Warning 🔞
Bae Joo Hyun sang mantan aktris terkenal, kembali ke dunia hiburan setelah skandal kencan dan pernikahan dadakannya dengan Oh Sehun mencuat ke publik satu tahun silam. Diam-diam dia mengalami kelelahan emosional yang nyaris menghancurkan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Melakukan apa yang terbaik untukmu itu tidak egois."
🌺 Mark Sutton 🌺
• • •
Tepat lima menit sebelum jam dua belas malam, Joo Hyun sampai di rumah. Sepanjang hari ini meskipun dia merasa bahagia karena telah menghabiskan waktunya bersama Kim Suho, Joo Hyun tetap merasakan aliran ganjil kecemasan mengalir di bawah permukaan kulitnya. Rasanya seolah dia sedang menunggu sesuatu terjadi, menunggu seseorang atau sesuatu datang, yang mungkin akan memberikan hal buruk padanya. Sebenarnya Joo Hyun tahu semua kekhawatirannya itu berkaitan dengan suaminya—Oh Sehun. Tapi Joo Hyun mencoba untuk tidak peduli, dia sudah mempertaruhkan segalanya bahkan masa depan pernikahannya di atas hubungan ini, dia hanya ingin menjadi egois. Egois untuk kebahagiaannya. Hanya untuk satu kali, satu kali saja.
Malam itu hujan masih turun dengan derasnya, suaranya begitu kasar terdengar bersamaan dengan gemuruh di langit dan kilatan cahaya yang saling bersahutan. Begitu Joo Hyun sampai dirumah dan ketika dia baru saja membuka pintu kamar tidurnya, bau asap rokok yang kuat dan menyengat menyerang indera penciumannya bahkan sebelum perempuan itu masuk ke dalam sana. Joo Hyun yang tampak kebingungan mengerutkan kening, kemudian mengangkat kepalanya sedikit mengintip ke dalam ruangan yang gelap dari celah pintu yang terbuka.
Dia tidak bisa mendengar apapun saat ini selain detak jantungnya sendiri. Kepanikan lain menerjang Joo Hyun ketika matanya menangkap figur suaminya Oh Sehun ada disana, dengan mata tajam pria itu memperhatikan buliran air yang jatuh di luar jendela. Duduk di atas kursi yang berada di balik meja kerjanya dengan wajah angkuh dan kaki yang disilangkan. Jendela kamar besar yang ada di hadapan pria itu tampak terbuka lebar-lebar, membuat angin musim semi yang datang bersama dengan hujan deras itu berhembus masuk dan menggerakkan tirainya. Tirai jendela berwarna putih gading tampak terus bergoyang kesegala arah seolah memperlihatkan pada mereka berdua seberapa besarnya angin malam beserta hujan yang turun malam itu. Benda itu terus bergerak kehilangan arah bahkan tampak sesekali ujung kainnya menyentuh sedikit bahu lebar Sehun yang terdiam jauh dari tirai itu berada.
"Hari ini kau pulang?" tanya Joo Hyun dengan suara yang begitu pelan, hampir berbisik. Wajar bagi Joo Hyun jika dia bertanya seperti itu, karena biasanya Sehun tidak pernah pulang ke rumah kecuali di akhir pekan. Pria itu biasanya akan menghabiskan waktunya di kantor sampai larut malam dan berakhir menginap selama berhari-hari disana.
Ketika perempuan itu sedang mempertimbangkan untuk masuk atau tidak ke dalam kamar, Sehun yang sepertinya sudah menyadari kehadiran dan mendengar pertanyaan Joo Hyun tampak memiringkan kepalanya. Matanya menyorot sosok perempuan itu yang saat ini tampak sedang bersembunyi dari balik pintu kamar dengan sudut matanya.
Dengan sendirinya Bae Joo Hyun membeku di tempat, kakinya terpatri dengan kuat di lantai kamarnya yang dingin dengan mata yang tidak lepas dari tatapan mata Sehun yang kini melihatnya tajam. Butuh waktu beberapa saat, sampai bibirnya yang beku mulai terbuka dan dia memberanikan diri untuk mengatakan sesuatu pada pria itu. Tapi sebelum sebuah kata berhasil keluar dari mulut Joo Hyun, Sehun yang sudah lama terdiam melihatnya, tiba-tiba tersenyum sinis.