8

8.2K 1.3K 183
                                        

Kalau boleh dibilang, hari ini adalah hari yang sial bagi Jungwon. Setelah dia terlambat bangun dan mendapat omelan kecil dari Kak Jay-nya karena menyebabkan mereka terlambat, kini cowok manis itu harus menelan pil pahit sehabis istirahat pertama saat melihat buku tugas matematika peminatannya yang kosong.

Sial! Bangaimana mungkin Jungwon bisa lupa mengerjakan PR itu?

"Baru 26, siapa yang belum mengumpulkan?" suara nyarig Bu Meta, si guru matematika yang terkenal killer itu, membuat dua puluh sembilan siswa yang berada di kelas itu terdiam.

Jungwon menutup buku tugasnya, menelan ludah kasar.

"Ayo dikumpulkan, jangan membuang waktu saya."

Kini siswa-siswi yang berada di kelas itu mulai berbisik-bisik, ada juga yang celingak-celinguk mempertanyakan siapa tiga oknum yang berpotensi membuat guru mereka meledak itu.

"Diam!" Bu Meta membanting tumpukan buku itu, "Kenapa saat saya tanya siapa yang belum mengumpulkan tidak ada yang menjawab, tapi sekarang kalian berisik?!"

"Siapa yang belum mengumpulkan cepat angkat tangan!"

Hening. Tidak ada satupun dari mereka yang mengangkat tangan. Jungwon mulai berkeringat dingin.

"Saya hitung sampai tiga, kalau tidak ada yang mau mengaku, nanti saya cek sendiri dan kalian tidak mau mengaku akan saya beri nilai nol dan tidak saya beri kesempatan perbaikan."

"Satu ..."

Jungwon gemetar. Daniel, salah satu teman Jungwon mengangkat tangan.

"Daniel kenapa kamu tidak mengumpulkan?!"

"B-buku saya tertinggal di rumah, Bu. T-tapi saya sudah mengerjakan."

"Berapa menit dari rumah ke sekolah?"

"15 menit naik motor, Bu."

"Oke, saya beri waktu kamu 15 menit, ambil sekarang! Lebih dari itu tidak saya terima."

"B-baik, Bu." Daniel meninggalkan kelas dengan terburu-buru.

"Oke, masih ada dua lagi. Apa perlu saya lanjutkan menghitungnya?" Bu Meta bertanya retoris.

Seisi kelas terdiam. Jungwon menggigit bibir kuat-kuat, kemudian mengacungkan tangan bersama satu anak lainnya.

"Yang Jungwon tidak mengerjakan PR?!"

Bu Meta terlihat terkejut, begitu juga seisi kelas yang langsung menengok ke arah Jungwon, termasuk Sunoo yang dan Ni-ki yang menganga tidak percaya. Pasanya Jungwon ini termasuk golongan anak-anak baik dan berprestasi, tentu saja semuanya tidak menyangka.

"Ma-maaf, Bu. Saya lupa." Jungwon menunduk, antara menyesal dan malu.

Bu Meta beralih pada Ricky, kemudian mendengus sebal, "Kamu lagi, kamu lagi! Besok kalo tidak mengerjakan gak usah masuk kelas ibu! Keluar kamu, berdiri di depan tiang bendera sampai jam istirahat kedua nanti!"

Ricky melangkah dengan tak acuh, dia sudah terkenal dengan kebandelannya dari kelas sepuluh.

"Jungwon!"

"Y-ya, Bu?"

"Ikut Ricky, istirahat nanti, temui saya di ruang guru."

Jungwon mengangguk lesu, hari ini benar-benar kacau.

- - -

Jay menyipit ketika memandang ke arah lapangan dan mendapati Jungwon yang tengah berdiri di depan tiang bendera bersama satu anak lain. Di sekelilingnya terlihat ramai anak-anak OSIS yang sepertinya sedang melakukan peninjauan lapangan untuk pembuatan panggung untuk malam puncak nanti.

Every (Little) Thing ; Jaywon ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang