kecurigaan Sahabat

97.5K 5.7K 349
                                        

 Pagi yang cerah, mentari pun bersinar terang menyinari seluruh kota. Hari ini Azifa tak lagi berangkat kesekolah sendiri. Mulai detik ini Aldzi tak mengizinkannya, mereka harus berangkat kesekolah bersama. Selama perjalan menuju sekolah, Azifa dan Aldzi hanya diam tak ada yang mengelurkan sepatah kata pun. Beberapa menit kemudian mereka berdua sampai disekolah. Azifa bergegas keluar dari mobil Aldzi kemudian pergi ke kelas dengan langkah kaki yang cepat. Aldzi sangat heran kenapa sikap nya berubah menjadi sangat diam, tak seperti biasanya dia begini. Setelah Aldzi memarkirkan mobil nya, dia bergegas ingin menyusul Azifa namun langkah kaki nya terhenti karena ada yang menahan pergelangan tangan nya. Kemudian Aldzi menoleh ke belakang.

"Pagi sayanggg" ujar Amanda bersemangat. Amanda adalah adek kelasnya sekaligus pacarnya Aldzi. Amanda terkenal centil, genit dan juga suka membbully orang yang lemah. Sifat Aldzi dan Amanda tak jauh berbeda.

"Pagi juga" balas Aldzi tersenyum sambil mengacak-acak rambut Amanda dengan gemes.

"Kamu kemana aja sih? Kok jarang ngasih kabar sama aku? Aku kan kangen sama kamu" Timpal Amanda sambil merengek dan bergelayut manja di lengan Aldzi.

"Iya, maaf ya sayang, aku itu sibuk banget akhir-akhir ini. Maklum kan aku udah kelas XII" jawab Aldzi berusaha menenangkan Amanda.

"Iya, aku ngerti kok sayang" ujar Amanda sambil merangkul pinggang Aldzi.

"Yuk aku anterin kamu ke kelas" balas Aldzi sambil merangkul pundak Amanda.

"Yuk, tapi aku masih kangen" jawab Amanda.

"Aku juga kangen sama kamu" Aldzi merangkul bahu Amanda.

"Nanti pas istirahat jemput aku ke las ya sayang, kita ke kantin bareng" ujar Amanda merengek.

"Iya sayangku mmuaachh" ujar Aldzi lalu mengecup kening Amanda.

Tanpa mereka sadari dari kejauhan Azifa melihat pemandangan yang tidak ia sukai.
Azifa hanya mengumpat dalam hatinya dan merasa sebal dengan sikap Aldzi yang keterlaluan. Azifa memutuskan untuk kembali ke kelasnya sambil menunggu kedua sahabatnya. tak lama kemudian Ayrin dan Felya datang menghampiri Azifa yang sedang termenung.

"Woii" Azifa dikagetkan dengan kedatangan sahabatnya,

"Astaga, untung aja gue nggak punya penyakit serangan jantung, kalo gue punya bisa-bisa mati ditempat" ujar Azifa kesal.

"Ya lagian lo bengong aja, mikirin apa sih?" Tanya Felya.

"Nggak mikirin apa-apa kok" jawab Azifa santai.

"Yakin nih?" Tanya Ayrin penasaran.

"Iya"

                                           ***

 Disisi lain Aldzi malah asik pacaran, ia tak menghiraukan tentang perkataan orang lain. Yang penting dia merasa senang. Tiba-tiba Ikbal dan Davi datang mencari Aldzi.

"Woii bro, dicariin taunya malah nongkrong disini" ujar Ikbal.

"Pacaran mulu lu, pagi-pagi udah ngapel aja" timpal Davi.

"Yaelah, iri bilang boss" balas Aldzi meledek.

"Udah lah, ayok ke kelas bentar lagi bel masuk" ujar Ikbal menarik tangan Aldzi.

"Daahh sayang mmuacchh" ujar Amanda berteriak sambil melambaikan tangannya pada Aldzi.

"Daahhh" balas Aldzi juga melambaikan tangannya.

"Pacar lo centil banget ya,genit lagi. lo nggak bisa nyari yang lebih baik dari dia? Kayak Azifa misalnya" Tanya Davi.

"Hhh, gue sebenarnya juga ogah, tapi nggak apa-apa lah, nyari sensasi" jawab Aldzi dengan senyum menyeringai.

Aldzi & Azifa | Perjodohan (SUDAH TERBIT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang