Sebagai readers yang baik tolong Tinggalin jejak dong, komentar atau vote kek. :)
Itung² menghargai karya yg author tulis 🧡
_________________________________________
Azifa langsung menghampiri Aldzi di ruang Uks. Ternyata Aldzi sudah sadarkan diri.
"Al,lo kenapa? Kenapa bisa pingsan?" tanya Azifa khawatir.
"Dia kecapean.Dia juga kekurangan nutrisi dan protein. Pola makan nya juga kurang teratur" ucap suster memberikan penjelasan.
"Gue nggak apa-apa kok" balas Aldzi tersenyum.
"Nggak apa-apa gimana? Lo nggak denger apa kata suster tadi?" ujar Azifa khawatir pada Aldzi.
"Iya, sekarang gue udah mendingan kok" jawab Aldzi menenangkan Azifa.
"Nggak boleh dibiarin, ayo pulang, Lo harus istirahat yang cukup" ujar Azifa sambil mengajak Aldzi untuk pulang.
"Nggak perlu Fa" Aldzi menahan pergelangan tangan Azifa.
"Perlu! Muka lo aja kelihatan pucat" ujar Azifa.
"Nggak ada penolakan, lo harus pulang" ujar Azifa lalu membawa Aldzi bersamanya.
"Iya deh iya" jawab Aldzi menurut.
Azifa membawa Aldzi ke mobil. Kali ini Azifa yang menyetir. Sesampai nya di Apartemen Azifa langsung menyuruh Aldzi untuk istirahat. Sementara Azifa membersihkan rumah kemudian memasak bubur didapur. Jam menunjukkan pukul 17. 14 Azifa bersiap-siap mandi setelah selesai ia langsung membawakan bubur kekamar Aldzi. Ternyata Aldzi masih tertidur.
"Al,bangun Al" ujar Azifa sambil menggoyangkan tubuh Aldzi.
Aldzi pun bangun dari tidurnya. Kemudian Azifa menyenderkan tubuhnya diranjang.
"Lo masak apaan, baunya wangi banget?" tanya Aldzi penasaran.
"Gue masakin lo bubur, lo makan yah" ucap Azifa sambil menyuapi Aldzi.
"Enak banget, nggak salah bonyok jodohin gue sama elo. Ternyata pintar masak" seru Aldzi kegirangan.
"Uuu baru tau lu? Dulu aja lo nggak mau makan masakan yang gue buat, lah sekarang lo malah ketagihan kan?" balas Azifa meledek.
"Iya, gue nggak tau masakan lo seenak ini" ujar Aldzi cengegesan.
"btw, lo kenapa bisa suka sama gue?" tanya Aldzi penasaran.
"Iss ga usah di bahas, gue malu" ujar Azifa dengan pipi yang merah merona.
"Santai aja kali Fa" ujar Aldzi.
"Gue mulai suka sama lo pas mos, waktu itu kita pernah dihukum berdua. lo nya aja yang nggak sadar. Setelah beberapa tahun baru sekarang perasaan gue terbalaskan" jawab Azifa berdecak sebal. "dan lo kapan mulai suka sama gue?" tanya Azifa balik.
"Duh udah lama banget yah, sorry baru sekarang bisa balas perasaan lo. Gue suka sama elo baru-baru ini" balas Aldzi .
"Dih" jawab Azifa berdecak sebal.
"Jangan marah dong" ujar Aldzi menghibur Azifa. Azifa hanya menyilangkan tangan nya dan mengalihkan pandangannya ke arah lain. Tiba-tiba Aldzi mendekatkan wajah nye ke hadapan Azifa. Azifa pun memejamkan matanya sambil memanyunkan bibirnya kedepan.
"Lo kenapa? Pengen gue cium ya?" tanya Aldzi meledek. Azifa malu dibuat setengah mati oleh Aldzi. Dia berpikir Aldzi akan menciumnya ternyata tidak.
"Nggak apa-apa, Ge,eR banget sih lo" balas Azifa langsung berdiri dari ranjang.
"Mau kemana?" tanya Aldzi memegang pergelangan tangan Azifa.
"Ke dapur" jawab Azifa kesal.
Kemudian tangan nya ditarik oleh Aldzi dan Azifa pun terduduk disebalah Aldzi.
Aldzi mendekatkan bibir nya, kemudian menempelkannya pada bibir Azifa. Azifa hanya diam dan mematung darah nya berdesir hebat seolah ada yang menghantamnya.
ciuman pertama mereka Cuma berlangsung 10 detik. Singkat namun penuh makna.
Aldzi melepaskan ciumannya kemudian Azifa beranjak pergi ke dapur.
Azifa pov
Gue kesal sama Aldzi, kemudian dia mencoba menghibur gue tapi nggak mempan. tiba-tiba Aldzi mendekatkan wajah nya ke gue, gue malah merem sambil memanyunkan bibir, gue pikir dia mau nyium gue tapi enggak anjir . Duh sial malu nya gue, mau taro dimana nih muka.
"Lo kenapa? Pengen gue cium ya?" tanya Aldzi meledek gue.
"Nggak apa-apa, Ge,eR banget sih lo"balas gue dan langsung berdiri dari ranjang.
"Mau kemana?" tanya Aldzi menahan pergelangantangan gue.
"Ke dapur" jawab gue sedikit kesal.
Kemudian tangan gue ditarik oleh Aldzi seketika gue pun terduduk disebalah Aldzi.
Aldzi mendekatkan bibir nya, kemudian menempelkannya pada bibir gue. Gue hanya diam dan mematung darah gue berdesir hebat seolah ada yang menghantamnya, jantung gue juga berdegup sangat kencang tak karuan.
ciuman gue Cuma berlangsung 10 detik. kemudian Aldzi melepaskan ciumannya, gue bergegas beranjak pergi ke dapur.
Gue ngerasa ada yang aneh sama gue. Malu banget huhu.
Aldzi pov
Azifa lucu kalo lagi ngambek, gue mendekatkan wajah gue, karena gue ingin melihat wajahnya lebih dekat. Tapi dia malah berfikir kalo gue mau nyium dia. Ya kenyataannya emang gue mau nyium dia sih.
"Lo kenapa? Pengen gue cium ya?" tanya gue meledek Azifa.
"Nggak apa-apa, Ge,eR banget sih lo" balas Azifa dan langsung berdiri dari ranjang.
"Mau kemana?" tanya gue penasaran sambil memegang tangannya.
"Ke dapur" jawab Azifa yang memperlihatkan raut wajah yang sedikit kesal.
Kemudian gue tarik tangan Azifa seketika Azifa pun terduduk disebalah gue. tanpa berfikir panjang gue langsung mendekatkan bibir gue, kemudian menempelkannya pada bibir Azifa. Gue hanya terdiam dan mematung menikmati hangatnya bibir Azifa, jantung gue juga berdegup sangat kencang tak karuan. Walaupun ciuman gue Cuma berlangsung 10 detik, itu adalah momen yang sangat berharga bagi gue ,kemudian gue melepaskan ciumannya, Azifa bergegas beranjak pergi ke dapur. Mungkin karena dia malu kali ya.
beberapa menit kemudian Azifa kembali menghampiri gue. Gue langsung bilang aja apa yang gue inginkan.
"Fa, malam ini lo temenin gue tidur yah" ujar gue memohon padanya.
"Kenapa?" tanya Azifa heran.
"Kok kenapa, kan gue lagi sakit. Kalo gue kenapa-kenapa gimana dong?" tanya gue dengan raut wajah yang memelas.
"Yaudah deh, tapi lo jangan macem-macem ya,awas kalo lo macem-macem ama gue" ujarnya ke gue.
"Siap ibuk boss" jawab gue penuh semangat.
Azifa sudah tertidur disamping gue, gue hanya memandangi wajahnya yang begitu cantik. sesekali gue cium kening dan bibirnya,tiba-tiba dia mendekap dan meluk gue dengan erat. Gue balas pelukan nya dengan hangat. Akhirnya gue ikut tertidur pulas.
***
Gimana gaes?
VOTE DAN FOLLOW NYA JANGAN LUPA :)
KAMU SEDANG MEMBACA
Aldzi & Azifa | Perjodohan (SUDAH TERBIT)
Teen Fiction(FOLLOW AKUN OUTHOR SEBELUM BACA DEMI KENYAMANAN BERSAMA)👌 "Apa?! Nikah? Mama sama Papa udah gila? Ini 'kan zaman modern. Sekarang bukan lagi zamannya Siti Nurbaya yang seenaknya aja dijodohin." -Aldzi "Ma, please. Azifa enggak mau nikah! Azifa ng...
