"Jack!" Caroline berbisik kepada Jack.
"hmmm.." Jack sembari menyantap sarapannya di meja makan.
"pak Hilman kemana?" tanya Caroline yang masih berbisik.
"mungkin di atas. Emang kenapa?" Tanya Jack.
"Jack gua kesel nih di rumah aja. kita Keluar yuk!" ajakan Caroline.
Jack beranggapan kalau saat ini bukan waktu yang tepat untuk keluar rumah. Apalagi kini mereka berada di kota Vosmor yang berbeda dengan tempat kelahirannya. Banyak hal yang akan terjadi dengan kekacauan yang sudah ada di kota ini. Itulah kota Vosmor, kota yang tak terkendali.
"kayaknya jangan dulu Caroline, takutnya terjadi apa-apa. Emang lu mau diculik lagi, kalo gue sih ogah." Jack sembari menyimpan piring sarapannya yang sudah habis.
"sebentar doang kok, jack, janji deh," Caroline memasang muka melasnya.
Jack merasa kasihan kepada Caroline. Sudah berbulan-bulan dia mengisolasi kan diri ditempat ini. Mungkin dia butuh refreshing untuk menjernihkan pikirannya. Tapi apakah pak Hilman mengizinkannya? Sepertinya tidak untuk saat ini.
"emang diizinin sama pak Hilman?" tanya Jack.
"gak tau juga sih. Coba lu yang tanya"
"kayaknya gak boleh deh, Car. Ini kan demi kebaikan lu juga" Jack merasa sedikit tak tega.
"please Jack....." Caroline memegang tangan Jack.
"kalian sudah pada makan?" tanya pak Hilman yang tiba-tiba masuk ruang bawah tanah.
"sudah, pak." jawab Jack sedikit terkejut melihat pak Hilman.
"pak, duduk dulu deh!" Caroline dengan senyum lebarnya.
"ada apa? Kayaknya kamu lagi ceria banget, Car" pak Hilman dengan muka herannya.
Caroline beranjak dari kursinya dan memijat pundak pak Hilman agar mendapatkan izin dari pak Hilman.
"eh kok tumben gini mau pijit bapak?" tanya pak Hilman.
Jack langsung menjawab "Caroline mau minta izin ke taman, pak, makanya dia sok baik kayak gini."
"emang ada apa mau ke taman?" tanya pak Hilman lagi.
"Caroline bosen pak dirumah terus, Caroline mau cari udara segar sebentar aja, pak." Caroline sembari senyum lebar.
"tapi diluar sana gak aman, Car!" ucap pak Hilman.
"Caroline ke taman bentar aja kok. Lagian ada Jack juga kan yang jaga aku."
"iya, pak. kasian Caroline dirumah terus. Lagian ke taman kan deket. Nanti pulangnya kita bawain donat kesukaan pak Hilman deh" Jack membantu Caroline merayu pak Hilman.
Pak Hilman menghela nafasnya dan terdiam sekejap.
"yasudah. Tapi kalian harus waspada. Kalo ada yang mencurigakan kalian langsung pulang."
"yeayy!! Terimakasih pak Hilman." Caroline memeluk Pak Hilman dan langsung masuk ke kamarnya.
"ayo Jack kita berangkat" Caroline sembari memakai beanie hat nya.
"kita ke taman dulu, pak" pamit Jack.
"eh ini pijit nya Cuma segitu aja?" tanya pak Hilman.
"pergi dulu pak!!" Caroline berjalan menuju pintu keluar.
"hati-hati! Jangan lupa Jack donatnya" teriak pak Hilman.
"kan hari selasa tokonya tutup pak. Dadah" ejek Jack.
KAMU SEDANG MEMBACA
EXTERMINATOR
Action[On Going] Seorang anak yang dendam kepada organisasi misterius karena telah membunuh ayahnya untuk menolong seorang anak setengah penyihir. Kini dirinya memutuskan untuk menjadi anggota superhero untuk meneruskan perjuangan sang ayah, yaitu melindu...
