Extra Chapter (2)

5.8K 260 19
                                        

Tanpa memikirkan apapun lagi, Kirana langsung bergegas menuju tempat dimana suaminya berada. Tak peduli pandangan orang-orang saat melihat dirinya yang sangat tidak pantas untuk masuk ke dalam restoran mewah. Kirana memang hanya memakai celana bahan dan kaos yang dilapisi oleh jaket.

"Ibu, permisi ada yang bisa saya bantu?" Ucap salah satu pelayan yang tiba-tiba ada di hadapan Kirana.

Kirana hanya melirik sekilas pelayan itu dan kembali ingin melanjutkan tujuannya.

"Bu, maaf, jangan membuat kegaduhan di restoran kami." Kata satu pelayan yang ikut menyusul.

Sepertinya mereka sudah dapat membaca gerak-gerik Kirana yang tergesa-gesa masuk ke dalam restoran dengan muka merah padamnya.

"Apa menurut kamu, mempertahankan rumah tangga adalah tindakan kriminal? Hah?" Tegas Kirana kepada pelayan tersebut.

Pria berambut coklat di hadapan Kirana itu pun memberanikan diri untuk kembali mengajak Kirana berbicara dengan otak yang dingin.

"Hm, bukan begitu, Bu. Maksud saya, jika saja ibu bisa tenang sedikit, kita bisa mengantarkan ibu ke tempat yang ibu inginkan."

Mata Kirana memicing keheranan. Tadi dirinya baru saja dianggap mengganggu. Tapi kini, malah akan dilayani. Persetan dengan itu semua, Kirana harus mencari keberadaan Sean ulang. Ia harus kehilangan jejak Sean hanya karena pelayan-pelayan di hadapannya saat ini.

"Tolong bantu saya menemukan suami saya." Ungkap Kirana dengan nada memohon.

Para pelayan pun saling menatap kebingungan. Kirana yang menyadarinya pun segera mengeluarkan ponselnya.

"Ini. Ini suami saya. Tolong bantu saya."

Para pelayan pun saling berbisik.

"Baik. Ibu ikuti saya, ya."

Dengan perasaan yang bergemuruh, Kirana berjalan mengikuti pelayan-pelayan restoran itu. Hingga tiba di sebuah taman yang gelap, pintu dikunci dari dalam oleh dua pelayan tadi meninggalkan Kirana di luar sendirian.

"MAS! APA-APAAN INI!"
"MAS! MBA! TOLONG BUKA PINTUNYA! APA-APAAN SIH MAIN NGUNCIIN ORANG, HAH?"

Deru angin malam menyapu lembut setiap helai rambut dan pakaian Kirana. Tidak terlalu dingin, namun di suasana sepi seperti ini cukup membuat bulu kuduk Ibu 2 anak itu merinding.

"MAS! MBA! BUKA ATAU SAYA LAPORIN POLISI?"

Sedangkan dari luar, bisa Kirana lihat bahwa pelayan restoran mewah itu semuanya perlahan menjauh.

Kresek kresek..

"Gue ngga takut ya."

Kresek kresek..

"Gue bilang, gue ngga takut."

Kresek kresek..

"Gue ngga ta-"

Terasa ada tangan yang menyentuh pundak Kirana. Kirana yang lumayan penakut pun hanya bisa diam dan berharap tidak pingsan di tempat.

"Kirana..." Suara lembut nan tipis seperti suara perempuan pun menyapu pendengaran Kirana. Membuat wanita itu merinding seketika.

"Kirana..."

Kirana memutuskan untuk tidak menoleh, namun kali ini sosok itu menarik tangan Kirana.

Tunggu, kenapa tangan hantu hangat ya? Kirana yang sedari tadi membuang pandangannya pun mulai memberanikan diri menatap sosok yang ia kira hantu yang membawanya.

Ketika baru berjalan sekitar 10 meter, tiba-tiba sosok wanita dengan dress mewah warna putih dan rambut hitam panjang yang digerai itu berhenti dan lari meninggalkan Kirana sendiri.

Pengagum RahasiamuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang