.
.
.
.
.
Dengan keras Win membuka pintu truk, lega karena menyelesaikan hari ini. Matanya langsung menuju ke arah sebuah kotak hitam dengan sebuah catatan di atasnya yang ada di atas kursi. Win meraihnya dan membuka kotak itu.
.
Win,
Itu adalah sebuah telepon. Kau memerlukannya. Aku sudah bicara dengan papamu dan dia bilang akan memberikannya untukmu. Itu dari dia. Waktu bicara dan jumlah pesan yang bisa dilakukan tidak tebatas jadi gunakan itu semaumu.
Bright
.
Papa-nya meminta pada Bright untuk memberi dia telepon? Benarkah?
.
Win membuka kotak itu dan sebuah iPhone berwana putih lengkap dengan pelindungnya ada di dalam. Win menariknya keluar dan mempelajari sebentar. Menekan tombol lingkaran di bagian bawah layar dan kemudian layar menyala. Papa tidak pernah memberinya hadiah sejak ulang tahun mereka sebelum dia pergi. Sebelum Tine meninggal, dia memberi mereka skuter elektrik yang sama dan helm. Dan itu sudah lama sekali.
.
Win naik ke atas truk dan menggenggam telepon di tangannya. Apa sebaiknya dia menelpon papa mengenai hal ini? Akan bagus kalau dia menjelaskan pada Win kenapa dia tidak ada disini. Kenapa dia mengirim Win ke tempat dimana dia tidak diinginkan? Apa dia sudah pernah bertemu Prim? Tentu saja, dia pasti sudah tahu kalau Prim tidak akan menerimanya. Selain itu, kalau dia adalah saudaranya Bright berarti dia juga adalah saudara tiri Win. Apa yang membuat Prim begitu marah? Win bahkan tumbuh dengan uang yang lebih sedikit darinya?
.
Ya Tuhan, dia benar-benar jahat.
.
Win menekan kontak dan melihat kalau dia hanya memiliki tiga nomor yang tersimpan di dalam telepon barunya. Yang pertama adalah Gigie, lalu P Godji, dan kemudian Bright. Dia memasukkan nomornya disini. Itu membuat Win sedikit terkejut.
.
Telepon itu mulai memainkan lagu yang pernah Win dengar di radio sebelumnya dan nama Bright berkedip-kedip di layar. Bright menelpon Win.
.
"Halo," jawab Win, masih tidak yakin apa yang harus dia pikirkan mengenai ini.
.
"Kurasa kau sudah mendapatkan teleponnya. Apa kau menyukainya?" Tanya Bright.
.
"Ya, ini bagus sekali. Tapi kenapa papa ingin kau memberikan ini?" Dia tidak begitu peduli mengenai hal lain pada Win selama bertahun-tahun. Ini benar-benar mengejutkan.
.
"Demi keamanan. Semua pemuda seusiamu membutuhkan telepon. Terutama kalau mereka mengemudi kendaraan yang lebih tua dari umur mereka. Kau bisa saja mogok setiap saat."
.
"Aku memiliki pistol," Win mengingatkan Bright.
.
Dia terkekeh. "Ya, kau memilikinya, dasar keras kepala. Tapi sebuah pistol tidak bisa menarik trukmu." Poin yang benar.
.
KAMU SEDANG MEMBACA
FALL [BrightWin] ✅
FanficMetawin datang dengan damai. Ia hanya ingin tinggal beberapa hari di tempat sang Ayah, setidaknya sampai ia punya cukup uang untuk mencari tempat tinggal lain. Namun, takdir malah mempertemukan dia dengan Bright Vachirawit. Saudara tiri yang seharus...
![FALL [BrightWin] ✅](https://img.wattpad.com/cover/238138780-64-k240668.jpg)