Typo bertebaran.......
_________________________________________
Aldzi pov
"Apa?!"
"Nikah...?"
"Mama sama Papa udah gila?!"
"Ini kan zaman modern, sekarang ini bukan lagi zamannya Siti Nurbaya yang seenak nya aja dijodohin" kesal gue penuh emosi yang duduk di ruang tamu bersama keluarga.
"Iya, kamu harus mau! Lagi pula gak ada salahnya kan? Biar kamu gak bandel lagi" jawab dinda Mama gue.
"Aku gak mau, lagian aku kan masih kelas 3 SMA! Bentar lagi kan mau lulus" bentak gue kepada kedua Bonyok.
"Itu biar mama sama papa yang urus, kamu tinggal nikah aja!" timpal Mama gue yang tengah memaksa.
"Tapi kenapa aku harus menikah ma? Emang gak ada cara lain?, Aldzi juga bisa berubah dengan sendirinya kok" jawab gue dengan lantang.
"Karena dulu kakek kamu punya perjanjian sama sahabat nya, jika kakek kamu dan sahabat nya mempunyai anak yang berbeda jenis kelamin maka saat umur 18 tahun mereka akan menjodohkannya, ternyata kakek dan nenek kamu mempunyai anak laki-laki yaitu papa, dan sahabat kakek kamu juga melahirkan anak laki-laki, jadi kakek kamu memutuskan perjodohan itu di ganti saja pada cucu nya, ternyata anak papa laki-laki dan anak sahabat papa perempuan, saat sudah dewasa kami berniat menjodohkan kalian seperti wasiat yang kakek kamu buat, dan sekarang lah waktu yang tepat" ujar juna papa gue.
"Kan aku gak kenal sama dia pa, masa iya langsung nikah? Kalo aku gak suka sama dia gimana? Kalo dia jelek gimana?"ujar gue kesal.
"Dia cantik kok, kamu pasti suka sama dia, orangnya pintar, baik lagi,nanti papa sama mama kenalin ke kamu" ujar mama berusaha meyakinkan gue.
"kasih aku waktu untuk berfikir" jawab gue dan berlalu pergi meninggalkan orang tua gue di ruang tamu.
Gue bingung setengah mati, entah apa yang ada dipikiran mereka sampai-sampai mau jodohin gue segala. Ini itu ga masuk akal banget!
***
Azifa pov
"Ma please Azifa gak mau nikah!"
"Azifa gak mau dijodohin!"
"bukannya mama yang bilang kalo jodoh itu ditangan tuhan, tapi kenapa jodoh Azifa ada ditangan mama?"
" Kenapa malah mama dan papa yang nentuin jodoh Azifa?" tanya gue memohon pada Bonyok.
"Mama ngerti perasaan kamu sekarang,mama juga nggak bisa nolak karena ini wasiat dari kakek kamu dan sahabatnya" jawab Nita Mama gue.
"Apa papa sama mama gak sayang sama Azifa?"
"Kenapa harus sekarang nikah nya?"
"Lagi pula Azifa kan masih SMA!"
"Azifa masih ingin kejar cita-cita!'
"Apa mama sama papa gak mau lihat anak nya sukses?"
" Azifa gak mau punya anak sekarang!"
"Azifa gak mau hamil! Pa, ma please jangan sekarang?"
"Masa depan Azifa masih panjang"
rengek gue pada bonyok.
"Bukannya papa sama mama gak sayang sama kamu, tapi ini wasiat dari kakek kamu, kalo kamu harus nikah waktu kamu umur 18 tahun, kalo masalah sekolah itu biar kami yang urus kamu tinggal jalani aja,kalo kamu belum mau punya anak sekarang kan bisa ditunda, kamu nanti juga bisa kuliah kok, yang penting kamu nikah aja dulu" jawab Vero papa gue.
"Sumpah Azifa bingung sama keadaan yang ga jelas ini!"
"Bisa-bisanya ada perjodohan yang tidak jelas dan tidak masuk akal sama sekali!"
"Ini semua gara-gara wasiat gak jelas itu!"
"Biar Azifa mikir dulu"
gue berlalu pergi ke kamar. kemudian gue mengunci pintu kamar dan menangis seolah tak menyangka menikah diusia 18 tahun.
Nasib gue bakal jadi seperti apa nantinya? Akan kah bisa bahagia?
Anjingggg bangsattt, salah apa gue sampe dijodohin begini?! Haha anjing!
***
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
Aldzi & Azifa | Perjodohan (SUDAH TERBIT)
Fiksi Remaja(FOLLOW AKUN OUTHOR SEBELUM BACA DEMI KENYAMANAN BERSAMA)👌 "Apa?! Nikah? Mama sama Papa udah gila? Ini 'kan zaman modern. Sekarang bukan lagi zamannya Siti Nurbaya yang seenaknya aja dijodohin." -Aldzi "Ma, please. Azifa enggak mau nikah! Azifa ng...
