Iya atau Tidak

107K 6K 445
                                        

Dibalik perkataan Aldzi seolah tak peduli, sebenarnya dia itu sangat peduli, dia merasa sangat kesal, dia marah, dia cemburu, dan dia merasa gila jika Azifa menerima Adnan sebagai pacarnya.entah mengapa Aldzi baru merasakan hal seperti ini akhir-akhir ini. Perasaan nya bercampur aduk tak karuan. Dia baru menyadari bahwa dia mulai jatuh cinta kepada Azifa.

tak seperti biasanya Aldzi hanya duduk diam di kelas ketika jam istirahat, biasanya dia datang lebih awal ke kantin, tapi tidak untuk hari ini. wajah nya kelihatan pucat. Tiba-tiba Ada keributan riuh di lapangan. Ternyata itu Adnan yang sedang mengumpulkan Siswa/I semuanya berkumpul dilapangan kecuali Aldzi dan Azifa.

Azifa hanya bersembunyi di kelas tak tau apa yang akan terjadi.

"Fa, lo keluar dong. Kalo lo nerima perasaan gue, lo datang kelapangan temuin gue sekarang juga" ujar Adnan berteriak dengan menggunakan mic.

semua siswa/I berteriak "Terima, terima,terima" Azifa yang mendengar tak tahu harus berbuat apa. Kemudian Azifa datang ke kelas Aldzi, dan menghampirinya yang sedang duduk termenung.

"Al, lo kok diam aja? Lo nggak berbuat sesuatu gitu?" Tanya Azifa.

"Apa hah?" tanya Aldzi kembali.

"Lo rela gue pacaran sama Adnan?" tanya Azifa penasaran apa yang ada dipikirannya Aldzi

"Terserah" jawab Aldzi cuek lalu memalingkan muka nya.

"Loh kok gitu?" Tanya Azifa mengharapkan bahwa Aldzi akn menghalangi nya untuk menerima Adnan.

"Terus gue harus apa hm?" Jawab Aldzi dengan muka datar.

"Lo nggak mau cegah gue gitu? Lo nggak ada perasaan sedikit pun ke gue?" tanya Azifa berharap Aldzi mencegahnya.

"Nggak tau" jawab Aldzi cuek.

"Al, gue tanya sama lo, lo tinggal jawab Iya atau Tidak" ujar Azifa. "Lo mau gue nerima Adnan atau nggak?" tanya Azifa penasaran.

"Terserah lo, itu kan perasaan lo" ujar Aldzi seolah tak perduli.

"Berati lo nggak ada rasa apa-apa ke gue?" tanya Azifa sekali lagi.

"Nggak" Jawab Aldzi lalu mengalihkan pandangannya ke arah lain.

"Oke, kalo gitu gue pergi buat nerima perasaan Adnan" berlalu pergi keluar kelas dengan perasaan yang campur aduk. dia masih tak menyangka ternyata Aldzi tak punya perasaan sedikit pun kepadanya.

Tiba-tiba ponsel Azifa bergetar, ternyata ada Chat masuk dari Aldzi.

_________________________________________
Aldzi
Online
________________________________________

|Sekarang lo puter balik
|lihat koridor kelas!

Udah, kenapa emang nya?|

|Koridor kosong ga?

Enggak, rame kok. Kenapa?|

|Cihh, mau ngegombal kek mariposa aja susah banget sih!"

Hah? Maksudnya?|

|Lo balik ke kelas sekarang!
|hidup Gue sepi tanpa elo
|❤💕💖

_________________________________________

Mendapat pesan dari Aldzi ia langsung kembali ke kelas Aldzi. Azifa merasa sangat senang. Hatinya terasa berbunga-bunga, dan jantungnya terasa berdetak lebih cepat dari biasanya.

"Al, lo serius kan tadi?" tanya Azifa masih penasaran.

"Iya gue serius, gue suka sama elo Fa" jawab Aldzi disertai senyuman manis. "jawaban gue Nggak, jangan terima Adnan. Elo milik gue Fa" ujar Aldzi lalu menyodorkan satu buket bunga berwarna pink baby.

Azifa langsung tersenyum manis mendengar perkataan Aldzi. "makasih Al" ujar Azifa lalu mengambil bunga yang diberikan Aldzi.

"Makasih buat apa?" tanya Aldzi heran.

"Makasih elo udah suka sama gue, sebenarnya gue juga udah suka sama lo dari kelas X" balas Azifa dengan malu-malu.

"Sama-sama Fa, yaudah lo turun sana, lo bilang baik-baik ke dia" ujar Aldzi.

"Iya" jawab Azifa berlalu pergi.

Azifa sampe didepan koridor kelas, lalu masuk lagi untuk menemui Aldzi.
Aldzi heran kenapa Azifa balik lagi.

"Ada yang ketingga....?" Ucapan Aldzi terputus karena tiba-tiba Azifa mengecup pipi Aldzi.

Sementara Aldzi hanya diam mematung dibuatnya.

"Gue pergi dulu" ujar Azifa lalu berlari keluar kelas.

Azifa sampe dilapangan semua nya bertepuk tangan dengan gembira. Semuanya sudah berharap bahwa Azifa bakal nerima perasaan Adnan tapi ternyata tidak.
Azifa menarik Adnan keluar lapangan dan berbicara dengan 4 mata.

"Nan, maafin gue" ujar Azifa sambil menunduk.

"Iya gue udah tau kok jawaban lo apa" balas Adnan sambil tersenyum.

"Nggak apa-apa kan Nan?" tanya Azifa dengan wajah yang tidak tega melihat raut wajah Adnan yang kelihat sangat sedih.

"Santai aja, gue nggak apa-apa kok Fa. Makasih udah biarin gue jatuh cinta sama lo" ujar Adnan sambil tersenyum.

"Iya Nan, kalo gitu gue pergi dulu ya" balas Azifa berlalu pergi untuk menemui Aldzi.

saat hendak ke kelas Tiba-tiba Azifa dikagetkan dengan kedatangan Davi yang berlari kencang ke arahnya.

"Fa gawat Fa" ujar Davi datang dengan ngos-ngosan.

"Gawat kenapa?" tanya Azifa heran.

"Aldzi Fa!" panik Davi.

"Aldzi kenapa Dav?" tanya Azifa langsung khawatir.

"A-aldzi pi-pingsann" ujar Davi dengan nada ngos-ngosan.

"Sekarang dia dimana?" Tanya Azifa juga ikutan panik.

"Dia lagi di ruang UKS Fa" ujar Davi.

Azifa yang mendengar itu langsung berlari menghampiri ruang Uks untuk menemui Aldzi.

***

TBC

Wkwkw lagi² author dibuat ngakak sama komentar kalian 😭 setiap bacain komentar kalian pasti ada aja yg ngakak😭  dan author yg nulis aja ikut baper njir😭 pengen juga kek Aldzi dan Azifa woii helpp😭

Aldzi & Azifa | Perjodohan (SUDAH TERBIT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang