gue jawab apa ada nya" ujar Azifa lalu menunduk.
"Lo lucu dan gemesin banget, pengen deh gue cium" ujar Aldzi mencubit pipi Azifa.
Seketika pipi Azifa langsung merona.
"Kenapa tuh pipi?" Tanya Aldzi meledek.
"Jangan gitu Al, gue malu" ujar Azifa mengusap pipinya.
"Kenapa harus malu sih Fa? kan gue suami lo, dan soal kejadian semalem itu kan privasi kita berdua, mana mungkin gue umbarin sama orang-orang" timpal Aldzi menjelaskan kepada Azifa.
Azifa akhirnya bernafas lega lalu menatap mata Aldzi. kemudian Aldzi mengecup bibir Azifa lembut. Azifa hanya diam mematung dengan pipi merona.
"Al, lo tu yah bikin gue dagdigdug tau nggak. jantung gue mau copot nih" Azifa malu-malu.
"Masa dicium gitu aja jantung lo bisa copot?"
Ledek Aldzi.
"Ishh tau ah" kesal Azifa.
"Fa, gue nggak akan lakuin hal yang lebih jauh, sebelum lo bilang udah siap" ujar Aldzi.
"Beneran yah?"
"Iya" Aldzi tersenyum.
"Janji?"
"Iya sayang" jawab Aldzi lalu mengecup singkat kening Azifa.
"Deg!" Azifa kembali mematung, jantungnya kini berdetak lebih cepat dari biasanya.
"Lo bisa banget bikin hati gue berdebar" ujar Azifa tersipu malu.
"Ya dong, Aldzi gitu loh, Fa gue boleh minta sesuatu nggak?" Ujar Aldzi.
"Apaan? jangan yang aneh-aneh ya?" Sinis Azifa.
"Cium gue di bibir" ujar Aldzi.
"Deg!" lagi- lagi Azifa mematung.
"Kenapa? nggak mau?"
"Gu-gue gugup"
"Yaudah lain kali aja" entah kenapa ada sedikit perasaan kecewa di hatinya.
"Maaf" Azifa tertunduk.
"Nggak apa-apa" jawab Aldzi tersenyum lalu mengelus rambut Azifa.
***
GIMANA NIH GAES?
MAKASIH BUAT KALIAN YANG UDAH MAU BACA.
SEMOGA KALIAN SEHAT SELALU.
JANGAN LUPA VOTE DAN FOLLOW JUGA YA
KAMU SEDANG MEMBACA
Aldzi & Azifa | Perjodohan (SUDAH TERBIT)
Teen Fiction(FOLLOW AKUN OUTHOR SEBELUM BACA DEMI KENYAMANAN BERSAMA)👌 "Apa?! Nikah? Mama sama Papa udah gila? Ini 'kan zaman modern. Sekarang bukan lagi zamannya Siti Nurbaya yang seenaknya aja dijodohin." -Aldzi "Ma, please. Azifa enggak mau nikah! Azifa ng...
