[COMPLETED 20/08/11]
"Apa? Jadi beneran? Serumah sama Mas Seungwoo? Aku kira Mama bercanda semalem,"
"Ya kan kalian udah kenal lama,"
"Mama bercanda ya? Tante nggak serius kan?" gue masih geleng-geleng nggak percaya.
"Nggak sayang, dari pada kamu ca...
Mas Seungwoo ngakak denger jawaban gue. Pas udah selesai Mas Seungwoo langsung balik ke kamarnya buat dressup. Pas semuanya udah siap, kita langsung berangkat ke rumah dia.
"Iyalah, mana mau si Hwayoung siang-siang gardenparty, panas,"
"Aku juga males kalo siang," bales gue sambil noleh ke belakang "itu box gedhe, kamu beliin rumah barbie lagi?!"
"Enggak, aku beliin leggo itu, kemarin anaknya telfon minta leggo,"
"Terus kamu beliin berapa kotak?"
"3 atau 4 ya? Aku sendiri lupa,"
Gue cuma hela nafas pelan. Iyasih, duit-duit dia juga, tapi ya, nggak gitu. Gue aja mau beli kado ke Hwayoung aja mikir-mikir. Soalnya ya, anak 10 tahun tu mau dikasih apasih. Agak bingung juga.
"Kamu beliin apa?"
"Paket novel yang dipengenin tahun lalu,"
"Mahal dong, Yang! Kenapa nggak bilang aku dulu?"
"Kalo aku bilang, nanti yang bayar kamu. Ini kado kan dari aku,"
Mas Seungwoo akhirnya cuma dengus aja denger jawaban gue. Alesan gue beli kado nggak bilang-bilang ya karena males aja ngebebani dia. Kita berdua baru pacaran, tapi Mas Seungwoo kadang tingkahnya udah kayak dia suami gue.
Selama di jalan ya, kita ngobrol aja. Random gitu, ngomongin apa aja. Dari gimana kabar skripsi gue, sampe hal kapan kita mau nikah. Tadi kita sempet berhenti drive-thru makan dan ya makan di parkiran terus lanjut jalan lagi. Sampe di rumah Mas Seungwoo, baru juga parkir, Hwayoun udah keluar dari rumah sambil teriak-teriak.