21

8.3K 1.2K 904
                                        

"Segitu sukanya lo sama Sunghoon?"

Jay terkejut. Cowok yang sedari setengah jam lalu sedang tiduran sambil menatap Sunghoon itu kelabakan karena terpergok.

"Apa? Mau apa lo?"

Jake- orang yang mengagetkan Jay itu tertawa kecil, "Santai aja kali. Kenapa si lo defensif banget kalo sama gue?"

"Perasaan lo aja."

Jake berdecak, tidak mau berdebat lebih lanjut. "Tuh, semua tugas udah dikumpul di meja guru."

"Ooh .. bentar." Pandangan Jay menyusuri setiap sudut kelas, "Heh, Tony!" teriaknya yang membuat hampir seluruh siswa yang masih bertahan di kelas menatap ke arahnya.

"Gue?" sahut cowok bernama Tony itu.

"Ya masa gue. Gue kan Jay." Cowok itu misuh-misuh sendiri, "Kumpulin buku tugas ke mejanya bu Erli sana."

"Kok gue?!" protes Tony.

"Ya masa gue? Yang bolos piket hari rabu kemarin lo apa gue?"

Tony berdecak, "Rese lo, Jay."

"Udah cepet sana."

"Tapikan ini jam istirahat, Jay. Gue mau istirahat."

"Ya lo pikir biasanya gue kalo ngumpulin tugas pas jam pelajaran apa? Ya jam istirahatlah."

Tony menatap Jay sebal. Ketua kelas mereka itu memang suka menyebalkan dan seenaknya seperti itu. Ya walaupun sebenarnya dia hanya menjalankan tugasnya menjadi ketua kelas yang baik.

"Apa lo liat-liat gue kaya gitu? Cepet sana, nanti keburu bu Erli ngamuk lagi kaya kemarin."

Tony membuang pandangannya, langsung menuju meja guru dan mengambil tumpukan buku di sana secara brutal.

"Emang gak bener tuh anak." celetuk Jay sambil merebahkan dirinya kembali di atas meja.

"Ya lo juga gak sopan sih Jay." balas Jake.

"Ya masa gue harus membungkuk 90 derajat sambil bilang 'Tuan Tony, tolong kumpulkanlah buku tugas yang suci itu ke ruangan ibu paduka Erli'? Gila aja."

"Ya gak gitu juga, bego. Maksud gue lebih pelan lah, kalo gue jadi Tony gue juga kesal."

Jay mengibas-ibaskan tangannya, "Skip. Skip. Dia udah bolos piket 3 minggu berturut-turut gak perlu ada toleransi apalagi kelemah lembutan."

Jake menghela napas, memilih tidak membalas dan ikut bergabung bersama Jay yang saat ini sedang berada di meja kosong belakang kelas.

"Lo belum jawab pertanyaan gue, btw."

"Yang mana?"

"Lo segitu sukanya sama Sunghoon?"

Jay melirik Jake sinis, "Penting buat lo?"

"Penasaran aja sih."

Jay menarik napas dalam-dalam, kemudian mengubah posisi telungkupnya menjadi setengah menghadap Jake.

"Emang bisa satu orang suka sama atau tertarik sama dua orang yang berbeda dalam satu waktu?"

"Hah?"

"Gue nanya."

"Oh ...ya bisa."

Jay mengangguk-angguk. "Cara tau kita lebih suka atau condong ke yang mana itu gimana?"

"Lo lagi suka sama orang selain Sunghoon?!"

"Bukan gue." Jay mengalihkan pandangannya, "Temen gue yang begitu."

Every (Little) Thing ; Jaywon ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang