Bolehkah Aku Memelukmu?

15 5 2
                                        

Hati Joe terasa hancur lebur di saat melihat apa yang telah dilakukan Sophie kepada dirinya. Sophie terlihat sangat tidak merasa bersalah dengan apa yang telah diperbuatnya. Tak menyangka, ternyata selama ini Sophie mendekati Joe hanya untuk memanfaatkannya saja.

"Saya ke sini tidak untuk membuat masalah. Saya hanya ingin memberi tahu kepada Joe bahwa Sophie adalah anakku. Oh ya, satu lagi, saya ingin memberitahu kalau akan ada yang menghampiri kalian semua. Hilman, kau tunggu saja." Ucap Herry Walter.

Selesai mengoceh, Herry Walter melangkah ke Helikopternya bersama Sophie dan meninggalkan Kota Yoko dengan Helikopter nya itu. Ternyata Herry Walter mendatangi para Exterminator hanya ingin membuat hati Joe hancur dan memberi tahu bahwa akan ada yang datang untuk Exterminator.

"Sudah, ayo kita masuk!" Ucap Pak Hilman.

"Tidak! Saya ingin tahu dari mana kau sebelumnya?" Tanya Ibunda Joe kepada Pak Hilman.

"Saya hanya ada urusan sebentar." Jawab Pak Hilman.

"Mengapa sangat kebetulan sekali dengan kedatangan Herry Walter hari ini?" Tanya Ibunda Joe lagi.

"saya juga tidak tahu. Mungkin itu hanya kebetulan saja." Ucap Pak Hilman.

"Apa! kebetulan? Sangat tidak mungkin." Ibunda Joe yang mulai berdebat.

"Kamu menyalahkan saya atas kedatangan Herry Walter?! Tanya saja anakmu, kenapa dia memberitahu lokasi kita kepada anak Herry Walter!" Pak Hilman yang terlihat marah, melangkah menuju pintu dan memasuki rumah.

Joe hanya terdiam dan memikirkan mengapa dirinya sebodoh ini sehingga dia tak tahu bahwa wanita yang ia percaya ternyata anak dari Herry Walter. Tak bisa melakukan apapun, Joe hanya bisa menahan rasa sakit hatinya yang sudah tergores dalam. Joe masih tak percaya kalau Sophie melakukan ini kepadanya.

"Jangan terlalu dipikirkan, Joe. Lebih baik kita masuk ke dalam saja." Ucap Caroline yang berada di samping Joe.

Dengan suasana hati yang tak karuan, Joe dan para Exterminator masuk kembali ke dalam rumah. Para Exterminator hanya bisa berharap bahwa yang dimaksud Herry Walter bukanlah Vargos si pemimpin penyihir itu. Walaupun para Exterminator belum pernah menghadapi Vargos sebelumnya, tetapi para Exterminator sangat takut terhadapnya karena dia adalah penyihir yang bisa menciptakan sebuah kiamat nantinya.

Joe duduk di kursi dan hanya melamun seorang diri. Joe sangat merasa terpukul hari ini sehingga dirinya terdiam duduk tak melakukan apa-apa. Joe terlihat tak terima dengan kenyataan bahwa Sophie hanya memanfaatkannya saja.

"Joe, wanita itu tak pantas untuk lo sesali. Suatu saat dia akan menyesali perbuatannya." Ucap Jack yang berusaha menyemangati Joe.

"Ya, Joe. Kita harus melakukan sesuatu agar dia menyesali perbuatannya." Ucap Caroline.

Joe hanya terdiam dan merasa bahwa dirinya ini sudah terlanjur memiliki perasaan terhadap Sophie. Entah apa yang akan dilakukan Joe agar Sophie menyesali perbuatannya, tapi yang pasti Joe akan melakukan hal yang akan membuatnya menyesal.

"Joe, ini tak sepenuhnya salah kamu. Jangan terlalu kamu pikirkan." Ibunda Joe menghampiri Joe.

"Lalu bagaimana kalau Vargos itu datang?" Tanya Joe kepada sang Ibunda.

"Vargos? Siapa dia? Apakah dia yang diperingati oleh Herry Walter?" Tanya Caroline yang tak mengetahui apapun soal Vargos.

"Sepertinya kini sudah waktunya Caroline mengetahui semua hal ini." Ucap Kak Grace.

"Maksudnya? Mengetahui apa?" Caroline yang terlihat bingung.

"Sebenarnya yang ingin dilakukan Herry Walter bukanlah membunuh kamu, melainkan menyerahkan kamu kepada pemimpin penyihir yang bernama Vargos dan dia berniat menukarkan rohnya ke dalam tubuh kamu agar dia bisa hidup lebih lama lagi." Penjelasan Ibunda Joe kepada Caroline.

"Menukar roh ke dalam tubuh Caroline?" Jack yang bingung.

"Ya, itu ritual yang dilakukan oleh Vargos agar dia bisa hidup abadi." Jawab Ibunda Joe.

"Kenapa Bibi baru memberitahu Caroline sekarang?!" Caroline yang terkejut dan kecewa, mengapa dirinya baru diberitahu saat ini.

"Bibi hanya tak ingin kamu melakukan hal yang keliru lagi tentang ini, Caroline." Ucap Ibunda Joe.

"Iya, Car. Mamah juga minta maaf karena menyembunyikan hal itu selama ini." Ucap Kak Grace kepada Caroline.

"Enggak apa-apa, Mah. Setidaknya kini Caroline sudah mengetahui hal ini." Ucap Caroline.

"Car, Bibi juga ingin memberi sesuatu ke kamu. Tunggu sebentar." Ibunda Caroline berjalan menuju kamarnya untuk mengambil sesuatu.

Kini memang sudah waktunya untuk memberi tahu semuanya kepada Caroline. Dia harus tahu bagaimana asal usul kaumnya dan siapa Vargos itu.

"Ini Black Libro, buku Kitab para kaum penyihir. Ayahmu memberikannya ke Bibi di saat kamu lahir. Ayah kamu menitipkan Bibi buku ini agar kamu bisa mempelajari semua sejarah penyihir. Buku ini menuliskan sejarah dari kaum penyihir dan buku ini juga menuliskan ramalan yang akan terjadi di masa yang akan datang. Kini kamu harus menyimpannya karena suatu saat kamu pasti membutuhkan buku ini." Penjelasan Ibunda Joe kepada Caroline.

"Baik, Bi. Caroline akan menyimpannya." Ucap Caroline.

"Kalian lebih baik istirahat saja. Nanti Kak Grace akan masak untuk makan malam dulu." Ucap Kak Grace.

"Ya, aku juga akan membantu masak makan malam." Ibunda Joe berjalan menuju dapur bersama Kak Grace.

Joe berjalan menuju halaman rumah dan duduk di sebuah kursi. Sembari duduk, Joe memandangi indahnya jingga langit di sore hari yang akan berganti gelap. Joe berharap semua kesedihannya ini akan berakhir di esok hari.

"Joe, aku tau kamu butuh waktu untuk sendiri, tapi aku harus mengatakan sesuatu." Ucap Caroline yang tiba-tiba datang menghampiri Joe dan duduk di sebelah Joe.

"Katakan saja, Car." Ucap Joe yang masih memandangi langit senja.

"Aku hanya ingin mengatakan bahwa tidak apa-apa kalau kamu bersedih, tapi jangan sampai kesedihanmu itu menguasai diri kamu sepenuhnya. Kalau kamu sedih, keluarkan semua kesedihanmu saat ini juga agar semua kesedihan itu habis." Ucap Caroline.

"Aku hanya ingin marah kepada diriku sendiri. Aku baru sadar betapa bodohnya diriku ini." Ucap Joe.

"Jangan selalu menyalahkan diri kamu, Joe. Aku sudah mengalaminya dan itu semua sangat menyiksa. Kalau kamu terus merasa bersalah, kamu tidak akan menyelesaikan masalah. Kini yang harus kamu lakukan adalah bagaimana memperbaiki apa yang telah kamu perbuat, bukan menyesali apa yang telah kamu perbuat." Caroline yang berusaha memberi semangat kepada Joe.

Sebenarnya apa yang sudah dikatakan Caroline ada benarnya juga. Percuma saja kita menyesali apa yang kita perbuat tapi kita tidak melakukan apa-apa. Kehadiran Caroline saat ini sangatlah berarti bagi Joe.

Walaupun usia Caroline lebih muda dari Joe, pemikirannya sangatlah dewasa. Mungkin memang karena Caroline sudah pernah mengalami masa-masa sulit yang menjadikannya dewasa seperti ini. Caroline memang sangat berbeda dengan Caroline yang pertama kali Joe kenal, Dia sudah menjadi lebih bijak dan dewasa.

"Car..." Joe bangkit dari duduknya.

"Ya?" Ucap Caroline.

"Bolehkah aku memelukmu?" Tanya tiba-tiba Joe.

Caroline bangkit dari duduknya dan langsung memeluk tubuh Joe dengan erat. "Tentu saja, Joe."

"Terima kasih ya, Car, kamu sudah sangat peduli dengan ku." Bisik Joe yang masih memeluk erat Caroline.

"Iya, Joe. Aku juga ingin berterima kasih karena kamu telah menolong ku di saat aku pingsan di hutan." Ucap Caroline.

"Iya, Car. Aku akan selalu berusaha untuk melindungi kamu." Ucap Joe yang semakin erat memeluk tubuh Caroline.

To Be Continued...

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 30, 2021 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

EXTERMINATORTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang