12. Ke Istana

242 73 55
                                        

Liburan empat hari dengan Xion merupakan liburan yang menyenangkan. Larissa merasakan berbagai hal yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Seperti contohnya berjalan-jalan di kota dengan seorang teman. Itu bukanlah hal yang ia pikirkan akan ia lakukan dalam hidupnya. Tapi ternyata ia melakukannya, dan di atas itu semua, ia melakukannya bersama Xion.

Mereka berjalan-jalan sepanjang malam, mengunjungi berbagai butik untuk membeli beberapa gaun untuk Larissa dan setelan untuk Ravn. Untungnya pakaian yang tersedia pun sudah cukup bagus, jadi tidak perlu memesan dan menunggu. Mereka langsung mengeluarkan koleksi yang banyak dan bagus-bagus begitu Xion menunjukkan seberapa banyak uang yang ia bawa. Memang enak kalau punya banyak uang. Sebagai putri sulung Duke, walaupun hal seperti itu sebenarnya wajar, sebenarnya Larissa tidak pernah dimanjakan dalam hal seperti ini. Kalau ada gaun keluaran terbaru, prioritasnya pasti adalah adik-adiknya. Tapi Larissa tidak protes, karena ia lebih ingin memberikan yang terbaik untuk adik-adiknya. Entah dari mana gosip bahwa ia boros berasal, di saat ia hanya memakai gaun sederhana dari butik sederhana pula untuk membantu pedagang yang tidak terlalu laku menjual dagangannya.

Selain berjalan-jalan, Xion dan Larissa juga mencoba hampir semua makanan yang ada di kota. Padahal mereka hanya ada di daerah ini selama empat hari, tapi sudah cukup untuk membuat keduanya berwisata kuliner. Walaupun masakan koki kediaman Ravn enak, makanan dari restoran terkenal kota ini juga tidak kalah enak. Larissa merasa bersalah karena menikmati segala yang ia makan, tapi ia tidak punya pilihan.

Ada banyak hal lain yang mereka lakukan, ada banyak tempat lain yang dikunjungi bersamaan dengan kenangan yang dibuat berdua. Sehingga tanpa terasa hari berlalu dengan cepat dan sudah saatnya mereka kembali. Walaupun rasanya enggan untuk pulang, mereka harus pulang juga. Seharian ini mereka berkemas dan memasukkan barang-barang belanjaan ke kereta kuda. Sepertinya mereka belanja terlalu banyak, tapi tidak apa-apa. Tidak ada yang namanya terlalu banyak. Pasti mereka akan membutuhkan pakaian ini juga.

"Sudah siap untuk pergi, Xion?" tanya Larissa setelah melepaskan tambatan kereta kudanya.

"Rasanya berat, tapi kita harus pergi. Lain kali ayo kita liburan! Mumpung sebentar lagi musim dingin, pasti matahari yang muncul tidak selama biasanya. Aku pasti akan baik-baik saja dan kita bisa berjalan-jalan lebih lama."

"Siapa juga yang mau berjalan-jalan di tengah musim dingin?" tanya Larissa setengah bercanda.

Tapi pandangan Xion malah tampak serius saat menjawab, "Nantinya, kita orangnya."

"Baiklah, mungkin itu ide yang bagus," Larissa malah menyetujui ide itu karena tidak tega memupuskan harapan Xion.

"Aku akan menantikannya! Ayo aku bantu naik."

Xion mengulurkan tangannya pada Larissa dan membantu gadis itu untuk masuk ke dalam kereta kuda. Setelahnya ia juga ikut masuk. Mereka pergi pada tengah malam, sehingga tidak ada pejalan kaki di sekitar. Beberapa tempat memang percaya dengan sihir, tapi tidak semua. Pasti kereta kuda yang terbang akan menarik perhatian. Karena itu mereka memilih waktu berangkat tengah malam. Larissa langsung mengeluarkan kekuatannya dan kereta kuda perlahan terbang. Tampaknya kuda ini sudah terbiasa, karena ia meringkik senang saat kereta kuda telah mengudara.

Berat sekali untuk pulang. Tapi untungnya, sebentar lagi Larissa akan pergi kembali. Ia bisa melihat matahari lagi. Dan ia juga bisa datang berkunjung ke beberapa tempat favoritnya. Bersama Ravn. Benar, ia akan pergi bersama Ravn. Hanya berdua. Terdengar tidak buruk kan?

***

"Ayo, aku bantu kau untuk naik."

Betapa terkejutnya Larissa saat keluar dari pintu kastil Ravn untuk menuju kereta kudanya, malah disambut dengan Leedo. Bukannya Larissa membenci Leedo, hanya saja mereka tidak terlalu dekat dan keduanya juga tidak berniat untuk saling mendekatkan diri. Terlebih apa yang Leedo lakukan di hari keberangkatan Ravn dan Larissa ke Kerajaan Timur? Kenapa ia tiba-tiba muncul dan tampak begitu rapi?

TWILIGHT (ONEUS)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang