Azifa pov
Gue berangkat sekolah menaiki mobil berwarna hitam milik, pikiran gue benar-benar kacau,gue gak bisa berkata apa-apa, gue bingung harus berbuat apa, gue dijodohkan dengan orang yang ga pernah gue temui.
"Gimana kalo dia jelek?"
"Gimaana caranya menikah dengan orang ga gue kenal?"
"Apa yang harus gue lakukan setelah menikah?"
" Apa gue bisa bebas?"
"Atau gue terkekang?"
"Bagaimana kalo aaissh...!!!"
banyak pertanyaan aneh yang muncul dibenak gue, kalo gue nolak, bonyok pasti sedih gue ke ingat kalo bonyok udah berkorban banyak hal untuk gue, sedangkan gue belum pernah melakukan sesuatu untuk membuat bonyok bahagia, mungkin dengan menerima perjodohan ini gue bisa melihat orang tua gue bahagia.
Brakk...!!!
Lamunan gue terhenti ternyata diparkiran sekolah Ague menabrak mobil "the king of bad boy" yaitu Aldzi Azzam Mahesa laki-laki tampan, berkulit putih, hidung mancung, dan rambut acak-acakan, ya bisa dibilang blasteran Korea-Indo karena dia mirip oppa korea,tapi sayangnya dia playboy, dia dijuluki raja bad boy karena sifatnya yang keras kepala dan suka berbuat semaunya.
"Eh lu bisa lihat gak sih? Kalo gak bisa bawa mobil belajar dulu sana! Punya mata gak sih?" bentak Aldzi pada gue.
Gue keluar dari mobil lalu menghampiri Aldzi.
"Eh Aldzi si cowok playboy hellooww....."
" Bukannya elo yang nabrak mobil gue?"
"Situ gak punya mata ya?"
"Mata lu buta apa katarak hm?
jawab gue sedikit meledek.
"Eh lu cewek taunya Cuma ngebacot, berani lu sama gue? Lu gak tau gue siapa? Gue bisa lakuin apa aja termasuk nyingkirin elo dari sekolah ini" timpal Aldzi dengan sinis.
"Gue tau elo yang punya sekolah ini, bukan berati elo bisa seenaknya ngerendahin orang lain, semua orang juga pengen cari ilmu! lo manusia apa bukan sih? Makanya jangan mikir cewek mulu, belajar yang rajin biar banggain orang tua bukannya malah senang-senang ngabisin duit orang tua, dasar gak punya hati!" bentak gue pada Aldzi.
"Lu liat mobil gue lecet gara-gara mobil lu!!!" bentak Aldzi dengan suara meninggi.
"Yaelah, lu kan orang kaya, lu bisa lah perbaiki sendiri" jawab Azifa langsung memarkirkan mobilnya dengan rapi.
Tanpa mereka sadari, sedari tadi banyak yang menonton kejadian itu bahkan ada yang merekamnya. bahkan banyak murid lain yang menggosipi azifa.
"Dia berani banget ya ngomong gitu ke Aldzi"
"Dia udah gila kali ya?"
"Astaga tu cewe, bikin ulah mulu sama Aldzi"
"Videoin ah, biar viral"
"Pagi-pagi udah ngerusuh aja"
"Tontontan Pagi-pagi"
"Jangan sampai kita berurusan sama Aldzi"
"Baru kali ini ada cewek yang berani marahin Aldzi"
Ya itu lah yang semua orang bicarakan tentang gue, tapi gue ga mau menghiraukannya.
gue masuk ke kelas dengan wajah kesal.
"Kok bisa lu berani bentak Aldzi? Emang apa yang terjadi?" tanya Felya penasaran.
KAMU SEDANG MEMBACA
Aldzi & Azifa | Perjodohan (SUDAH TERBIT)
Ficção Adolescente(FOLLOW AKUN OUTHOR SEBELUM BACA DEMI KENYAMANAN BERSAMA)👌 "Apa?! Nikah? Mama sama Papa udah gila? Ini 'kan zaman modern. Sekarang bukan lagi zamannya Siti Nurbaya yang seenaknya aja dijodohin." -Aldzi "Ma, please. Azifa enggak mau nikah! Azifa ng...
