[note : bocah diharap sadar umur. Kawasan 🔞]
.
.
.
.
.
"Win?" Nada perhatian yang berasal dari suara Bright mengejutkannya, Win membuka mata dan menegang di kegelapan ketika melihat Bright berjalan tepat menuju dirinya.
.
"Ya," jawab Win kaku.
.
"Aku tidak bisa menemukan mu. Kenapa kau berada diluar? Disini tidak aman." Win sudah biasa dengan peran kakak nya. Dia sudah biasa menangani Bright dengan caranya sendiri. Bright harus kembali kedalam. "Aku baik-baik saja. Masuklah ke dalam dan lanjutkan kegiatan mu di ruangan kita tadi." Kepahitan terdengar jelas dalam suara Win.
.
"Kenapa kau bisa berada di luar?" Bright mengulangi pertanyaannya, dengan perlahan dia melangkah semakin dekat pada Win.
.
"Karena aku ingin ada disini," jawab Win pelan, menatapnya.
.
"Pestanya ada didalam. Bukankah itu yang kau inginkan? Sebuah honky-tonk dengan pria dan minuman? Dan kau tidak akan bisa menemukannya disini-diluar."
.
"Kembalilah, Bright."
.
Bright melangkah lebih dekat lagi dan hanya menyisakan jarak beberapa inci. "Tidak, aku ingin tahu apa yang sedang terjadi."
.
Sesuatu dalam diri Win terasa memberontak keluar, Win pun meletakkan tangannya di dada Bright lantas mendorongnya sekeras yang Win bisa hingga Bright sedikit terhuyung ke belakang.
.
"Kau ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi? Semua yang membuatku seperti ini adalah kau Bright. Semua karena kau." Win berteriak padanya, kemudian langsung pergi meninggalkan Bright menuju tempat parkir.
.
Sebuah tangan kuat tiba-tiba membungkus sekeliling lengan Win dan Win berusaha keras untuk melepaskannya tapi sia-sia saja. Bright dengan kuat menahan Win seakan dia tidak ingin membiarkannya pergi.
.
"Apa maksud semua ini, Win?" tanyanya, menarik Win hingga dia sukses membentur dada keras Bright. Win menggeliat dalam pegangannya dan berusaha melawan untuk dapat berteriak. Win benci mengetahui bahwa dengan mencium aroma Bright saja, membuat jantungnya berdegup kencang dan tubuh nya terasa berdenyut. Win ingin Bright menjauh darinya. Tidak menebarkan kehangatan aroma tubuhnya pada diri Win. "Biarkan. Aku. Pergi." Win memohon dengan sangat.
.
"Tidak sampai kau memberitahuku apa masalahmu," jawabnya marah.
.
Win menepis tangannya tapi Bright tidak bergeming sedikitpun. Ini sangat tidak masuk akal. Bright tidak ingin mendengar apa yang Win katakan. Kenyataan itu membuat Win ingin mengatakan nya. Sesuatu yang akan Win katakan mungkin akan membuatnya terganggu. Merusak semua rencananya untuk menjadi sahabat yang baik.
.
"Aku tidak suka kau menyentuh orang lain. Dan saat pria lain meraba-raba pantatku, aku sangat membencinya. Aku ingin kau yang melakukannya. Sangat ingin kau menyentuhku disana. Tapi kau tidak menginginkannya dan sekarang aku sudah mengerti untuk hal itu. Sekarang, tolong biarkan aku pergi!" Win mencoba untuk melepaskan diri nya dan menuju ke Range Rover nya. Namun dia tidak bisa menahan Bright sampai nanti dia mengajak Win untuk pulang kerumah.
KAMU SEDANG MEMBACA
FALL [BrightWin] ✅
FanfictionMetawin datang dengan damai. Ia hanya ingin tinggal beberapa hari di tempat sang Ayah, setidaknya sampai ia punya cukup uang untuk mencari tempat tinggal lain. Namun, takdir malah mempertemukan dia dengan Bright Vachirawit. Saudara tiri yang seharus...
![FALL [BrightWin] ✅](https://img.wattpad.com/cover/238138780-64-k240668.jpg)