Present 5

202 37 2
                                        

"Bertengkar di studio rekaman acara?! Apa yang ada di pikiranmu itu, eoh? Apa kau anak kecil yang akan mudah marah ketika disinggung mengenai masalah sedikit saja?"

Chanyeol duduk terdiam di depan petinggi agensinya yang sedang merasa marah padanya. 

"Kau hampir berusia 40 tahun dan sudah lama berkarier di dunia hiburan. Apa yang akan di katakan para juniormu saat mereka melihat percekcokanmu dengan orang lain tadi? Apa tanggapan para staff acara mengenai sikapmu yang selalu baik di mata mereka semua? Pikirkan baik-baik mengenai reputasimu itu, Park Chanyeol. Memperbaiki semuanya tidak semudah kau mempertahankannya"

"Direktur, Chanyeol masih mempunyai jadwal rekaman di studio musik satu jam lagi" Manajernya membuka suara. 

"Rekaman itu sudah ku batalkan"

"Nde?"

"Dia akan menjalani masa hiatus lebih lama seperti yang sudah ku perkirakan setelah melihat kondisi istrinya itu. Aku akan memberikan waktu dua tahun ini baginya untuk merenungi kesalahannya tadi"

"Du-dua tahun? Direktur, apa itu tidak terlalu lama baginya? Ada banyak produser musik yang memintanya untuk menyerahkan lagu buatannya kepada mereka selama satu tahun ini. Kalau itu dibatalkan, pendapatan yang akan kau raih nantinya akan........."

"Pekerjaanmu juga sudah ku alihkan ke artis lain mulai hari ini, manajer Kang"

"Nde?"

"Kau tidak perlu lagi mengurusi semua jadwalnya. Aku akan memberikan jadwal artis baru lagi nanti padamu. Sekarang keluarlah dari sini"

Manajer itu ingin berbicara lagi tapi dia dengan cepat menahannya. Dia sesekali menoleh ke arah Chanyeol yang belum membuka suaranya sejak tadi sebelum beranjak dari ruangan itu. 

Setelah pintu tertutup dari luar, pria yang bekerja sebagai Direktur perusahaan itu pun segera menegakkan duduknya kembali. 

"Kau membuat kesalahan besar, Chanyeol'ah. Sikapmu itu bisa menjadi bahan pemberitaan yang lebih besar lagi dibandingkan dengan skandalmu dengan Rose kemarin"

"Maafkan aku, hyung...." Pria itu mulai berbicara dengan suara pelannya. 

"Tugasku bukan sebagai leader grupmu lagi, tapi sudah menjadi pemimpin bagi para artis yang menandatangani kontrak dengan perusahaan agensi ini. Meskipun aku sempat telat mendapatkan kabar mengenai kondisi Eunji kemarin, tapi aku juga tidak bisa membenarkan tindakanmu yang memancing keributan tadi di tempat lain"

"Apa waktu dua tahun cukup bagiku untuk menjalani masa hiatus?"

"Apa kau ingin aku menambahkannya lagi?"

"Nde"

"Mwo?"

Chanyeol mengangkat pandangannya yang sejak tadi fokus ke arah lantai. 

"Junmyeon hyung, aku mempercayai kinerjamu jadi aku akan menerima semua keputusanmu dengan baik. Mungkin sudah saatnya bagiku untuk mengambil waktu pensiun dini dari dunia hiburan"

"Kenapa tiba-tiba kau berbicara seperti itu?"

"Aku tadinya hanya ingin fokus menjadi seorang penyanyi, tapi ada banyak orang yang mengakui bakatku sebagai seorang aktor dan juga seseorang yang pandai dalam berbicara di depan kamera. Tapi kau pasti tahu sejak lama, hyung. Aku sudah merasa lelah dengan menjalani pekerjaan banyak seperti itu"

"Aku bisa memfokuskanmu ke hal musik setelah masa hiatusmu berakhir"

"Tidak. Mungkin sejak awal aku yang harus mengalah lebih dulu supaya tidak memperburuk semuanya seperti ini"

What Happened Between Us?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang