Present 6

180 31 0
                                        

Sudah lebih dari satu bulan salah satu Rumah Sakit besar di kota Seoul selalu kedatangan wartawan hampir setiap harinya. Seiring berjalannya waktu, para pengunjung mulai merasakan kenyamanan karena keramaian yang biasanya terjadi mulai berkurang. Petugas keamanan selalu berjaga di depan pintu masuk hanya untuk melakukan pekerjaannya di sana. Kendaraan terlihat berlalu lalang di area parkir luar ruangan dan begitu juga dengan para pengunjung yang datang. Tempat ini memang tidak pernah sepi sejak pagi datang hingga malam hari. 

"Terima kasih atas kepercayaan yang masih anda berikan kepada Rumah Sakit ini, tuan" Seorang tenaga medis pria tampak menjabat tangan pria lainnya. 

"Nde. Aku akan selalu meminta bantuanmu untuk ke depannya, dokter Jang"

"Pastikan kalau perawat yang sudah ku tugaskan, akan selalu datang ke rumah anda selama pasien masih belum sadarkan diri"

"Nde. Mungkin aku juga akan lebih sering mengunjungimu untuk membicarakan kesehatan istriku"

"Datanglah, tuan. Saya akan dengan senang hati menerima anda kembali"

Pria itu menunjukkan senyum kecilnya di tengah kesedihan yang masih dirasakannya. 

"Bersabarlah, tuan Chanyeol. Istri anda pasti akan tersadar karena tanda-tanda vitalnya mulai menunjukkan perkembangannya setiap hari"

"Nde..." Ucapnya pelan. 

"Ada banyak kasus seperti itu dan harapan hidupnya memang lebih sedikit dari pasien lain yang mengalami penyakit kronis. Tapi saya yakin dengan kesembuhan istri anda dalam waktu dekat ini"

Chanyeol menghela nafas pelan. 
"Terima kasih, dokter. Aku tidak tahu bagaimana harus mengatakannya tapi aku sangat berterima kasih karena sudah memberikan perawatan intensif padanya selama berada di sini"

"Itu memang sudah menjadi tugas saya sebagai seorang dokter. Walaupun pengalaman saya masih kalah dengan dokter senior lainnya, tapi saya cukup banyak memberikan harapan hidup bagi pasien yang kondisinya sama dengan Nyonya Jung Eunji"

Chanyeol mulai terdiam dengan pandangan yang tertuju pada arah lain sekarang. 

"Sekali lagi, terima kasih dokter. Aku mempunyai tugas untuk menjaganya 24 jam penuh sekarang. Aku harus kembali ke rumah secepatnya"

"Nde"

"Sampai bertemu lagi nanti, dokter Jang"

"Nde, berhati-hatilah dalam berkendara, tuan"

Chanyeol membungkukkan badan dengan sopan dan segera berjalan menjauh dari dokter pria itu. Tubuh tegapnya sudah tidak terlihat lagi seolah adanya beban yang menumpu kedua pundaknya sekarang. Dia terus melangkah sampai tiba di area parkir basement yang dipenuhi kendaraan lainnya di sana. Sebelum tangannya meraih pintu, dia menurunkannya lagi dan berpegangan pada bagian atas mobilnya. Kepalanya tertunduk sambil mengatur nafasnya beberapa kali di sana. Entah apa yang sedang dipikirkannya sampai keluar air mata ke area wajahnya sekarang. Pundaknya gemetar untuk menahan isak tangisnya sendiri. 

Butuh waktu beberapa menit baginya untuk menenangkan diri. Akhirnya Chanyeol sudah duduk di kursi pengemudi dan mulai melajukan mobilnya keluar dari area Rumah Sakit. Cahaya matahari siang yang terik sempat menyilaukan pandangannya sejenak. Dia segera mengambil kacamata hitam yang biasanya tersimpan di sebelahnya dan langsung mengenakannya. Jalanan tidak terlalu ramai jadi dia bisa tiba dengan cepat di kediamannya. 

Sama seperti beberapa hari sebelumnya, Chanyeol memang selalu kedatangan tamu yang kebanyakan mempunyai tujuan yang sama, yaitu melihat secara langsung keadaan istrinya saat ini. Dia sebenarnya ingin melarang adanya kunjungan setelah Eunji di pindahkan untuk melakukan perawatan di rumah, tapi dia tidak mempunyai cukup waktu untuk melakukannya dan membiarkan mereka yang dengan baik hati memberikan semangat padanya di tengah musibah yang masih menimpanya ini. 

What Happened Between Us?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang