*(30 menit sebelum Joe dan yang lainnya datang ke rumah kak Grace.)*
Joe sangat merasa kecewa sekaligus khawatir saat ini. Kecewa karena Ibundanya yang tak setuju anaknya menjadi anggota EXTERMINATOR dan Khawatir akan Herry Walter yang meneror Ibundanya.
“Hilman, apa Caroline baik-baik saja?” tanya Ibunda Joe yang terlihat sangat khawatir.
“dia hanya pingsan, tapi kini dia sudah sadar dari pingsannya.” Jawab pak Hilman yang mengendarai mobilnya menuju rumah kak Grace.
“syukurlah,” ucap Ibunda Joe.
Joe merasa sedikit heran, mengapa Ibundanya bisa sekhawatir ini kepada Caroline? Karena, sepengetahuan Joe, Ibundanya tak pernah bertemu langsung dengan anak keturunan penyihir itu. Mungkin karena Ibundanya yang memang memiliki sifat kepedulian kepada orang lain yang menjadikannya seperti ini.
“Tari, sepertinya ini sudah saatnya kamu memberi tahu kepada Joe apa hubungan kalian dengan Caroline,” ucap pak Hilman yang tetap memegang kendali mobilnya itu.
“hubungan apa, Bun?” tanya Joe.
“Bunda minta maaf sebelumnya karena tidak memberi tahu ini kepada kamu. Sebenarnya... Caroline itu sepupu kamu,” jawab Ibunda Joe.
“apa!?” teriak Joe dan Jack bersamaan.
“maksudnya?” tanya Joe lagi.
“mamahnya Caroline itu sebenarnya adik Bunda. Dia menikah dengan seorang penyihir dan memiliki anak setengah penyihir yang bernama Caroline.”
Joe terkejut walaupun sudah menduganya. Joe sudah memiliki perasaan kalau Ibundanya memiliki sesuatu yang tak Joe ketahui sebelumnya. Dan ternyata itulah alasan mengapa Ibunda Joe terlihat sangat khawatir terhadap Caroline.
“berarti bunda tahu kalau ayah itu anggota EXTERMINATOR?”
“Bunda tahu segalanya tentang EXTERMINATOR.” Jawab sang Bunda.
Joe merasa sedikit kecewa kepada Ibundanya. Ternyata banyak hal yang tak diketahui oleh Joe tentang keluarganya ini. Tapi ini bukan saat yang tepat untuk merasa kecewa kepada Ibundanya.
“lalu, kenapa sebelumnya Caroline tinggal di rumah pak Hilman dan bukan di rumah kita? Dia kan keluarga kita juga?” tanya Joe yang ke sekian kalinya.
“ayah kamu tidak ingin mengambil risiko dan tak ingin membahayakan kita. Maka dari itu, Caroline tinggal di rumah pak Hilman untuk sementara waktu.” Jawab Ibunda Joe.
“iya, Joe. Dan sebenarnya, rumah pak Hilman itu memang sudah seperti markas EXTERMINATOR dan aman juga untuk keselamatan Caroline. Ya walaupun kini mungkin rumah pak Hilman sudah tak lagi aman.” Ucap pak Hilman kepada Joe.
Perasaan Joe semakin bercampur aduk. Entah dia harus senang karena memiliki keluarga baru baginya atau merasa khawatir dengan semua kenyataan ini. Tetapi, mengetahui Caroline itu sepupunya, membuat Joe memiliki kesempatan untuk menjadikannya alasan yang bisa membuat Ibundanya setuju kalau anaknya menjadi anggota EXTERMINATOR.
“ayo, sudah sampai.” Jack membuka pintu mobil.
Mereka semua keluar dari mobil dan menghampiri sebuah rumah yang terlihat besar. Pak Hilman mengetuk pintu rumah itu.
Tok! Tok! Tok!
Sepuluh menit menunggu, seseorang tak kunjung membuka pintu rumah itu. Apakah terjadi sesuatu?. Wajah pak Hilman mulai terlihat cemas. Pak Hilman mencoba untuk mengetuk pintu itu lagi. Tetapi, sebelum pak Hilman mengetukkan tangannya ke pintu, seseorang membuka pintu itu dengan perlahan.
KAMU SEDANG MEMBACA
EXTERMINATOR
Acción[On Going] Seorang anak yang dendam kepada organisasi misterius karena telah membunuh ayahnya untuk menolong seorang anak setengah penyihir. Kini dirinya memutuskan untuk menjadi anggota superhero untuk meneruskan perjuangan sang ayah, yaitu melindu...
