"Keadaan kerajaan ini jauh lebih buruk daripada yang aku bayangkan."
Ucapan Larissa langsung disetujui oleh yang lain. Mereka tahu bahwa ada serangan monster di sini, tapi tidak tahu bahwa hal itu sudah menyebabkan kehancuran di mana-mana. Ibukota sudah tampak hancur dan tidak layak untuk ditempati. Istana, kastil, dan mansion, semuanya sudah hancur. Sepertinya pertolongan datang terlambat. Tapi Enam Raja tidak memiliki pilihan karena mereka pun mempunyai kesibukan masing-masing.
"Mari aku bantu, Larissa," Ravn langsung mengulurkan tangannya untuk membantu Larissa turun. "Aiden, untuk sementara kau bersama Paman Seoho dan Paman Xion ya? Ayah harus menghadap pada Yang Mulia Raja dulu. Seoho, Xion, titip Aiden ya. Sisanya, ayo kita menghadap Yang Mulia Raja."
"Baik, Ravn."
Larissa meraih tangan Ravn lalu turun dengan bantuannya. Setelahnya ia menggandeng tangan Ravn untuk sandiwara sebagai tunangannya. Hanya di sini mereka baru bergandengan. Di Kerajaan Utara hubungan mereka tidak lebih seperti atasan dan bawahan mengingat Larissa bekerja untuk Ravn. Tapi kali ini mereka harus menunjukkan hubungan kerjasama sebagai pasangan. Walaupun rasanya kikuk harus bergandengan dengan Ravn di depan putranya, Larissa harus mencoba profesional. Mungkin setelah urusan di sini berakhir, akan berakhir juga hubungan pura-puranya dengan Ravn. Ia sudah mulai mempertimbangkan untuk bekerja kepada Kerajaan Utara dan memberikan dukungan penuh.
Di belakang keduanya, menyusul Leedo, Hwanwoong, dan Keonhee. Kelimanya berjalan masuk ke istana ditemani beberapa pengawal. Sudah tidak banyak lagi tampak pengawal dan ksatria. Bangunan istana pun sudah tidak tampak kokoh lagi. Beberapa bangsawan yang ditemui di istana sudah tidak terlihat baik seperti biasanya. Sudah tidak ada pakaian mewah yang dikenakan. Dagu mereka yang biasa diangkat kini tertunduk. Dan dada yang biasa dibusungkan kini tampak loyo. Ternyata keadaan benar-benar buruk.
"Kami menghadap Yang Mulia Raja."
Di atas singgasana duduk Sang Raja. Botol-botol alkohol berserakan di sekitarnya dan wajahnya tampak memerah. Sepertinya Raja tidak sedang dalam kondisi yang baik untuk ditemui. Sepertinya teror yang ada membuatnya kacau dan memilih alkohol sebagai pelarian.
"Terima kasih sudah datang. Kalian sudah lihat sendiri kan bagaimana keadaan di sini? Monster menghancurkan segalanya. Aku sudah tidak memiliki apa-apa lagi."
Ternyata yang memiliki keadaan paling buruk adalah Raja. Ia tidak tampak memiliki semangat hidup. Ia terlihat putus asa dan merasa tidak berguna. Ia sungguh terlihat menyedihkan dan tidak tampak berwibawa seperti biasanya. Larissa turut prihatin karena sosok Raja dulu adalah sosok yang sering melindunginya. Walaupun tidak dengan alasan baik, Raja tetaplah seseorang yang memiliki wibawa yang tinggi dan sangat disegani. Tapi sekarang sudah tidak tampak lagi kesan itu darinya.
"Kami akan membantu semaksimal mungkin. Yang Mulia tidak perlu khawatir. Ngomong-ngomong, salam, aku adalah Pangeran Kedua. Putra Mahkota dan Pangeran Ketiga sedang tidak bisa menghadap, tapi kami semua sudah hadir di sini."
"Baiklah, aku mohon bantuannya. Yonghoon, tolong arahkan mereka untuk istirahat. Maaf ya, banyak pelayan istana terpaksa harus membantu di luar sehingga pelayan di sini nyaris tidak ada. Semoga putraku bisa memberikan pelayanan yang terbaik."
Tak lama Yonghoon pun muncul. Ia yang biasanya terlihat mendominasi kini tidak terlihat begitu baik. Wajahnya tampak lelah dan ada banyak luka yang tampak masih basah. Sorot matanya tampak putus asa dan dipenuhi ketidakberdayaan. Walaupun Larissa sempat membenci Yonghoon, ia sungguh tidak tega melihatnya terluka seperti itu.
"Yang Mulia, lebih baik obati lukamu dulu. Kami tidak terlalu lelah dan akan langsung membantu menghabisi monster-monster yang masih berkeliaran. Sebaiknya beristirahatlah dulu," ucap Larissa selembut mungkin saat Yonghoon memimpin mereka untuk mengarahkan ke bagian kediaman untuk tamu.
KAMU SEDANG MEMBACA
TWILIGHT (ONEUS)
FanfictionGagal bertunangan lima kali membuat Larissa memutuskan perjodohan dengan Ravn adalah pertunangan yang terakhir kalinya. Gadis ini pergi jauh ke kerajaan lain hanya untuk mendapati hidupnya semakin kacau sebagaimana kacaunya Kerajaan Utara. Langit ta...
