Senyum tiada henti-hentinya menghiasi wajah Kirana, gadis manis yang memiliki postur yang bisa dibilang cukup berisi.
Sudah seminggu semenjak masuk awal semester, Kirana tidak pernah absen untuk melihat Sean.
Entah mengapa, hanya dengan melihat Sean, kakak kelas idamannya, dia merasa semua beban yang berkecamuk hilang seketika.
Seperti sekarang, dia sedang memperhatikan Sean bermain basket.
Tentunya, dia memperhatikan Sean secara diam-diam dari balik dinding perpustakaan.
Bisa dikatakan, dia adalah pengagum rahasia Sean. Sudah hampir 2 tahun ini, dia menyandang predikat barunya itu.
Tidak seperti siswa lainnya yang terang-terangan datang ke lapangan dan membawakan minum untuk Sean, nyali Kirana tidak seberani itu.
Dia lebih nyaman memandang Sean dari kejauhan. Ya, karena dia sadar siapa dirinya.
Gadis bertubuh gemuk yang hanya akan mengotori pandangan Sean. Dia juga paham seperti apa tipe idaman Sean, bisa dilihat dari mantan pacar Sean, Selena. Gadis itu luar biasa cantik. Dengan tubuh proporsional, wajah yang cantik dan yang terpenting, mereka satu level.
Setelah dikiranya cukup, Kirana melangkahkan kaki menjauh dan berniat untuk pulang.
***
Kriing kriing
"Aduh, perasaan baru aja tidur, udah pagi lagi aja. Sebel."
Kirana pun dengan terpaksa harus berpisah dengan kasur kesayangannya dan dengan langkah gontai berjalan menuju meja makan.
Hanya makanan yang bisa membuat mood-nya kembali naik. Eh, Sean juga sih.
"Sayang, kamu ada acara ngga hari ini?" Mama Kirana pun membuka suara di meja makan.
"Engga ada sih Ma, emang ada apa?"
Tanya Kirana balik, sambil menyuapkan nasi goreng ayam buatan Mamanya.
"Mama mau ajak kamu senam. Daripada kamu di kamar terus baca novel online mu itu, lebih baik kita bakar lemak." Ucap Mama Kirana sembari mengangkat tangannya yang sudah terkepal.
"Aku ngga bisa janji Ma." Jawab Kirana cepat. Mau bagaimana pun, ini adalah hari Minggu. Seharusnya ia bisa menghabiskan harinya dengan bermalas-malasan.
"Udahlah sayang, kamu ikut Mama aja, sekalian gantiin Papa buat mantau Mamamu yang cantik itu, takut ada yang godain kan bahaya." Sekarang giliran Papa Kirana ikut nimbrung.
"Ah sayang, tenang saja. Hati aku cuma buat kamu seorang kok." Gombal Mama Kirana.
Sedangkan Kirana dan Karen, adiknya hanya bisa mencebikkan bibir dan memutar malas bola mata mereka menyaksikan drama korea dunia nyata ini.
Mama Kirana sebenarnya memiliki 3 anak, tetapi Abang Kirana, Dito, sudah menikah dan tinggal bersama istri dan anaknya. Biasanya mereka akan mengunjungi rumah orang tuanya ketika ada cuti atau libur panjang, mengingat jarak antar provinsi yang lumayan jauh.
***
"Halo Jeng Dita, udah beberapa minggu ini ngga keliatan, kemana aja?" Sapa seorang wanita berumur 45 tahun itu kepada Mama Kirana.
"Iya nih Jeng, sibuk ngurus rumah, ngedekor ulang gitu."
"Wah siapa nih, manis banget." Kini tatapan wanita itu jatuh kepada Kirana yang sejak tadi ada di belakang Mamanya.
"Kenalin Jeng, ini Kirana, anak keduaku. Aku ajak sekalian, daripada di rumah cuma mainan hape. Kirana, kenalin temen Mama, Tante Rina."
Kirana pun dengan sopan menyalimi tangan teman mamanya.
"Kirana."
"Tante Rina atau kalo mau panggil Mommy juga boleh." Tante Rina sedikit menjahili Kirana.
Sedangkan Kirana hanya dapat menyembunyikan wajahnya yang bersemu merah.
"Duh gemes banget sih Jeng, jadi ngga sabar deh." Ucap Tante Rina. Ya, Kirana memutuskan untuk memanggilnya dengan sebutan Tante.
"Sabar Jeng, masih tahun depan lulusnya." Jawab Mama Kirana sambil melengang masuk ke dalam sebuah ruangan bersama Tante Rina.
Kirana menyipitkan penglihatannya merasa ada yang disembunyikan darinya. Tapi dengan cepat ia tepis semua pikiran yang belum tentu benar atau tidaknya itu dan segera menyusul Mamanya masuk.
Setelah selesai, Kirana duduk di pinggir ruangan sambil meluruskan kedua kakinya. Dia baru teringat, bahwa dari kemarin sore dia belum melihat instastory Sean. Biasanya, men-stalk Sean adalah sebuah hal yang tak pernah terlewatkan. Bahkan dia sudah memiliki jadwal rutin untuk itu.
Kirana mengambil smartphone dari dalam tas dan mulai membuka aplikasi berlogo seperti kamera itu.
Tidak menunggu lama, logo bulat profil Sean sudah bertengger manis di sebelah logo profil Kirana. Mungkin karena terlalu sering di-stalk jadi seperti itu.
"Waah keren bangett." Kirana berdecak kagum sambil mengulang-ulang video yang berdurasi 15 detik itu.
Layar itu menampilkan Sean yang sedang men-shoot bola basket dan dengan baiknya masuk ke ring.
"Apa yang keren sayang?" Sahut Mama Kirana
Kirana pun terkejut dan dengan segera mematikan ponselnya.
"Ah engga Ma, ini tadi aku ngeliat hasil make up beauty vlogger kesukaan aku." Kirana berbohong.
'Maaf ma, aku ngga bermaksud.' Ucap Kirana dalam hati.
"Oh, yaudah yuk pulang." Ajak Dita, Mama Kirana.
Sesampainya di parkiran Kirana mengambil sepeda motornya dan segera menghampiri Mamanya yang sudah menunggunya di depan.
"Mah."
"Eh iya sayang, sebentar ya kita tunggu Tante Rina, kasian belum dijemput."
"Udah Jeng, nggausah repot-repot. Sebentar lagi anak saya sampai kok."
"Beneran Jeng? Udah ditelfon?" Tanya Mama Kirana memastikan.
"Sudah kok Jeng, tenang aja."
"Kalo gitu, kita duluan ya Jeng. Hati-hati dan sampai bertemu minggu depan."
"Tante, saya duluan."
"Iya, sampai ketemu minggu depan ya."
Bertepatan dengan perginya Kirana, datanglah seorang laki-laki muda yang mau menjemput Mommy-nya.
~~~
Aku post ulang guys, karena ngga urut, sebel.
Daaah, sampai bertemu di part 2!💛
KAMU SEDANG MEMBACA
Pengagum Rahasiamu
Teen Fiction[SELESAI] "Semua yang kita harap, tidak sepenuhnya berakhir seperti yang diharapkan. Terkadang, membiarkan takdir yang mengambil alih semuanya adalah pilihan yang tepat." * Kirana Putri Pratama, gadis manis yang memiliki tubuh sedikit berisi, sedang...
