Mereka berempat akhirnya diam-diam mengikuti Aldzi dan Azifa. Mereka menaiki mobil Ikbal. Ternyata mereka benar-benar mapir kepasar, setelah selesai mereka lanjut mengikuti dari belakang. Mereka terkejut melihat mereka turun dari mobil dan memasuki Apartemen yang megah dan tinggi. Mereka berempat mengikuti dengan mengendap-endap seperti orang maling. Aldzi dan Azifa memasuki sebuah apartemen yang mereka tinggali. Semua sahabatnya kaget melihat mereka berdua tinggal se atap.
ketika Aldzi dan Azifa sampai di apartemen, mereka langsung kekamar dan mengganti baju. Tiba-tiba ada yang mengetok pintu.
"Siapa?" Tanya Azifa penasaran.
"Biar gue aja yang buka pintunya Fa" timpal Aldzi sambil berteriak.
Aldzi pun membuka pintu, betapa terkejutnya Aldzi melihat semua sahabatnya yang berdiri didepan pintu.
"ka-kalian, kok bisa kesini?" Tanya Aldzi kaget sekaligus khawatir.
"kita yang seharusnya nanya, kenapa lo tinggal disini sama Azifa?" Tanya Davi dengan sorot mata tajam
"Siapa Al?" teriak Azifa sambil menghampiri Aldzi.
"lah, kalian kok bisa ada disini?" Tanya Azifa dengan kaget.
"Bukannya kita yang harusnya nanya?, Lo sembunyiin apa dari kita hah?" Tanya Ayrin dengan nada yang cukup tinggi.
"Yaudah, kalian masuk dulu, ntar kita ceritain semuanya" jawab Azifa.
Mereka semua masuk, dan betapa terkejutnya mereka melihat foto pernikahan Aldzi dan Azifa yang terpajang di dinding.
"Ini maksudnya apa miskahh?? Apa maksud dari foto ini?" Tanya Davi dengan penuh penasaran.
"Tenang dulu" balas Aldzi.
"Gimana mau tenang, kalian nyembunyiin hal sebesar ini dari kita" timpal Felya merasa dikecewakan oleh sahabatnya.
"Kalo kalian mau tau tenang dulu ya, jangan ada yang bicara sebelum gue selesai ceritainnya" ujar Azifa. Semuanya mengangguk dan kemudian mendengarkan penjelasan dari Azifa.
"Kita ini sudah menikah sekitar 2 bulan yang lalu, kita awal nya nggak tau bakal dijodohin kayak gini, kita terpaksa nerima perjodohan ini karena kita nggak mau buat nyokap sama bokap sedih. Perjodohan ini adalah wasiat dari kakek kami, kalo kami harus menikah di usia 18 tahun. Dan kami nggak boleh menolaknya. Kami pengen bilang ke kalian tapi menunggu waktu yang tepat, kalo sekarang kalian udah tau yaa apa boleh buat. Kita minta maaf kalo kalian tau dengan cara kayak gini" Jawab Azifa menjelaskan.
"Wahhh, kalian ternyata udah nikah, kalian nyembunyiin ini dari kita? Gue masih ga percaya! terus aku gimana dong cantik?" ujar Davi dengan muka sedihnya.
"Kita kan masih bisa jadi teman Dav" balas Azifa tersenyum.
"Terus, kenapa kalian ga cerita? Kenapa dengan teganya kalian nyembunyiin hal sebesar ini dari kita? Apa kalian ga anggap kami sebagai sahabat? Dan apakah kalian tidur sekamar ?" Tanya Ayrin dengan sedikit perasaan kecewa.
"Maafin kita ya ga bilang-bilang soalnya waktunya juga mendadak. Ya enggak lah Ay kita ga tidur bareng, kan masih sekolah" jawab Azifa.
"Kalo tidur bareng juga nggak apa-apa kok" timpal Felya meledek.
"Iya tuh, tenang aja kita bakal jaga rahasia kok" ujar Ikbal juga meledek
"Kalian tuh ya,ngomongnya nggak pernah disaring dulu" ketus Aldzi.
"Lo kayak nggak tau kita aja Al" ujar Ikbal menyenggol bahu Aldzi.
"Gimana sih rasanya nikah muda?" Tanya Ayrin.
"Nggak bisa dijelasin dengan kata-kata, mending lo coba aja kalo pengen tau" balas Aldzi.
"Yaelah lu, nggak ah, gue belum mau nikah, ntar malah tambah repot ngurusin semuanya" jawab Ayrin.
KAMU SEDANG MEMBACA
Aldzi & Azifa | Perjodohan (SUDAH TERBIT)
Teen Fiction(FOLLOW AKUN OUTHOR SEBELUM BACA DEMI KENYAMANAN BERSAMA)👌 "Apa?! Nikah? Mama sama Papa udah gila? Ini 'kan zaman modern. Sekarang bukan lagi zamannya Siti Nurbaya yang seenaknya aja dijodohin." -Aldzi "Ma, please. Azifa enggak mau nikah! Azifa ng...
