Present 2

240 33 0
                                        

-- Paris --

Penerbangan terasa melelahkan bagi Chanyeol saat dia beserta manajer dan para staff agensinya yang lain tiba di sebuah bandara. Meskipun usianya hampir menginjak 40 tahun, dia masih dikenali oleh para penggemar internasional dan itu bisa terlihat saat banyaknya orang yang meneriakkan namanya ataupun mengambil gambar dirinya dari jarak mereka berdiri. Tidak sedikit juga para wanita yang memegang sebuah kertas bertuliskan namanya di sana. 

"Park Chanyeol!"

Pria tinggi itu hanya bisa sedikit tersenyum untuk membalas kehadiran mereka yang sudah mengelilinginya selama berjalan menuju kendaraan di area luar bandara. 

"Kita akan segera ke hotel untuk bertemu dengan pihak majalah. Make up dan juga pakaian akan ditangani oleh mereka langsung jadi kita hanya bisa mengikuti kesepakatannya nanti mengenai jalannya pemotretan" Manajernya berbicara setelah mereka berada di dalam sebuah mobil. 

"Nde.."

"Petugas keamanan di sini sangat bagus. Mereka dengan cepat menertibkan penggemarmu untuk tidak menghalangi mobil"

Chanyeol menoleh ke depannya sebentar sebelum fokus pada ponselnya. 

"Ada seorang artis wanita yang akan menjadi teman di pemotretanmu nanti"

"Benarkah?"

"Nde. Aku baru mengecek namanya dan dia masih aktif juga di dunia hiburan juga sama sepertimu"

"Siapa dia?"

"Blackpink, Rose.."

"Rose?" Chanyeol kembali mengangkat kepalanya untuk melihat ke arah sang manajer yang duduk di bangku depan. 

"Nde. Penerbangannya berbeda dengan kita. Dia sudah tiba lebih dulu karena mempunyai jadwal bekerja di sini sejak kemarin"

Chanyeol terdiam sejenak. 
"Hyung, apa kau mempunyai nomor yang bisa meraih Seoul sekarang?"

"Mwo? Wae?"

"Aku ingin menghubungi Eunji tapi nomor ku tidak bisa digunakan di sini"

"Tunggu sebentar....." Manajer itu mengutak-atik ponselnya lalu memberikannya kepada Chanyeol. 
"Tapi sepertinya kau tetap tidak akan mendapatkan jawaban darinya meskipun kau menghubunginya"

"Waeyeo?"

"Di sana sedang dalam waktu dini hari sekarang"

Chanyeol tidak mendengar ucapannya karena sudah menempelkan ponselnya di telinga. Suara dengung beberapa kali terdengar namun tidak terangkat sama sekali dari ujung sana. 

"Jarak hotel dari sini cukup dekat, jadi kau baru bisa beristirahat setelah pertemuan kita nanti"

Chanyeol hanya bisa menghela nafasnya pelan sambil mengutak-atik kembali ponselnya sendiri. Kemudian dia menaruhnya di dalam kantung celana dan fokus pada jalanan di luar jendela. 

Hanya butuh waktu kurang dari 30 menit, kendaraan yang membawanya itu sudah tiba di lokasi tujuan. Ada beberapa karyawan hotel yang menyambut kedatangan mereka dan langsung mengarahkan mereka ke tempat pertemuan yang sudah dijadwalkan sebelumnya. 

"Apa penerjemah sudah berada di sana?"

"Aku tidak tahu. Sepertinya sudah. Aku lupa untuk mengeceknya tadi"

"Pastikan kau mencatat juga poin-poin penting dari diskusi kita nanti. Ini merupakan pemotretan pertamanya di tahun ini"

Para staff agensinya tampak berbicara dan Chanyeol hanya bisa mendengarkan. 

What Happened Between Us?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang