Senin Seharusnya hari ini Aldzi malas pergi kesekolah karena harus panas-panasan ikut upacara bendera. Ditambah lagi ada mata pelajaran yang ia benci, dan waktu istirahat menjadi lebih sebentar karena ulangan harian. Aldzi berniat bolos sekolah hari ini, namun rencana nya digagalkan oleh Azifa yang terus memaksanya untuk datang kesekolah. Mau tidak mau dia harus datang kesekolah meski terpaksa. Aldzi datang kesekolah dengan rambut yang acak-acakan dan baju yang dikeluarkannya. Hari ini Azifa jalan berdua dengan Aldzi melewati koridor kelas. Banyak sorotan mata yang melihat mereka. Setelah mengantarkan Azifa ke kelas Aldzi langsung menuju kelasnya.
Setelah satu jam menunggu kedatangan guru, ternyata tak ada guru yang memasuki kelas. Ketua kelas pun datang memberi berita bahwa semua murid harus diam dengan tenang dikelas karena para guru sedang mengadakan rapat bersama kepala sekolah.
suasana kelas XII IPA 5 mendadak riuh karena Aldzi dan sahabatnya menyetel lagu dangdut menggunakan speaker sambil berjoget asyik. Beberapa temannya sudah tidak peduli dengan tingkah mereka, tapi sebagian dari mereka ada yang membuat insta story untuk mengabadikan momen lucu mereka. Meskipun guru sedang rapat semua murid banyak yang berkeliaran di lingkungan sekolah. Tak ada yang betah menunggu dikelas.
Azifa memutuskan untuk berkeliling ditaman bersama sahabatnya dan berfoto-foto untuk kenangan. Tiba-tiba Adnan datang menghampiri Azifa dan menagajak nya untuk bicara 4 mata. Sementara itu sahabatnya hanya menunggu mereka.
"Kamu mau ngomong apa nan? Kayaknya serius banget" Tanya Azifa penasaran.
"Aku mau ngomong serius ke kamu Fa" jawab Adnan sedikit gugup.
"Ngomong aja ga usah terlalu serius lah" balas Azifa dengan santai.
"Aku sebenarnya suka sama kamu Fa" ujar Adnan berusaha meyakinkan Azifa.
Azifa hanya diam terbelenggu mendengar perkataan yang dilontarkan Adnan.
Sebenarnya Azifa juga menyukai Adnan tapi itu dulu sebelum Aldzi datang di kehidupannya. Dan mengapa baru sekarang Adnan menyatakan cintanya ketika Azifa telah bersama Aldzi.
"Kamu mau nggak? Jadi pacar aku?" Tanya Adnan dengan tatapan serius.
"Kamu beneran serius nan?" Tanya Azifa masih bingung harus memberi jawaban apa.
"Iya aku serius kok sama kamu Fa. Kamu nggak perlu jawab sekarang" ujar Adnan. "aku pergi dulu ya" timpal Adnan berlalu pergi begitu saja.
Azifa hanya diam termenung, dia bingung harus bagaimana. Kemudian sahabatnya datang menghampiri Azifa.
"Adnan ngomong apa sama lo Fa? Kelihatannya serius banget?" Tanya Felya penuh penasaran.
"Dia nembak gue" jawab Azifa dengan suara kecil.
"Apa? Nembak lo? Serius Fa?" Tanya Ayrin dengan kaget.
"Iya" jawab Azifa singkat.
"Terus lo jawab apa?" Tanya Felya.
"Gue nggak jawab apa-apa, dia ngasih gue waktu buat berfikir" balas Azifa pada mereka.
"Nggak usah Fa, lo kan udah punya Aldzi. Kalo Aldzi tau gimana?" ujar Ayrin memberi saran.
Azifa masih terdiam memikirkan perkataan Adnan tadi. Sementara itu Ayrin mengeluarkan ponselnya dan memberi WA pada Aldzi.
_________________________________________
Aldzi suami Azifa
Online _________________________________________
Al, barusan Azifa ditembak |
sama Adnan ditaman |
|Serius lu?
Iya gue serius, ini |
bukan hoax |
|Oke, thanks info nya
***
Aldzi yang mendengar bahwa Azifa ditembak Adnan dia langsung kesal dan membanting bangku dikelas kelas. Semuanya merasa takut ketika Aldzi sudah marah.
"Lo kenapa tiba-tiba marah kayak gini?" Tanya Ikbal penasaran.
"Azifa ditembak sama Adnan" jawab Aldzi berdecak sebal.
"Serius lu?" Tanya Ikbal kembali.
"Iya, Ayrin yang ngasih tau ke gue tadi" balas Aldzi dengan raut wajah yang memerah sambil mengepal kedua tangannya.
"Terus lu mau lakuin apa?" Tanya Davi.
"Biarin aja dulu, gue lagi nggak mau nyari masalah" balas Aldzi berlalu pergi keluar kelas.
***
Dalam perjalana pulang Sedari tadi Azifa hanya terdiam, dan tak mengeluarkan sepatah kata pun. Dia hanya menatap keluar jendela mobil. Aldzi yang melihatnya merasa aneh meskipun dia sudah tau apa yang dipikrkan Azifa.
"Gimana rasanya ditembak sama cowok yang pernah lo sukai?" Tanya Aldzi tiba-tiba mengeluarkan suara dan menghentikan lamunannya.
"Lo tau dari mana gue ditembak Adnan?" Tanya Azifa heran.
"Gue tau dari mana, terserah gue" jawab Aldzi.
"Kenapa nggak lo terima?" Tanya Aldzi.
"Lo nyuruh gue terima?" Tanya Azifa kembali.
"Ya dari pada lo pusing mikirinnya" jawab Aldzi dengan begitu tenang, seolah dia tak merasa kesal dan cemburu.
"Nggak segampang itu Al" kesal Azifa memalingkan wajahnya.
"Bagi gue gampang-gampang aja kok, kan tinggal lo ngomong iya" jawab Aldzi santai.
"Itu lo, bukan gue" kesal Azifa kemudian terdiam.
"Terserah lo dah" ketus Aldzi.
Namun Azifa hanya terdiam, dia memasuki apertemen lalu mengurung dirinya didalam kamar. Azifa berfikir keras, dan tak tau harus bagaimana lagi. Andai saja Aldzi mencintainya pasti ia sudah menolak Adnan. Tapi Aldzi terlihat biasa-biasa saja didepan Azifa seolah tak memiliki perasaan apapun terhadap Azifa.
***
KAMU SEDANG MEMBACA
Aldzi & Azifa | Perjodohan (SUDAH TERBIT)
Teen Fiction(FOLLOW AKUN OUTHOR SEBELUM BACA DEMI KENYAMANAN BERSAMA)👌 "Apa?! Nikah? Mama sama Papa udah gila? Ini 'kan zaman modern. Sekarang bukan lagi zamannya Siti Nurbaya yang seenaknya aja dijodohin." -Aldzi "Ma, please. Azifa enggak mau nikah! Azifa ng...
