Present 10

252 36 8
                                        

"Eunji'ah.... Ku mohon..... Bertahanlah....." Tangan Chanyeol menggenggam erat satu sama lain seolah sedang memohon keselamatan istrinya sekarang. 

Beberapa tenaga media langsung bergerak masuk ke dalam ruang rawat itu setelah mendapatkan laporan dari Chanyeol mengenai kondisi Eunji tadi. Pasien kembali mengalami kejang yang lebih lama dari sebelumnya sampai membuat alat pendeteksi detak jantungnya menunjukkan garis lurus di sana. 

"Pasang lagi..." Dokter berusaha membuat jantungnya berfungsi kembali dengan sebuah alat kejut. Namun sudah kesekian kalinya usaha itu belum membuahkan hasil. Berbagai cara kembali dilakukan supaya mereka tidak kehilangan pasien itu hari ini. 

Chanyeol terus menerus menjambak rambutnya sendiri dengan tangannya yang gemetar saat alat pendeteksi detak jantung sang istri belum memperlihatkan pergerakan lagi. 

"Tidak... Ku mohon....." Dia sudah menangis sejak tadi karena merasakan takut yang lebih besar dari sebelumnya. 

"Eunji'ah, kembalilah.... Kau harus tetap hidup..." Dia juga tidak berhenti bergumam sendiri sambil masih memperhatikan para tenaga medis di dekat sang istri. 

Kabel pada alat itu mulai dilepas dan Chanyeol mulai merasakan kecurigaan pada mereka. 

"Tidak. Apa yang kalian lakukan? Kenapa kalian berhenti menanganinya?" Seorang perawat pria tampak berusaha menenangkannya tapi Chanyeol justru merasa kesal karena tindakan pasrah dari mereka ini. 

"Dokter, dia bisa diselamatkan, benar kan? Kenapa kau tidak mencobanya lagi?"

Dokter itu terdiam dan memasang raut wajah yang membuat Chanyeol merasa tidak ingin mempercayainya. Dia juga memberi isyarat pada perawat di sebelahnya yang sedang melihat ke arah jam tangannya sendiri. 

"Tidak. Apa yang kalian lakukan? Ayolah. Dia bisa bernafas lagi, aku mohon bantuan kalian" Chanyeol memegangi tangan sang istri yang terasa dingin dari sebelumnya. Dia masih gemetar dan tidak ingin mendengarkan perawat di dekatnya berbicara mengenai waktu kematian di sana. 

Kedua dadanya terasa lebih sesak sekarang. Kedua kakinya tampak melemah sampai jatuh berlutut di sebelah tempat tidur. 

"Eu-eunji'ah.... Kembalilah padaku.... Ku mohon.... Kau pasti bisa mendengar suaraku sekarang...." Ucap Chanyeol sambil terus menggenggam erat tangan pasien itu. 

Beberapa tenaga medis membiarkannya seperti itu karena bagi mereka pemandangan ini juga menjadi pukulan yang sangat berat dalam menjalani pekerjaannya.

"Eoh? Do-dokter....." Salah satu perawat berbicara sambil menunjuk ke satu arah. 

Dokter itu melihat jari jemari tangan yang tidak di sentuh Chanyeol bergerak. Kedua mata Eunji juga menunjukkan tanda-tanda kehidupannya lagi dengan membuka secara perlahan. Chanyeol yang menyadari hal itu pun mulai berhenti menangis dan kembali berdiri untuk memberikan ruang pada mereka yang akan memeriksa kondisi istrinya lagi. 

"Nafasnya kembali berfungsi. Pasang kembali alat bantu untuknya" Dengan sigap, selang kecil mulai dimasukkan kedalam lubang hidungnya. 

Chanyeol menghapus air matanya dengan asal dengan tidak melepaskan pandangannya dari Eunji yang sudah membuka kedua matanya secara penuh. Berbagai macam pemeriksaan pun dilakukan sampai mereka saling berdiskusi dengan istilah kedokteran yang tidak di mengertinya. 

"A-apa dia baik-baik saja, dokter?"

"Nde untuk saat ini. Kami akan melakukan CT Scan lagi untuk memastikan kalau tidak ada penyakit lain yang di alaminya setelah lama tertidur karena komanya. Keajaiban telah terjadi pada istri anda, tuan Chanyeol"

What Happened Between Us?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang