29 - Akhir Kisah

4.9K 294 13
                                        

Hilir mudik terlihat dari ratusan manusia yang tengah sibuk dengan persiapannya masing-masing.

'kerudung gue simetris ngga?'
'rambut gue udah rapi kan?'
'jas gue kusut ngga sih?'
'blangkonku apik a?'

Ya, kalian benar. Itu semua adalah kehebohan persiapan wisuda salah satu universitas terpandang di Jogja yang tepat dilaksanakan hari ini.

"Pendamping wisuda lo mana, Se?" Usil Dodit menanyakan perihal tersebut kepada Sean. Sebab pria itu tahu bahwa hubungan di antara keduanya sedang tidak baik-baik saja.

Semenjak pertemuan lalu, Kirana sulit ditemui. Entah tengah pergi ke pasar, atau bahkan tepat gadis itu sudah terlelap. Bahkan Sean hanya sempat memberikan undangan wisudanya via whatsapp yang masih ceklis satu sampai saat ini.

Jangan-jangan ungkapan gadisnya malam itu ada benarnya. Bahwa dia bisa saja tidak bisa membuka hatinya untuk Sean lagi.

"Candaa, sampe lo pikir banget sih. Ngomong-ngomong orang tua lo jadi dateng, nggak?" Berusaha mengalihkan topik, Dodit menanyakan perihal keberadaan orang tua Sean yang belum nampak.

"Katanya sih dateng, tapi ngga tau deh. Gue hubungin ngga ada titik terang." Sean sudah terlihat frustasi. Bayangkan, saat teman-temannya didampingi oleh pasangan dan orang tua masing-masing, ia hanya sebatang kara.

"Udahlah, sabar aja. Yuk masuk, acara udah mau dimulai tuh."

*

Ayu
Gimana? Aman? Sean kesel banget HAHA.

Kirana
Amaann, tapi gue degdegan mampus.

Ayu
Jangankan lo, gue yang dengerin Dodit sama Sean ngobrol aja degdegan takut Dodit keceplosan.

Kirana
Gila, serius cowo lo suka keceplosan?
Pantau terus.

Ayu
Ngga terlalu sih, tapi tenang aja. Yang penting lo siap, semuanya siap. Disini, urusan gue. Bye.

Kirana
Waah mamacii, bye too.

Urusan perpesanan telah selesai. Kini, saatnya Kirana fokus dengan naskah di tangannya.

"Gimana sayang, aman?"

"Aman, Mom." Kirana menjawab Mommy Sean sembari tersenyum lebar.

Jangan salah kawan, Kirana sekarang pun sudah memanggil kedua orang tua Sean sama seperti Sean memanggil kedua orang tuanya. Sejak kapan? Sejak menghilang dari Sean.

"Kak Selena, udah siap? 30 menit lagi kita prepare ke lokasi."

"Siap."

Selena? Iya. Entah ide darimana, Kirana menggunakan Selena untuk mengerjai Sean.

Tenang saja, Selena sudah memiliki pawang. Bahkan buntut. Selena sudah menikah dan memiliki satu anak laki-laki yang sangat tampan bernama Leo.

"Leo, tante minjem mamanya sebentar ya. Nanti tante beliin es krim. Mau?"

"nyauu nyauu." celoteh Leo yang berada di gendongan Alex, suami Selena.

"Anak pinteerr." Kirana menyiumi pipi Leo dengan gemas. Lalu beranjak ke mobil milik Bapak Ayu yang sudah ia pinjam sebelumnya untuk berangkat ke acara Sean bersama dengan Selena di samping kursi kemudinya.

"Pokoknya totalitas tanpa batas." Kata Kirana sambil mulai menginjak pedal gasnya.

"Serius? Nanti kalo Sean balik lagi ke gue gimana?" Goda Selena.

Pengagum RahasiamuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang