Setelah semua keluarga pulang mereka hanya saling diam dan duduk termenung diruang tamu.
mereka masih memikirkan perkataan papa Azifa yang menginginkan seorang cucu.
"Mmm Al, gue beres-beres dulu ya." Ujar Azifa membuka suara.
"Gue bantu ya." Balas Aldzi, Azifa hanya mengangguk mengiyakan.
Kemudian Aldzi pergi ek dapur untuk membersihkan yang lainnya.
Drtt...ddrtt....drrtt
tiba-tiba handphone Aldzi yang ada diatas meja menyala. ternyata Itu telepon dari Amanda. Azifa langsung mengangkatnya.
"halo, sayang, kamu ini sibuk banget ya, sampe-sampe chat dari aku nggak kamu bales. Kamu kemana aja? Aku kangen tau." Ujar Amanda di seberang telepon.
"sayang-sayang pala lu bego!, Gue bini nya mau apa lu?!, Jangan pernah ganggu Aldzi lagi!, dasar cewek centil! Cewek genit! Cewek murahan!Nggak tau malu!" balas Azifa dengan suara membentak. Kemudian telponnya terputus.
Azifa meletakkan kembali hondpone Aldzi di meja. Ia masih kesal, bisa-bisanya Amanda merusak suasana hati Azifa.
Ddrt... drtt
Handpone Aldzi kembali bergetar.
"Ck siapa lagi yang nelpon" kesal Azifa.
Azifa melihat nama yang tertera disana
"Nadin?" Gumam Azifa.
"Tadi amanda lah sekarang nadin, dasar cowok playboy!" geram Azifa sembari meremas handphone milik Aldzi.
"Selamat malam sayang, kamu itu kemana aja sih sayang? Aku udah spam chat sampe ratusan gitu kenapa ga di read?" Ucap Nadin si seberang telepon.
"Hhuuffttt" Azifa menghela nafas panjang.
"Sayang kamu kenapa?" Tanya Nadin kembali.
"maaf ya Mba cantik, mas Aldzi nya udah punya istri yang cantik seksi aduhai dan solehot pastinya, jadi mba tolong jangan ganggu rumah tangga orang lain ya, mba ga mau kan di cap sebagai pelakor?" Balas Azifa berusaha tenang dan tidak emosian.
"Heh! Kamu kalo ngomong jangan sembarangan ya, Aldzi itu pacar saya! Dia aja masih sekolah dan belum menikah!" Ucap Nadin.
"Apa kau ga terima ha?, ayo ketemu betumbuk la kita! Bengak!, buyan!, tolol!, babi!, setan!, anjing!, bangsat!, asu!, bego!" Azifa mengeluarkan kata-kata andalan nya.
"Jangan ngaku pacar aldzi kalo belum pernah ketemu mama nya, ini saya mama Aldzi, stop berhubungan sama anak saya! Langkahi dulu saya!" Bentak Azifa yang menyamar sebagai Mama Aldzi.
Disebarang telepon Nandin hanya diam tak berkutik.
"Maaf ya tante , saya janji ga akan ganggu Aldzi lagi, selamat malam" balas Nadin.
"Ahh taik kucing atas atap, MANTAP" balas Azifa lalu memutuskan sambungan telepon, kemudian menaruh kembali handphone Aldzi di atas meja.
"Siapa yang telepon Fa?" tanya Aldzi menghampiri Azifa.
"pacar lo!" jawab Azifa ketus, kemudian Azifa nggak jadi bersih-bersih dia memutuskan untuk istirahat dikamar dan menenangkan pikirannya. Sementara Aldzi hanya diam termenung.
***
"Fa, tunggu Fa. Kenapa tadi lo nggak mau bareng sama gue kesekolah?" ujar Aldzi sambil menahan pergelangan tangan Azifa. Kemudian Azifa berhenti dan menoleh.
"Lo pikir aja sendiri!" jawab Azifa kemudian pergi ke kelas dan meninggalkan Aldzi diparkiran.
"Gee minta maaf Fa, gue bakal putusin Amanda sama Nadin demi lo" teriak Aldzi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Aldzi & Azifa | Perjodohan (SUDAH TERBIT)
Novela Juvenil(FOLLOW AKUN OUTHOR SEBELUM BACA DEMI KENYAMANAN BERSAMA)👌 "Apa?! Nikah? Mama sama Papa udah gila? Ini 'kan zaman modern. Sekarang bukan lagi zamannya Siti Nurbaya yang seenaknya aja dijodohin." -Aldzi "Ma, please. Azifa enggak mau nikah! Azifa ng...
